KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Beberapa Tahun Berlalu Begitu Saja.


__ADS_3

Di Kafetaria Cake & Kisses.


“Apa yang kamu lakukan tadi sangat tidak dibenarkan Damar! Ini bukan Indonesia yang semua masalah bisa diselesaikan dengan pemukulan seperti tadi,” keluh Amelia.


“Selalu saja kamu lebih mementingkan orang lain daripada aku, bisakah kamu sesekali membelaku?” protes Damar.


Amelia hanya diam saja dan bangun dari duduknya, lalu dia menghampiri Damar seraya memeluknya dengan lembut.


“Aku hanya tidak mau kamu terkena masalah Damar.”


Untuk pertama kalinya dalam hubungan keduanya, Amelia berinisiatif memberikan pelukan terlebih dulu dan membuat Damar sangat senang akan hal itu.


Damar balas memeluknya dengan gembira, lalu dengan sigap dia langsung mengeluarkan Kotak Berlian dari sakunya.


“Apa ini Damar?”


“Aku ada hadiah untukmu, mau aku pakaikan?”


Amelia sedikit terkejut, sebagai seorang wanita, tentu dia paham betul mengenai apa yang ada dalam kotak itu.


“Iya…” jawab Amelia mengangguk, dia mengikat rambutnya ke atas dan membiarkan Damar memasangkan kalung yang indah itu.


“Kamu terlihat cantik.”

__ADS_1


“Memangnya jika aku tidak mengenakan ini, tidak cantik?”


“”Eh bukan itu maksudku, bagaimana jika kita langsung makan malam saja, bukankah kamu sudah lapar?”


Damar menarik tangan Amelia perlahan untuk menghindari pertanyaan berantai dari kekasihnya akibat kesalahan pemilihan kata darinya tadi.


***


“Hari ini adalah yang terbaik dalam hidupku, aku sangat senang kamu sudah berubah dan memberikanku rasa cinta yang selama ini sangat aku harapkan,” lirih Damar.


“Aku juga minta maaf karena baru sadar mengenai bagaimana cara yang seharusnya dilakukan untuk menghadapimu, aku belajar untuk lebih terbuka lagi,” jawab Amelia pelan.


“Itu sudah lebih dari cukup, kunjunganku kali ini adalah yang terbaik. Tapi maafkan aku karena masih belum ada waktu yang panjang, karena masih banyak pekerjaan di sana,” sesal Damar.


*CUP!


Setelah mengecup kening Damar, Amelia berlari-lari kecil sambil melambaikan tangan.


“Sampai jumpa besok, kita akan jalan-jalan lagi sejak pagi, jangan sampai telat!” teriak Amelia dari kejauhan.


“Tentu saja, aku akan menjemputmu besok pagi,” jawab Damar senang.


Setelah puas menghabiskan waktu bersama, keduanya kembali ke tempat masing-masing dan bersiap untuk hari esok.

__ADS_1


***


Dan begitulah keharmonisan keduanya yang menunjukkan perubahan yang signifikan.


Bukan hanya itu, karena mereka berdua hanya bisa berjumpa selama beberapa bulan sekali.


Membuat setiap kali kunjungan Damar ke Stanford begitu istimewa, sampai tidak terasa beberapa tahun berlalu begitu saja.


Bahkan keduanya sempat berjanji untuk melangsungkan pernikahan setelah kembalinya Amelia ke Indonesia.


Tapi, semua hal menjadi sedikit rumit ketika ada sebuah masalah di Perusahaan Damar yang dari hari ke hari semakin besar.


Tentunya ini dibarengi dengan masalah yang semakin banyak dan membutuhkan banyak tenaga tambahan di dalam membantu seluruh tugasnya.


“Saya minta maaf Tuan Damar, saya sudah berusaha meyakinkan istri saya untuk tidak marah dan meninggalkan saya ketika bekerja disini.”


“Namun, saya tidak memiliki pilihan lain, saya sudah sangat mencintainya, jadi saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan ini.”


“Saya juga sudah menyiapkan Beberapa Kandidat Sekretaris Baru yang bisa menggantikan saya, hal ini sebagai bentuk tanggung jawab saya meninggalkan tugas secara tiba-tiba.”


Damar hanya mengangguk paham dengan penjelasan sekretaris kepercayaannya tersebut.


“Aku paham dengan semuanya, terima kasih karena sudah membantuku selama ini, jika kamu dalam masalah finansial, kembalilah kesini, kamu selalu diterima.”

__ADS_1


__ADS_2