KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Permintaan Egois Kepada Tuhan!


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Damar terus saja membuat Amelia tertawa seperti biasanya, dia berharap bisa membuatnya melupakan Fajar Ganendra dan menjadi gadis baik seperti sebelumnya.


Tapi, keinginan itu sama sekali tidak bisa terpenuhi, kali ini setiap hari Amelia terus menerus menceritakan kekagumannya pada Fajar Ganendra, semakin dia mengenalnya, semakin dia bangga dengan pacar barunya itu.


Damar yang muak mendengar cerita tentang fajar itu akhirnya sedikit menjauhi Amalia, bukan karena dia tidak menginginkan Lia lagi, tapi dia tidak ingin membenci wanita itu saja.


Amelia tidak merasakan perubahan yang terjadi dengan Damar, karena setiap bel istirahat dan pulang sekolah, selalu ada Fajar yang menemaninya.


Sedangkan Damar juga kembali nongkrong bersama teman-temannya dari kelas lain, dia berusaha untuk tidak mengganggu Amelia yang sedang dalam kondisi senang.


Waktu istirahat, di kantin.


"Bro kenapa lo diam aja ketika si bajingan Fajar itu menjadi pacar Amel? Kita siap bantu lo untuk pukulin tuh anak lagi!" seru salah satu teman dekat Damar.

__ADS_1


"Gue nggak mau buat kebahagiaannya hancur, mungkin selama ini gue aja yang terlalu berharap dengannya, tapi dia tidak pernah menganggap gue sama sekali!" jawab Damar lirih.


Temannya yang bernama Panca Pramana sangat terkejut dengan pernyataan itu, tapi dia tidak berani meneruskan perkataan nya lagi, karena sahabatnya itu juga memiliki masalah yang cukup besar di rumah.


"Sudah-sudah daripada lo murung terus, gimana kalau kita nanti malam ikut acara pengajian aja? Itung-itung kita pernah lah sesekali dekat sama Tuhan, gimana?" usul Gilang Hartanto, salah satu sahabat dekat Damar lainnya.


"Sejak kapan Lo tiba-tiba jadi agamis gini bro? Salah minum obat, kah?" Panca menggoyang goyangkan kepala Gilang, dia mengecek apakah sahabatnya itu salah minum obat atau bagaimana.


Damar hanya mengangguk malas, dia masih memikirkan mengenai bagaimana cara untuk menyelesaikan permasalahan dengan Amelia. Karena mau tidak mau dia juga akan dipaksa ikut Gilang ikut acaranya tadi.


***


Malam hari, waktu pengajian.

__ADS_1


"Orang yang tak saling bertatap muka namun tetap saling menyayangi dan mencinta disebut keistimewaan dan kemuliaan cinta itu sendiri."


"Cinta kepada Tuhan itu harus selalu jadi landasan dalam segala sesuatu, terutama dalam hal kebaikan, karena dialah pemilik cinta yang sebenarnya."


Damar begitu tersentuh dengan perkataan pengisi pengajian itu, beliau tidak melulu membahas mengenai agama dan dalil tapi sesekali juga memberikan penjelasan mengenai arti cinta yang sesungguhnya.


Apalagi ketika melihat sekitar, dia dan kedua sahabatnya tidak didiskriminasi sama sekali oleh orang sekitar, meskipun pakaian mereka seperti anak muda yang nakal.


"Apakah ini jawaban Tuhan padaku? Apakah aku harus merelakan Lia dengan orang lain? Tapi, bukankah dia akan sengsara dengan Si Bajingan Fajar itu nantinya?" batin Damar yang terus memikirkan Amelia.


Karena bagi dirinya yang memiliki keluarga yang berantakan, Amelia datang ke hidupnya dengan membawa sebuah senyuman yang bisa membuat hatinya tenang dan tak bersedih lagi.


"Tuhan, apakah aku boleh egois dan terus mengharapkan Lia?" tanya Damar sambil melihat langit, karena pengajian itu sangat ramai dan dilaksanakan di tanah lapang yang luas tanpa atap apapun.

__ADS_1


__ADS_2