
01.01.2002.
Ini adalah hari kelulusan kita. Aku berharap apa yang sudah kusampaikan selama ini, pengorbananku selama ini, memberikan dukungan dari belakang dari sisi yang tidak kamu ketahui, bisa membuka pintu hatimu perlahan. Tapi apakah semua ini memang pantas aku dapatkan?
“Itu saja yang aku inginkan, kalian bisa memikirkannya selama 5 menit. Aku akan menunggu disini, jika kalian tidak segera memutuskannya, maka dengan berat hati aku akan menahan bantuan uang senilai 20 miliar ini,” tegas Damar.
Seluruh Keluarga Gunawan sudah mengenai siapa sebenarnya Damar Baskoro ini, bahkan hubungannya dengan Keluarga Pramana dan Hartanto tidak luput dari pengamatan mereka semua.
Sayangnya, dalam beberapa bulan terakhir mereka semua telah membuat keputusan yang salah dengan memerintahkan Amelia untuk dekat dengan Fajar karena mereka ingin mendekati Keluarga Ganendra.
Alasan lainnya juga karena satu tahun yang lalu, mereka mendapat kabar bahwa Keluarga Baskoro terancam bangkrut dan bisnis ritel Damar juga diperkirakan tidak akan berkembang.
__ADS_1
Namun, nasi sudah menjadi bubur, semua perkiraan mereka meleset sepenuhnya. Kebangkrutan Keluarga Baskoro itu ternyata hanya tipuan menjelang kematian Nyonya Besar Baskoro yang tidak lain adalah Ibu Damar.
Disisi lain bisnis pertama kali Gamma Mart yang menjadi ritel dan waralaba pertama di indonesia bahkan sekarang berkembang pesat dan menjadikan Damar serta kedua sahabatnya menjadi bos muda di bawah usia 20 tahun.
Beberapa menit kemudian…
“Kami sudah memutuskan, karena valuasi dan nilai perusahaan utama Keluarga Gunawan berkisar antara 100 miliar rupiah, maka dengan pendanaan 20 miliar darimu, kamu akan mendapatkan 20 persen saham dari perusahaan kami,” putus Ayah Amelia setelah berunding dengan lainnya.
“Kalau begitu buat surat pembagian saham itu sekarang juga, datangkan notaris dan semua hal yang berkaitan dengan ini. Aku akan mengecek dokumennya nanti, jangan mencurangiku atau kalian akan tahu sendiri akibatnya!”
***
__ADS_1
“Bagaimana kabarmu? Aku khawatir karena tidak melihatmu selama tiga hari di sekolah, ternyata kamu mendapatkan masalah seperti ini, kenapa kamu tidak menceritakannya padaku?” tanya Damar pada Amelia.
“A– aku menyesal karena tidak mempercayaimu, maafkan aku, karena tidak mendengarkanmu ketika memperingati kepada Fajar bajingan itu … hiks … hiks … aku salah,” lirih Amelia menangis di dada Damar.
“Maafkan juga selama ini, aku tidak pernah percaya padamu bahwa kamu sedang merintis sebuah perusahaan baru, kamu bahkan menceritakan semuanya padaku, tapi tanggapanku tidak percaya padamu, maafkan aku Damar…”
“Tidak masalah, sekarang kamu sudah mengetahui semuanya, aku juga melakukan ini semua karena aku senang dan aku harus mencari uang lebih, kebetulan aku diberi keberuntungan yang luar biasa dari Tuhan,” jawab Damar.
“Dan untungnya aku bisa sedikit membantu keluargamu yang sedang dilanda masalah. Tenang saja Lia, aku akan memberikan pelajaran pada Keluarga Ganendra yang telah menipumu itu, tapi tidak sekarang,” lanjut Damar tenang.
Amelia lalu menceritakan mengenai kronologi bagaimana dia bisa membuat keluarganya kehilangan 20 miliar secara langsung. Damar tidak menyalahkannya dan malah menghibur serta sesekali menasehatinya.
__ADS_1
“Kamu telah berkorban begitu banyak untukku, adakah hal yang bisa aku lakukan untukmu? Tapi sekarang aku sudah kotor dan tidak layak denganmu yang suci? Aku–”
“Jangan bicara seperti itu, aku tahu semua kesalahanmu, kamu terlalu polos selama ini, tapi aku mencintaimu Lia, jadi jangan bilang bahwa kamu kotor! Aku akan menerimamu apa adanya,” lirih Damar sambil mengecup kepala Amelia.