
“Karena kalian semua sudah sepakat, apakah ada diantara kalian yang masih mau menggangguku?”
“Dan lagi, bagi siapa saja yang namanya ada dalam map ini, kalian bisa menandatangani surat pengalihan saham padaku!”
“Aku tidak ingin ada tikus-tikus kotor yang menyerap uang milyaran rupiah dari kas perusahaan lagi, jika kalian tidak mau, bersiaplah mendekam di penjara!”
Damar menggunakan teknik ancaman dalam perkataannya, beberapa orang memuji ketegasannya dalam memimpin, mereka semua kagum dengan sosok pemuda yang ada di depan itu.
Akibat ancaman serius dan beberapa bukti Damar yang super lengkap itu, para tikus kotor itu mau tidak mau menandatangani surat pengalihan saham itu.
Dan karena beberapa orang itu sudah tidak lagi memiliki saham di perusahaan ini, mereka diusir dari ruang rapat dewan direksi itu dan hanya menyisakan para pendukung Damar.
“Kami tidak menyangka Anda langsung bisa menyelesaikan masalah dalam satu hari saja, bahkan kami tidak bisa langsung mendepak mereka selama ini.”
“Aku harus berterima kasih pada ketiga kakakku, sebenarnya mereka hanyalah umpan dan ujicoba untuk melihat siapa yang benar-benar loyal pada perusahaan ini.”
“Dan karena kalian berlima merupakan orang kepercayaan kakakku, sekaligus tidak pernah melakukan hal aneh seperti korupsi uang perusahaan, aku akan memberikan kalian bagian saham ini.”
“Jadi aku akan membagi seperti ini, kalian berlima akan mendapatkan masing-masing 10 persen, sedangkan aku akan menguasai sisanya.”
“Dengan 10 persen dari saham, kalian semua akan menikmati uang miliaran rupiah setiap tahun, bahkan aku sudah memproyeksikan dalam 5 tahun berikutnya, nilai itu akan bertambah setidaknya 10 kali lipat.”
__ADS_1
“Jadi, aku mohon pada kalian untuk tidak lagi memiliki pemikiran mengenai korupsi dan sebagainya, karena hal itu juga akan berimbas pada kalian sendiri, paham?!”
“Kami paham, Tuan!”
Damar dan kelima orang tersebut tersenyum bersama-sama.
Dengan berakhirnya rapat itu, Damar resmi sudah menjadi CEO Perusahaan Baskoro Grup.
Tapi akibat hal inilah selama berbulan-bulan, akhirnya dia memiliki kesibukan yang sangat banyak, bahkan sampai membuatnya harus tidur di perusahaan demi bisa membuat sistem yang baik.
***
Setelah 6 bulan lamanya, akhirnya Damar berhasil membentuk sebuah sistem manajemen untuk Baskoro Grup, termasuk dengan trial dan error yang sudah buatkan tim tersendiri.
“Dan aku juga harus memikirkan bagaimana caranya untuk memindahkan perusahaanku ke Ibukota Provinsi atau sekalian saja di Ibukota Negara.”
“Hal tersebut akan membuat perusahaan ini akan berkembang ratusan kali lipat kedepannya.”
“Tapi mari kita lupakan hal tersebut sejenak, sudah lama sekali aku tidak mendengarkan suara kekasihku Lia.”
“Atau aku langsung saja mengunjunginya di Stanford, Inggris? Tapi aku belum tahu dimana tempat dia tinggal?”
__ADS_1
Damar terlihat sedikit berfikir, lalu dia menyuruh sekretarisnya untuk mencari informasi mengenai hal tersebut.
“Saya memiliki beberapa kenalan yang hidup di sana, mungkin akan butuh waktu sekitar 2 sampai 3 hari sampai saya mendapat kabar mengenai keberadaan Nona Amelia.”
“Lakukanlah, aku percayakan semuanya padamu.”
“Baik, Tuan.”
Damar melanjutkan pekerjaannya, dia melihat semua hal sudah mulai berjalan dengan otomatis, dia sekarang hanya perlu memberi keputusan strategis.
***
Sampai beberapa hari kemudian, kabar baik datang dari salah satu sekretaris yang dia perintahkan untuk mencari Amelia.
“Tuan saya sudah menemukan Nona Amelia, silakan lihat semua informasi ini.”
Sekretaris itu memberikan sebuah map yang berisi detail informasi mengenai keadaan, tempat tinggal dan bagaimana kondisi teman-teman Amelia.
“Kamu sangat bisa diandalkan, terima kasih!”
“Sekarang juga aku ingin kamu membelikan aku tiket ke sana. Oh iya, sekalian kamu akan menjadi penggantiku selama kepergianku, aku tidak akan lama, mungkin hanya 2-3 hari saja,” pinta Damar.
__ADS_1
“Baik, Tuan.”