
Beberapa saat setelah kecelakaan.
“Maaf bos, kami melakukannya secara berlebihan, kami minta maaf.”
“Ha ha ha. Tidak masalah, malah ini yang aku mau, ini bayaran kalian dan jangan pergi kemanapun beberapa hari ini, atau kalian pergi saja ke luar kota, paham?”
“Baik Bos!”
“Sekarang aku akan mengambil peran sebagai penolong dan membuat Lia akan jatuh sekali lagi dalam pelukanku, maafkan aku calon mertuaku, kalian berdua hanya aku manfaatkan seperti ini,” ucap Fajar dalam hati.
Tepat seperti perkataannya, Fajar dengan mudahnya mengubah keadaan seperti dirinya seorang penolong di jalan tol tersebut dan langsung membawa kedua orang tua Amelia itu ke rumah sakit terdekat.
Dia juga langsung menghubungi Amelia setelah mendapat nomornya dari salah satu bawahannya yang sudah mengintai dan memperoleh semua perkembangan wanita setelah beberapa tahun terakhir.
Dan mengatakan tanpa sengaja melihat kedua orang tuanya kecelakaan dan membawa mereka berdua langsung menuju rumah sakit.
“Sekarang kamu akan kembali ke pelukanku Lia!”
__ADS_1
***
Di rumah sakit terdekat.
“Kak Fajar! Bagaimana keadaan kedua orang tuaku? Apakah mereka berdua baik-baik saja? Kenapa hal itu bisa terjadi pada mereka?”
Amelia yang baru saja datang langsung masuk ke ruang tunggu ICU, dia juga langsung memberondong Fajar dengan berbagai pertanyaan.
“Aku tidak tahu bagaimana kejadian kecelakaan itu, tapi ketika aku hendak pulang, aku melihat ada orang berkerumun dan ternyata ada kecelakaan.”
“Dan ketika aku mengeceknya itu adalah Paman dan Bibi, jadi aku langsung membawa mereka ke rumah sakit ini, yang sabar ya Lia, semua ini ujian.”
Dengan cara licik itu jugalah dia berhasil memperdaya beberapa wanita, hal tersebutlah yang selalu dibanggakan olehnya sendiri.
“Bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan, aku tidak siap untuk kehilangan orang tuaku, apalagi Dokter masih berada di dalam memberikan pertolongan pertama, aku tidak bisa seperti ini, hiks…”
Ketika Amelia mulai menangis, disitulah Fajar bergerak, dia dengan langsung merangkul Amelia dari depan, dia mengatakan kata-kata manis untuk menenangkan mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
Disisi lain Damar sudah datang ke rumah sakit dengan wajah yang panik, dia terus ditenangkan oleh Panca.
“Berjalanlah lebih pelan sedikit Damar! Aku yakin mereka tidak akan ada masalah, tenanglah!”
“Aku tidak bisa tenang Panca! Aku yakin sekarang Lia sangat bersedih, aku harus menenangkannya.”
Mereka berdua terus menyusuri lorong-lorong rumah sakit sampai pada Kamar ICU. Seketika mereka berdua langsung masuk ke dalam tanpa memperhatikan apapun lagi.
Tapi pemandangan yang pertama kali dilihat oleh Damar membuat hatinya sangat hancur, bagaimana bisa kekasihnya berpelukan dengan orang lain.
Namun, karena posisi Amelia yang bertolak belakang dengan Damar, sehingga membuatnya belum sadar bahwa Damar sudah datang kesana.
Dan yang paling menggelikan adalah Fajar yang mengeluarkan senyuman yang menjijikan, sangat terlihat jelas kalau dia sedang mengejek Damar karena datang terlambat.
Karena saking marahnya Damar sampai tidak bisa memanggil kekasihnya itu. Dan karena tidak ingin memulai keributan di ruangan itu, dia langsung balik kanan dan berjalan meninggalkan ruangan itu.
Panca hanya terdiam seribu bahasa, jika diizinkan mungkin dia akan langsung memukul Fajar dengan tangannya itu, namun dia ditahan oleh Damar agar tidak berbuat onar di rumah sakit.
__ADS_1
“Aku tidak tahu pasti, tapi aku merasa seperti ini semua sudah direncanakan oleh Fajar. Karena aku sangat tahu akan kelicikannya itu, mari kita selidiki hal ini,” ucap Damar menguatkan hati sambil menunggu di luar ruangan.