KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Sahabat Sejati, Panca dan Gilang.


__ADS_3

Damar tidak menanggapi Fajar dan berlalu masuk ke dalam sekolah. Ketika di dalam kelas, dia enggan duduk satu kursi dengan Amelia yang terlihat sumringah entah karena apa.


Damar duduk sendirian di bagian belakang dan dengan enggan melihat beberapa buku laporan keuangan Gamma Mart miliknya. Tanpa sadar Amelia sudah berada di sampingnya.


“Damar! Kenapa kamu tidak duduk di sampingku? Apakah aku punya kesalahan yang membuatmu enggan duduk di dekatku?” tanya Amelia polos, karena dia tidak merasa melakukan apa pun.


“Tak ada Lia, aku hanya ingin duduk disini saja. Kalau kamu mau, kamu boleh pindah duduk di sampingku. Oh iya, apa saja yang kamu lakukan selama liburan ini?” tanya Damar basa-basi.


Amelia yang mendapati pertanyaan itu langsung tersenyum dan duduk di sebelah Damar. Lalu dia bercerita mengenai apa saja yang sudah dia lakukan selama liburan panjang itu.


Tapi Amelia menahan beberapa cerita mengenai kembalinya dia berhubungan dengan Fajar. Karena dia tahu bahwa Damar memiliki hubungan buruk dengan pacarnya itu.


“Ooo … itu saja? Lalu bagaimana dengan seseorang yang diantarkan sampai ke sekolah oleh seseorang yang sudah merusak dan merendahkannya dulu? Apakah kamu tidak mau menceritakan hal itu padaku?” tanya Damar memancing.

__ADS_1


Amelia terkejut, dia bertanya-tanya dalam hatinya, apakah Damar sudah tahu mengenai dirinya balikan dengan Fajar.


“Apakah kamu tadi melihat Kak Fajar di Gerbang?” Amelia bertanya lirih, dia berharap bahwa ketakutannya tidak terjadi.


Melihat Amelia yang seperti itu, Damar tidak melanjutkan lagi. Dia mengubah topik pembicaraan ke hal-hal ringan dan membahas mengenai liburannya ke pantai dan lainnya.


Di tengah asyiknya berbicara, Amelia tanpa sadar menceritakan bahwa yang mengajaknya ke pantai, gunung dan tempat wisata lainnya adalah Fajar.


“Oh, jadi ketika aku mengajakmu setiap minggu dan mengatakan bahwa kamu tidak bisa itu karena diajak oleh Fajar? Kalau begitu selamat karena sudah balikan…”


‘Mungkin memang benar, sahabat sejatiku di dunia ini hanya Panca dan Gilang. Mereka berdua yang selalu ada untukku dan apakah Lia begitu polos sampai aku tidak sadar bahwa ketika mereka menginap tidak melakukan apa-apa?’


Rasa sakit di dalam hati Damar begitu kentara, namun lagi-lagi karena kebodohannya mencintai Amelia, dia tidak bisa membenci perempuan itu dan hanya bersikap seakan-akan semuanya baik-baik saja.

__ADS_1


Amelia yang sadar akan kesalahannya berdiri dan berniat mengikuti Damar, sayangnya guru sudah terlanjur datang dan dia mengurungkan niatnya. Dia hanya melihat Damar yang berwajah datar sambil mencoret-coret buku di depannya.


***


Ketika waktu istirahat, Damar sama sekali tidak berbicara dengan Amelia. Dia langsung bergegas menuju kantin bersama karena dijemput kedua sahabatnya.


Amelia yang tidak terima dengan perlakuan Damar mengikuti ketiganya dari belakang. Sayangnya dia kali ini benar-benar diacuhkan. Bahkan dia sudah merendahkan diri dengan duduk semeja dengan Damar.


“Maaf, aku masih sibuk dengan kedua sahabatku yang selalu ada, selalu percaya dan selalu mendukungku di setiap saat. Bukan sebaliknya, jadi jangan terlalu dipikirkan…” Damar berbicara lirih pada Amelia yang tak kunjung pergi dari sana.


Panca dan Gilang sebenarnya hendak pergi setelah melihat kedatangan Amelia. Namun, mereka diberikan kode oleh Damar untuk menemaninya, sekarang mereka berdua paham kenapa Damar melakukannya.


*TRANG!

__ADS_1


Amelia membantingnya mangkok bakso dan sendok miliknya, dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk minta maaf pada Damar.


“Ya sudah jika kamu memang memilih kedua sahabatmu ini, mulai sekarang jangan bicara denganku dan mengobrol denganku lagi!” tegas Amelia sambil meninggalkan kantin.


__ADS_2