
“Ada apa tuan disini? Apalagi malam-malam seperti ini?”
“Aku minta maaf karena tiba-tiba masuk ke ruanganmu tanpa mengetuk pintu, karena aku dari tadi sudah meneleponmu tapi tidak ada jawaban sama sekali.”
Hanna memperhatikan handphone kotak miliknya yang ternyata dia mute karena ingin menenangkan diri sebentar. Tak tahunya malah membuat khawatir atasannya tersebut.
“Saya yang salah Tuan. Tapi … kalau boleh saya tahu, hendak kemana Anda? Tidak biasanya Anda wangi dan sangat rapi seperti sekarang? Anda mau kemana?”
“Tebak aku mau bertemu dengan siapa?”
“Sebentar jangan-jangan Nona Amelia akan pulang?”
“Tepat sekali, kebetulan hari ini adalah malam tahun baru, aku ingin langsung mengajaknya untuk makan malam.”
“Dan aku karena kamu ternyata baik-baik saja, aku pamit dulu ya, karena aku harus menjemput Lia cepat-cepat.”
Damar terlihat sangat senang ketika bercerita mengenai Amelia.
“Begitu beruntungnya Nona Amelia bisa mendapatkan kekasih yang baik seperti Anda. Salam untuk Nona Amelia Tuan Damar.”
“Pasti aku sampaikan, kamu juga jangan tidur kemalaman, masih ada hari esok, lagipula kamu sudah terlalu bekerja keras selama beberapa hari ini, istirahatlah.”
__ADS_1
Damar berlalu pergi meninggalkan Hanna sendirian, sampai dia tidak sadar meninggalkan salah satu saputangan kesayangannya di ruangan itu ketika tadi bersin.
“Oh ini pasti milik Tuan Damar ketinggalan. Besok saja, mungkin dia sudah pergi jauh, aku juga harus beristirahat agar besok bisa bekerja lebih keras lagi.”
***
Sampai di Bandara.
“Selamat datang Sayang, bagaimana rasanya kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun tidak menghirup udara hangat ini?”
Damar menyambut di depan gerbang keluar, ketika dia melihat Amelia. Langsung saja dia mendekatinya dan langsung berpelukan erat.
Amelia balas memeluk erat kekasihnya itu, dia sampai melupakan beberapa koper yang ada di belakangnya. Dan fokus berpelukan dan memandangi wajah kekasihnya saja.
“Kalau begitu mari kita pergi dari sini, pasti kamu sudah lapar, aku sudah menyiapkan sebuah restoran yang baik agar kamu membiasakan diri lagi dengan makanan indo.”
“Wah kamu tahu saja bahwa selama ini aku sangat rindu dengan masakan indo, kalau begitu mari kita kesana.”
***
Sampai di Restoran yang dimaksud, keduanya bercengkrama panjang lebar, berbagi cerita yang sangat banyak sekali, sampai tak sadar waktu sudah jam 11 malam lebih.
__ADS_1
“Sebentar lagi akan pergantian tahun, bagaimana jika kita keluar dan menikmati meriahnya malam tahun baru? Kamu mau Sayang?”
“Tentu saja mau, aku sangat menginginkan momen ini selama beberapa tahun terakhir. Apalagi kamu sudah terlalu sibuk dengan perusahaan, sampai melupakan aku disana.”
“Tidak seperti itu, aku–”
“Aku hanya bercanda Damar Baskoro, aku Amelia Gunawan sangat senang bisa bersama dengan kekasihku malam ini. Dan malam ini sudah aku nobatkan sebagai malam terindah yang pernah ada.”
Teriakan Amelia itu sangat keras ke langit, disambut dengan sebuah rentetan petasan di langit yang begitu spektakuler yang membentuk berbagai macam garis di langit.
“Aku sangat senang malam ini, tapi…”
“Katakanlah Lia? Aku akan mendengarkan semuanya, jika ada yang kamu inginkan, aku bisa melakukannya, apapun itu! Jangan ragu untuk mengatakannya padaku.”
“Aku tidak tahu dengan pasti, aku hanya mendengar dari beberapa orang. Tapi, bisakah kamu memecat Hanna dan tidak menjadikannya sebagai sekretarismu lagi?”
“Dari siapa kamu tahu mengenai Hanna? Dan apa yang dikatakan orang itu mengenai Hanna? Memangnya apa hubungannya dia dengan kita Lia?”
Suara Damar sedikit meninggi, dia tidak menyangka kekasihnya yang baru saja pulang dari luar negeri itu langsung mendapatkan kabar fitnah itu.
“Memangnya kenapa? Dan siapa yang sudah memberitahumu?!”
__ADS_1