KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Permasalahan Pelik Dalam Keluarga.


__ADS_3

“Kamu sudah pulang adik, tepat sekali. Kalau begitu biarkan kami semua mengatakan padamu, bahwa setelah ini kamu dan ibu akan tinggal bersama di kontrakan yang sudah kami sediakan!” tegas Kakak Ketiga.


“Kenapa aku harus menurutimu? Emangnya lo siapa bisa nyuruh gue seenaknya dan asal kalian semua tahu, hak milik rumah ini adalah atas namaku dan selamanya tidak akan aku jual rumah ini!” bentak Damar.


“Kalian bertiga sudah mendapatkan semua aset dari ayah dan apakah itu semua tidak cukup? Jangan kalian pikir aku tidak tahu bahwa di perusahaan ada kerugian yang harus segera ditutup!”


“Dan kalian berpikir untuk menggunakan rumah ini sebagai jaminan bank atau dijual pada salah satu kolega, lalu kenapa tidak kalian jual rumah yang sudah kalian hasilkan dari korupsi di perusahaan saja?”


Damar membuat ketiga kakak laki-lakinya yang berada di ruang tengah rumahnya itu terdiam lagi, lalu seperti adegan selanjutnya, kakak kedua mencoba untuk membuat Damar jera, tapi …


*BUK!


*BUK!

__ADS_1


*BUK!


“Aku selama ini mengalah bukan karena aku takut pada kalian, tapi aku setidaknya masih menghargai kalian sebagai kakakku dan anak dari ibu, tapi … ”


*BUK!


“Kalian sudah terlalu mengecewakan dan sudah waktunya aku menuntut semua hak atas apa yang seharusnya aku dapatkan, dalam beberapa hari lagi, kalian semua akan menjadi miskin seketika!”


Kakak keduanya itu bernama Dimas Baskoro, dia adalah salah satu CEO di salah satu perusahaan cabang milik ayahnya dulu, namun karena sikapnya yang selalu seenaknya sendiri, lama-kelamaan perusahaan itu selalu minus setiap tahun.


Sedangkan kakak ketiganya yang bernama Dirga Baskoro memang pada dasarnya adalah pengecut, meskipun dia sudah berkeluarga, dia selalu saja dekat dengan kakak keduanya yaitu orang yang dipukulinya.


Kakak pertamanya adalah orang yang sebelumnya paling sayang padanya, dia adalah Darsa Baskoro. Namun sejak kematian ayahnya, dia lebih banyak terdiam dan tidak lagi membelanya lagi.

__ADS_1


Apa yang membuat kakak pertamanya bersikap seperti itu masih menjadi pertanyaan dan hal yang selama ini coba dipecahkan oleh Damar.


Tapi rasa kecewa di hatinya atas sikap kakak pertamanya yang tidak melakukan apa-apa ketika dia dipukuli sebelumnya, membuatnya berpikir sepertinya kakak pertamanya itu sama saja dengan kedua kakak lainnya.


“Hei Darsa! Aku tidak tahu apa yang sudah merubahmu menjadi seperti ini, tapi aku memiliki saran yang bagus untukmu, lebih baik kamu selesaikan sendiri masalahmu tanpa melibatkan aku dan ibu lagi!” regas Damar tanpa memanggil kakak lagi.


Damar berlalu pergi menuju ke lantai dua, dimana tempat ibunya terbaring lemas karena sakit yang berkepanjangan. Ibunya terkena serangan stroke tingkat akhir dan koma, tidak ada rumah sakit yang bisa menyembuhkannya.


Bukan hanya itu masalahnya, yang membiayai pengobatan ibunya adalah Damar sendiri, karena ketiga kakaknya tidak memberikannya uang sama sekali.


Hal ini juga yang menyebabkan Damar selalu mengantuk di kelas, karena setiap malam, dia harus bekerja dan membuka bisnis kecil-kecilan, itu semua demi ibunya.


“Ibu, apakah keluarga kita akan terus seperti ini, tolong sadarlah dan biarkan aku mendengar suaramu yang sangat aku rindukan itu, aku sekarang sedang sakit hati dan fisik ibu, tolong kuatkan aku … ”

__ADS_1


__ADS_2