KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Kebahagiaan Yang Berakhir Duka.


__ADS_3

Satu minggu berlalu dengan cepat, hari ini adalah pengumuman hasil mengenai ujian masuk perguruan tinggi yang dijadwalkan. Dan ketika suara bel rumah terdengar, Amelia langsung berlarian menghampiri pak pos.


“Ada sebuah surat atas nama Amelia Gunawan? Apakah benar ini rumahnya?”


“Benar Pak. Saya sendiri yang bernama Amelia,” jawab Amelia dengan senang.


“Kalau begitu silakan tanda tangan disini dan ini suratnya.”


Amelia menandatangani tanda terima dan langsung membuka isi dalam surat tersebut, alangkah bahagianya dia kita melihat sebuah kata Accepted at Stanford University yang sangat besar di tengah surat tersebut.


“Yeay aku diterima, aku harus segera menghubungi Damar!” Amelia bergegas menuju ke warung telepon yang tak jauh dari rumahnya, dia langsung menekan nomor kantor Damar.


*KLEK!


“Damar! Coba tebak apa yang ingin aku sampaikan hari ini?”


“Tunggu sebentar, kamu diterima di Stanford University?”


“Ah kamu tidak asik, padahal aku ingin memberikan kejutan!”


“Maaf-maaf, aku sudah menduga hal ini, selamat atas hal itu Lia!”

__ADS_1


“Apakah kamu sedang sibuk? Jika tidak, bagaimana jika nanti sore kita makan bersama? Kali ini biarkan aku yang mentraktir semua makanannya.”


“Pak Damar! Anda harus segera memutuskan secepat mungkin, saya hamil!”


Suara seorang perempuan tiba-tiba muncul di sambungan telepon itu dan kata-katanya terdengar begitu jelas di telinga Amelia, perempuan itu seperti sedang marah dan menekan Damar.


Tentu saja hal ini membuat salah paham siapa saja yang mendengarnya dari sambungan telepon belaka, termasuk Amelia. Dia langsung mengeluarkan air mata dan hatinya sangat sesak menerima fakta itu.


“Hiks … hiks … Damar! Aku tidak menyangka bahwa kamu seperti ini!”


“Lia ini tidak seperti yang kamu pikirkan, kamu harus mendengar dulu penjelasanku! Aku–”


*KLEK!


“Kamu jahat Damar! Aku tahu aku sudah tidak suci lagi! Tapi bukankah seharusnya kamu tidak memberikanku harapan yang berlebihan seperti ini, sampai akhirnya aku sudah mulai mencintaimu dengan tulus?”


“Bukankah kamu sering mengatakan bahwa kamu menerimaku apa adanya? Ternyata semua laki-laki sama saja, tidak ada perkataan yang bisa dipercaya, aku sangat kecewa padamu Damar, sangat-sangat kecewa!”


Amelia menangis tersedu-sedu sendirian di dalam kamarnya, hari pengumuman diterima di salah satu universitas terbaik di dunia, yang seharusnya berakhir dengan bahagia, malah mendapatkan berita yang amat sangat menyakitkan.


***

__ADS_1


Di Kantor Gamma Mart.


*BRAK!


“Bisakah kamu diam dulu! Sekarang kekasihku sudah salah paham atas perkataanmu itu! Apakah kamu ingin bertanggung jawab sekarang?! Jika memang salah satu manajer yang telah menghamilimu, lalu kenapa kamu datang padaku dan membuat keributan siang ini!” teriak Damar pada wanita di depannya.


“Sekretaris! Pecat wanita ini dan manajer yang dia maksud! Aku tidak menerima alasan apapun, lalu cepat siapkan mobil di depan, aku akan datang kesana beberapa menit lagi setelah merapikan semua berkas ini!” tegas Damar.


“Tuan maafkan aku! Aku tidak sengaja! Aku tadi hanya ingin minta bantuan Anda saja untuk menyuruh manajer itu datang kemari! Tolong jangan pecat saya! Sekali lagi maafkan saya! Tolong maafkan saya!” rintih Wanita itu di kaki Damar.


Damar sudah enggan melihat wajah wanita itu, sekretarisnya menyeret wanita itu keluar dari ruangan itu sekaligus menyiapkan semua permintaan dari Damar sebelumnya.


“Semuanya sudah beres sekarang aku harus segera menuju ke rumah Lia!” Belum sampai satu langkah, dering telepon berbunyi dari mejanya.


*KRIIIING!


“Halo Damar! Apakah kamu di sana? Ini adalah kakakmu, kami bertiga tidak pernah meminta apa pun selama ini padamu.”


“Tapi bisakah kamu sekarang datang ke Rumah Sakit Anwar, kami ingin mengucapkan sesuatu dan mungkin juga ini adalah pertemuan terakhir kita…”


“Apa maksud kakak?!”

__ADS_1


__ADS_2