
20.09.2002
Baru kali ini aku mendapat lawan yang sepadan, orang itu benar-benar ingin menjatuhkanku. Sayangnya aku sudah mempersiapkan semuanya dan semua pak tua itu kalah dalam melawanku. Aku bisa memenuhi keinginan ketiga kakakku menjadi CEO Baskoro Grup.
Di dalam ruang rapat.
Sejak kedatangan Damar memasuki Ruang Rapat, suasana ruangan menjadi sangat mencekam, tidak ada yang berbicara sendiri dan mereka jatuh dalam pemikiran serta kepentingan masing-masing.
“Daripada kalian terus menatapku seperti itu, langsung saja kita mulai rapat pada siang hari ini.”
Damar lalu menyuruh sekretarisnya membagikan strategi bisnis yang sudah disusun dalam beberapa bendel kertas.
“Di hadapan kalian itu adalah strategi bisnis yang sudah aku susun belakangan ini, aku akan mulai menjelaskannya dari awal.”
Tak butuh waktu lama sampai Damar tanpa sadar mendapat penghormatan dari semua orang yang ada di sana.
Rencana bisnis miliknya sangat beresiko, namun ada beberapa hal yang bisa mengisi kelemahan dari hal tersebut.
__ADS_1
Damar menjelaskannya setiap lembar secara gamblang, dia ingin membuat isi kepala setiap orang di sana dimasuki berbagai cara berbisnis baru yang dia temukan.
“Tunggu dulu penjelasan Anda, bagaimana dengan keuangan yang akan digelontorkan dalam prosesi ini? Bukankah hal ini membutuhkan uang yang sangat banyak?”
“Akan ada waktunya kalian semua mempertanyakan, menyanggah atau menolak usulanku dalam Strategi Bisnis itu, tapi bukan sekarang.”
“Jadi apa aku bisa meneruskan penjelasanku hingga selesai?!”
Damar memberikan tekanan pada kata-katanya, dia sedikit menggertak orang yang menyela penjelasannya tadi.
Ketegasan Damar dalam rapat pertamanya ini memberi kesan bahwa dia bukan orang yang mudah untuk disenggol.
“Saya mendapati beberapa kecacatan dalam pola ini, apakah mungkin kita bisa meniru model bisnis yang dikembangkan oleh Gamma Mart?”
“Apalagi itu adalah bisnis baru yang belum memiliki usia 5 tahun, bukankah jika kita salah dalam investasi, maka sudah bisa dipastikan kita merugi?”
“Satu lagi, bagaimana dengan pertukaran teknologi dan manajemen, akankah mereka setuju dengan hal itu? Bukankah Gamma Mart didukung oleh Keluarga Pramana & Hartanto?”
__ADS_1
Beberapa orang sudah mulai menyerang Damar, namun dengan bodohnya mereka tidak riset siapa Damar itu sebenarnya dan belum tahu bahwa pemilik asli Gamma Mart adalah dirinya.
‘Ternyata orang-orang ini yang tidak hadir dalam pemakaman ketiga kakakku, tapi aku senang mereka sangat bodoh sampai mengambil poin itu dalam presentasiku tadi,’ batin Damar senang.
“Pertanyaan itu hanya perlu aku jawab dengan bukti bukan?”
“Kalau begitu sejak kalian semua sadar bahwa Baskoro Grup ini adalah Perusahaan Keluargaku, maka aku juga akan memperlihatkan hal ini!”
Damar mengambil secarik kertas, di dalamnya tertulis bahwa disana Damar menjabat sebagai pemegang saham terbesar sekaligus CEO dari Gamma Mart.
“Jadi apakah diantara kalian masih meragukan keputusanku untuk memimpin Baskoro Grup ini ke langkah berikutnya? Bahkan aku bisa melakukan bisnis baru yang belum pernah dilakukan orang lain?”
“Aku tahu tujuan kalian adalah menggeserku dari wasiat ketiga kakakku, tapi ingatlah kalian semua yang ada disini bekas orang yang ditolong kakakku!”
“Dan aku ingatkan sekali lagi, mungkin aku tidak akan sesabar kakakku yang sampai membiarkan kalian semua korupsi uang perusahaan dengan sangat banyak.”
“Apakah kalian pikir aku kesini tidak membawa senjata? Di dalam map ini sudah banyak sekali bukti mengenai penggelapan uang yang jumlahnya milyaran rupiah atas nama kalian semua!”
__ADS_1
“Sekarang apa tanggapan kalian dalam masalah ini?!”