KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Kenapa Lia Tidak Membelaku Lagi?


__ADS_3

12.11.2000.


Aku berniat membalaskan rasa sakit hatimu setelah orang itu sudah melakukan hal yang tidak pantas padamu, tapi kenapa kamu malah membelanya dan bukan membelaku? Sebenarnya apa yang kamu lakukan?


Damar pergi ke sekolah bersama dengan teman-temannya, tapi tujuannya kali ini bukan untuk bersekolah normal pada umumnya, dia ingin mendatangi Fajar Ganendra yang sudah menghilangkan mahkota Amelia.


Damar dan kedua temannya langsung datang ke kelas tiga, mereka bertiga tidak takut meskipun harus melawan seluruh kelas yang ada saat itu, mereka bertiga adalah sahabat sejati.


“Dimana Fajar! Dimana Si Bajingan Fajar itu berada?” teriak Damar di salah satu kelas tiga itu.


“Bro lo tau kan kalo ini kelas tiga dan kami semua senior, seharusnya lo nggak teriak-teriak gitu pada kami semua! Dan Fajar yang kamu cari itu belum datang ke kelas!” teriak salah satu jagoan di kelas tiga.


Orang yang berbicara tadi sebenarnya kenal dengan Damar, bahkan mereka adalah sahabat tapi tidak mereka tunjukkan karena beberapa alasan, namun satu hal yang pasti dia sangat kuat untuk ukuran anak muda.

__ADS_1


Damar tidak memedulikan perkataan orang itu, lalu dia balik badan dan melihat Fajar Ganendra sedang naik tangga bersama dengan beberapa teman laki-lakinya.


Langsung saja Damar berlarian ke arah tangga dan melepaskan pukulan beratnya tepat pada dagu Fajar, teman-teman Fajar yang lain berusaha membalas serangan kejutan Damar, tapi mereka dihalangi oleh Panca dan Gilang.


“Halo kakak kelasku yang sangat tampan, bagaimana jika kita tidak mengganggu kedua orang yang sedang saling beradu kekuatan itu? Tapi jika kalian semua ingin ikut bermain, maka kami akan menerimanya,” ucap Panca dan Gilang.


*BUK!


*BUK!


*BUK!


Damar adalah orang yang terlatih, meskipun dia memukul kepala lawan, tapi dia tahu bagian mana saja yang membuat lawan bisa mati, jadi dia menghindarinya dan hanya memukul bagian-bagian yang memang bisa dipukul.

__ADS_1


“Apa yang lo lakuin pada Lia hah! Sudah kukatakan kalau sampai lo berani membuat dia bersedih apalagi mengambil mahkotanya, lo bakalan gue bunuh dan sekarang adalah waktunya!”


Damar sudah menjatuhkan Fajar ke lantai dan memukulnya dari atas dan posisinya sangat bebas, dia tidak menahan diri dan terus memukul wajah lawannya itu hingga bonyok.


Satu-satunya yang membuat dia tersadar atas amarahnya dan menghentikannya adalah kedatangan Amelia yang tiba-tiba menyentuh pundaknya dan menariknya.


“Kenapa kamu berkelahi lagi, bukankah kamu sudah berjanji padaku untuk tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan apa pun?”


Amelia memarahi Damar, tapi itu hanya sebentar saja, sebelum dia beralih untuk melihat kondisi Fajar Ganendra yang sudah tidak sadarkan diri.


Amelia begitu terkejut melihat kondisi Fajar Ganendra yang seperti itu, dia juga ikut membawa Fajar menuju ke Ruang UKS. Ketika matanya bertemu dengan Damar, dia terlihat sangat marah.


“Kenapa kamu malah melihatku seperti penjahat, bukankah aku melakukannya ini untukmu? Kenapa kamu melihatku seperti dan kenapa kamu malah membela bajingan itu?” batin Damar getir.

__ADS_1


“Lagi-lagi kamu Damar! Kenapa kamu selalu saja membuat masalah dan menjadikan semua menjadi rumit! Sekarang ikut bapak ke Ruang Kepala Sekolah, kamu kali ini sudah sangat keterlaluan!”


Pak Agus membawa Damar dan kedua temannya untuk menuju ruangan kepala sekolah.


__ADS_2