KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Melihat Damar Bersama Wanita Lain.


__ADS_3

02.01.2007


Untuk pertama kalinya aku melihatmu cemburu. Disisi lain aku sangat senang akan hal itu, karena itu artinya kamu sudah menganggapku sebagai milikmu. Tapi kamu terlalu keras pada Hanna, dia hanya sekretarisku saja, tidak lebih. Tapi begitulah sifatmu, tidak mau mendengarkan orang lain.


Amelia tampak ragu, apalagi setelah melihat bagaimana akrabnya Damar dengan wanita itu, sebagai seorang perempuan, tentu saja dia sangat cemburu, dia benar-benar sangat cemburu.


“Siapa perempuan itu? Apakah dia yang bernama Hanna?”


“Benar Nona Amelia, dia merupakan salah satu sekretaris pribadi Tuan Damar yang direkrut bersama saya, dia memang seorang wanita yang cerdas dan kompeten.”


“Kenapa kamu mengatakan itu, memangnya apa kelebihan wanita itu? Dan kenapa dia terlihat begitu dekat dengan Damar?”


“Hanna Handoko adalah salah satu kandidat terkuat yang akan menjadi sekretaris Tuan Damar karena kecerdasannya dan kami semua mengakui hal itu.”


“Dia adalah wanita dengan pengetahuan keuangan dan bisnis yang sangat handal. Hal itu sampai membuat Tuan Damar mengajaknya dalam proyek barunya.”


“Dan Nona Amelia masih ingat dengan penjelasan saya pagi tadi, Hanna Handoko lah yang menjadi pemimpin anak perusahaan baru yang baru dikembangkan itu.”


Amelia mendengarkan penjelasan salah satu sekretaris Damar di depannya itu dengan seksama. Penjelasannya itu semakin menjadikan dirinya panas dan sakit hati.

__ADS_1


‘Memangnya aku tidak bisa? Aku juga belajar di jurusan seperti itu? Kenapa kamu tidak pernah menawarkan hal itu padaku Damar dan malah memilih wanita lain?’ batin Amelia.


“Jadi, apakah Nona Amelia ingin saya mengatakan pada Tuan Damar bahwa Anda disini? Atau Anda sendiri yang ingin kesana?”


“Aku sendiri yang akan kesana, terima kasih karena sudah menemaniku mengobrol sampai siang seperti ini, antar aku kesana sekarang.”


“Baik, mari ikuti saya Nona Amelia.”


***


Ketika Damar dan Hanna sedang minum kopi dengan memegang banyak kertas mengenai proyek yang dikembangkan, seorang wanita tiba-tiba masuk ke dalam ruangan itu.


“Eh– Lia? Kenapa kamu ada disini? Aku pikir kamu akan marah padaku selama beberapa hari? Apakah kamu sudah baikan sekarang dan apakah kamu sudah makan?”


Damar basa-basi, sebenarnya dia hanya mengatakan hal itu untuk membuat suasana menjadi lebih tenang. Dia sendiri tidak memperkirakan Amelia akan datang dan marah.


“Oh jadi ini Nona Amelia yang sangat disayangi oleh Tuan Damar, sepertinya Anda menjadi wanita paling beruntung karena dicintai Tuan Damar yang tampan dan sangat baik ini,” ucap Hanna membuka percakapan.


“Aku tidak berbicara padamu, aku berbicara pada kekasihku Damar. Kenapa kamu ikut menimpali perkataanku? Sangat tidak sopan!” tegas Amelia.

__ADS_1


“Memangnya disini siapa yang tidak sopan, Anda tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu atau sekedar mengucapkan salam dan tiba-tiba marah disini?” balas Hanna tenang.


“Kenapa kamu mengaturku?! Aku disini hanya untuk berbicara berdua saja dengan Damar. Namun, sepertinya kamu memang layak untuk dimarahi,” jawab Amelia meninggi.


“Sepertinya karakter Anda tidak jauh dari kedua orang tua Nona Amelia yang sangat tidak bisa menjaga perkataannya itu, kalimatnya sama-sama menyakitkan sekali!”


“Apakah kamu pantas mengejek kedua orang tuaku, bagaimana jika aku melakukannya pada orang tuamu, bagaimana reaksimu hah?!”


“Saya hanya mengatakan fakta saja, kenapa Anda marah, bahkan sepertinya Nona Amelia tidak mau menerima fakta itu, padahal semua itu kenyataan?”


Damar yang melihat dua wanita di hadapannya saling menyerang langsung melerai dan memberikan penjelasan yang masuk akal pada keduanya.


“Jadi kamu lebih membela dia daripada aku Damar? Apakah kamu sudah–”


“Jangan berpikiran aneh-aneh, dengarkanlah ini dulu, kamu akan paham Lia,” jawab Damar masih sabar.


Sekretaris yang sejak tadi menemani Amelia mengobrol lalu memberikan sebuah flashdisk yang berisi rekaman suara.


Amelia tidak tahu apa itu, lalu dia mencoba membukanya di komputer yang ada di sana. Dan alangkah terkejutnya dia ketika mendengar suara kedua orang tuanya yang memaki Hanna dengan sangat-sangat kasar.

__ADS_1


“Ini pasti bohong, kamu yang mengarang ini semua bukan?”


__ADS_2