KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Suruhan Dari Keluarga Ganendra!


__ADS_3

“Aku dituduh telah membuat Kak Fajar menjadi seperti itu dan banyak kakak kelas yang membenci akibat itu, padahal disini aku juga seorang korban, kenapa mereka terus merundungku? Hiks … hiks … ”


Amelia menangis, dia merupakan perempuan yang lembut dan polos. Inilah juga yang membuat Damar senang bisa bersama dengan Amelia, tapi karena nama Fajar muncul lagi.


Damar langsung teringat bahwa Amelia sudah tidak perawan lagi. Meskipun setelah dicek bahwa pujaan hatinya itu tidak hamil, tapi tetap saja, hal itu membuat hati dan pikirannya sakit.


Disisi lain, egonya yang tinggi tidak bisa membiarkan perempuan yang disukainya itu menangis begitu saja, alhasil dia memberikan bahu dan dadanya seperti biasa sebagai tempat Amelia menangis.


“Cup … cup … jangan menangis lagi, sekarang aku sudah kembali ke sekolah dan setelah ini kita akan melakukan ujian semester, bukankah kamu siswi berprestasi, lebih baik kamu fokus ke ujian dulu,” saran Damar sambil mengelus rambut Amelia.


Amelia mengangguk paham, dalam hatinya kini mulai terbersit sedikit rasa yang sangat nyaman jika dia berada di samping Damar, tapi dirinya yang lain masih menganggap bahwa Damar hanya sahabat biasa.

__ADS_1


Setelah Amelia berhenti menangis, bel berbunyi dan ujian semester pun dimulai. Semua murid mengerjakan ujian semester itu dengan tenang tanpa ada suara sama sekali.


Sepulang sekolah Damar mengantarkan Amelia menuju ke rumahnya, lalu dia berlalu pergi menuju Toko GDP miliknya. Dia ingin melihat seberapa banyak keuntungan yang diperolehnya hari ini.


***


Di sebuah gang perkampungan di dekat rumah Amelia.


“Hoi bocah berhenti di sana!” Belasan preman yang menggunakan motor mengelilingi Damar, mereka adalah orang-orang suruhan dari Fajar Ganendra atau lebih tepatnya Keluarga Ganendra itu sendiri.


Dia sangat realistis, meskipun dia kuat dan bisa mengalahkan satu sampai tiga orang sendirian, tapi mengalahkan belasan preman seperti mereka bukanlah pilihan yang baik bagi anak SMA sepertinya.

__ADS_1


Belasan preman itu terus mengejar Damar di jalan-jalan perkampungan, untungnya ada beberapa warga yang baik dan menghentikan pergerakan belasan preman itu dan membuat Damar bisa melarikan diri dengan lancar.


“Sepertinya aku tadi mendengar bahwa mereka orang suruhan Keluarga Ganendra ya? Mau main-main denganku kau Fajar? Awas saja pembalasanku nanti!” ucap Damar yang sudah sampai di Toko.


“Selamat datang, Tuan Muda Damar. Tuan Muda Panca dan Gilang sudah menunggu Anda di ruang belakang, mari saya antarkan,” ucap salah satu pelayan toko itu.


“Apa yang terjadi padamu bro? Siapa yang berani membuat kamu terluka seperti ini? Jangan-jangan ini semua karena perempuan itu lagi ya?” tanya Panca yang khawatir dengan kondisi Damar.


“Hush … jangan berkata seperti itu!” Gilang menyadarkan Panca, bahwa kata-katanya sedikit kelewatan.


Panca tidak menggubris, dia lebih sibuk dengan mengambilkan beberapa obat yang ada di kotak P3K, dia sendiri merupakan salah satu orang yang menentang Damar untuk mempertahankan Amelia.

__ADS_1


Bagaimanapun, sejak kedatangan perempuan itu dalam hidup sahabatnya itu, Damar menjadi lebih banyak terlibat dalam pertarungan lagi, padahal dia sudah tidak ingin melakukannya lagi.


“Aku tidak akan melarangmu untuk bisa terus bersama perempuan itu, tapi buat apa lo perjuangin perempuan yang sama sekali tidak menganggapmu! Buang-buang waktu aja,” marah Panca.


__ADS_2