KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Tunggu Sampai Aku Kembali Kesini.


__ADS_3

Sampai di Bandara.


Damar langsung menyerahkan kuncinya ke petugas dan dia berlari masuk ke dalam bandara, dia mencari ke bagian keberangkatan, dia menengok kesana kemari mencari keberadaan Amelia.


“Dimana kamu Amelia!”


Damar terus berjalan menyusuri setiap pintu keberangkatan, seharusnya dia bisa menemukan keberadaan Amelia, bahkan jika itu hanya melihat siluetnya saja, namun ini sama sekali tidak.


Lalu dia kembali meraih surat yang berada dalam sakunya tersebut.


Dari Amelia.


Jika kamu sudah menerima surat ini, mungkin aku sudah berangkat.


Maafkan aku karena tidak berpamitan denganmu secara langsung, karena aku takut.


Aku takut kamu masih salah paham denganku, tapi aku bisa memahami hal itu.


Tapi sekali lagi, aku tidak bisa mengatakan alasanku sebenarnya menolakmu kemarin.


Aku benar-benar sangat mencintaimu, aku juga ingin terus berada disampingmu, aku sangat nyaman ada di dekatmu.

__ADS_1


Tapi karena itulah aku tidak ingin kita menikah sekarang, jadi tunggulah aku selama 5 tahun berikutnya Sayang.


Aku akan mengubah diriku agar bisa menjadi lebih pantas lagi untukmu.


Tunggu Sampai Aku Kembali Kesini, Damar Kesayanganku.


Love You.


“Kenapa kamu tidak mau memberikan penjelasan sekarang juga, jika kamu memiliki masalah, aku bisa membantu menyelesaikannya,” keluh Damar pada surat itu.


Dia lalu mengedarkan pandangannya beberapa kali lagi dan berjalan kesana kemari, namun karena tak kunjung mendapat hasil, dia akhirnya menyerah dan kembali ke kantornya.


***


“Panggilan untuk penerbangan menuju ke Ibukota Jakarta! Diharapkan semua penumpang segera masuk, karena penerbangan akan segera dilaksanakan.”


“Mungkin aku memang egois, tapi yakinlah suatu hari nanti kamu akan mengerti kenapa aku melakukan ini semua, aku tidak mau kamu dimanfaatkan oleh ayah dan ibuku, sampai jumpa Damar…”


Itulah perpisahan yang tidak didasarkan pada kata-kata langsung, mereka berdua saling salah paham dan menjaga perasaan masing-masing.


***

__ADS_1


Hari itu Damar bertekad menyelesaikan semua permasalahan yang ada di Gamma Mart, dia ingin segera membuat perusahaannya itu menjadi Auto Pilot.


“Dengan begitu aku bisa memiliki waktu lebih luang, aku juga bisa mengunjungi Amelia ke Inggris, aku harus menyelesaikannya selama beberapa bulan, aku harus bisa,” tekad Damar.


Dan sesuai dengan tekadnya tersebut, dia benar-benar mendedikasikan seluruh waktu, tenaga dan pikirannya untuk Gamma Mart.


Dia juga tidak melupakan mengenai Baskoro Grup yang dipercayakan ketiga kakaknya. Dia sudah diundang untuk menghadiri rapat direksi di perusahaan keluarganya itu.


“Akhirnya selesai juga, sekarang aku harus siap berperang dengan orang-orang tua yang ada di Baskoro Grup, sepertinya mereka ingin menjegalku dari kursi direksi di sana.”


Damar menyelesaikan semua sistem manajemen yang dibentuknya untuk Gamma Mart, sekarang semuanya sudah bisa beroperasi tanpa campur tangan langsung dirinya sendiri.


Kemudian Damar bersama dengan sekretarisnya segera menuju ke salah satu perusahaan paling bergengsi di kota ini, yaitu Baskoro Grup.


“Saya sudah menyiapkan mobilnya Tuan, mari kita berangkat!”


Damar mengangguk paham, dia langsung bergegas menuju ke depan perusahaan, dia bersama dengan sekretarisnya melaju ke tempat berikutnya itu.


Sesampainya disana, Damar langsung disambut oleh beberapa pemegang saham yang memang disiapkan untuk mendukungnya.


“Selamat datang Tuan Damar! Kami adalah kumpulan pemegang saham yang sudah disiapkan oleh ketiga kakak Anda sebelumnya untuk hari ini, mari kita masuk ke ruang rapat.”

__ADS_1


Damar hanya mengangguk, dia melihat beberapa orang diantara yang menyambutnya sangat tulus dan memang menginginkan kemenangan untuknya.


“Aku tidak akan mengecewakan kalian semua dan juga kakakku semuanya…” batin Damar sambil berjalan memasuki perusahaan.


__ADS_2