KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Lia, Aku Selalu Menerima Semua!


__ADS_3

20.08.2002.


Kala itu, aku tahu bahwa ada sebuah cahaya indah yang terpancar dari wajahmu. Sayangnya kamu tidak mau mengakui hal itu dan malah menolak kehadiran cahaya indah dan memilih jalan yang menurutku sedikit salah.


“Kamu tidak perlu membandingkan diri dengan mereka semua, aku mencintaimu tanpa syarat, aku akan selalu menerimamu Lia!” Damar memeluk Amelia di depan swalayan yang berada di lantai dua pasar besar Kota Malang.


Alhadil keduanya dilihat oleh hampir semua orang yang berlalu lalang disana. Beberapa orang ada yang bersorak dan menggoda keduanya, namun hal itu tidak dipedulikan oleh Damar dan Amelia yang masih berpelukan mesra.


“Aku juga sebenarnya tidak sebaik yang kamu tahu Lia, memang benar bahwa Kyai Pondok itu adalah pamanku, namun sebenarnya kami sudah putus kontak lama sekali dan baru-baru ini saja aku sering mengunjungi beliau,” jawab Damar melepas pelukannya.


“Jadi mulai sekarang jangan merasa tidak pantas, yakinlah bahwa aku selalu menerimamu setiap saat, karena hanya kamulah satu-satunya perempuan yang membuatku bisa tersenyum dengan tulus,” lanjut Damar menyentuh hidung Amelia.


“Baiklah…” Amelia sebenarnya sangat senang kekasihnya berkata demikian, sayangnya dia sudah terlanjur minder dengan hal tersebut.

__ADS_1


Dia terlalu berpikiran jauh, sampai tidak sadar bahwa Damar memang sangat tulus padanya.


Keduanya langsung berbicara seperti biasa lagi, mereka juga membeli banyak makanan untuk dibawa ke pondok pesantren.


Sesampainya disana mereka tidak berlama-lama dan hanya memberikan jajanan tersebut dan menjemput kedua sahabatnya.


***


Beberapa hari kemudian berlalu, hari ini adalah hati tes masuk perguruan tinggi nasional yang bertepatan dengan tes masuk perguruan tinggi yang juga ada di luar negeri.


“Karena sekarang sudah selesai tes masuknya, bagaimana jika kita menuju ke pantai saja? Sudah lama sekali kita tidak pergi kesana?” ajak Damar yang terlihat sangat bersemangat.


“Sepertinya kamu sangat bahagia hari ini, tapi maafkan aku Damar. Mungkin dalam beberapa hari kedepan aku tidak bisa, karena aku masih harus belajar untuk mempersiapkan diri kalau-kalau aku tidak diterima di universitas yang aku pilih.”

__ADS_1


Amelia menolak ajakan Damar, dia sangat merasa bersalah, namun kampus yang dituju olehnya ini sangat dia idamkan sejak dulu, bahkan sejak kecil kedua orang tuanya sudah mengenalkannya akan kampus tersebut.


Damar menanggapi hal itu dengan tenang, dia bukanlah pacar yang tidak bisa diajak kompromi, apalagi ini menyangkut mengenai cita-cita kekasihnya, tentu saja dia mengalah dan membiarkan Amelia melakukan apa pun yang dia inginkan.


“Baiklah, kalau begitu aku akan mengantarkanmu pulang saja! Kebetulan aku juga baru ingat bahwa akan ada rapat di perusahaanku, jadi kapan-kapan saja kita berwisatanya,” ucap Damar beralasan agar Amelia tidak terlalu merasa bersalah.


Akhirnya Damar mengantarkan Amelia menggunakan mobil yang baru saja dibelinya beberapa hari lalu, dia membeli mobil itu hanya untuk mengantarkan dan menjemput kekasihnya itu.


Sesampainya di rumah, Damar langsung berpamitan, dia ingin memberikan waktu longgar yang seluas-luasnya pada Amelia untuk belajar.


“Maafkan aku Damar! Aku terlalu egois,” lirih Amelia melepas kepergian mobil Damar yang sudah berangsur menghilang dari pelupuk matanya, lalu dia bergegas masuk ke dalam rumah dan disambut oleh kedua orang tuanya.


“Bagaimana Lia? Apakah kamu sudah memberitahukan pada Damar mengenai perusahaan kita membutuhkan investasi lebih lanjut lagi untuk tahun depan? Pasti kamu sudah mengatakannya bukan?” tanya Mama Amelia.

__ADS_1


“Aku sudah mengatakannya, dia berkata untuk menunggu beberapa saat lagi untuk mengecek beberapa hal,” ucap Amelia berbohong, inilah alasan dia semakin merasa tidak pantas dengan Damar.


Bahkan keluarganya sendiri meracuni dirinya untuk memanfaatkan Damar semaksimal mungkin, ini juga yang menjadi alasan bagi Amelia untuk keluar negeri, karena dia merasa sangat gerah ditanya seperti itu setiap kali pulang ke rumah.


__ADS_2