KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Insting Damar Yang Sangat Teruji.


__ADS_3

10.02.2007


Apakah kamu tahu bahwa semua ini adalah pekerjaan Fajar sendiri yang menyebabkan kecelakaan orang tuamu. Tapi, kenapa kamu lagi-lagi tidak bisa mempercayaiku lagi Lia? Kamu itu dibutakan oleh apa sebenarnya?


“Kenapa kamu mengambil kesimpulan ini? Aku tahu kamu cemburu dan tidak rela ada laki-laki lain memeluk kekasihmu itu.”


“Tapi aku tidak akan berpikiran sejauh itu, jangan berpikir buruk tentang seseorang bahkan juga itu musuh kita, mari kita cari tahu kebenarannya.”


“Setelah itu jika memang terbukti, maka aku tidak akan segan membantumu membuat Fajar cacat, jadi jangan mengambil kesimpulan awal dulu.”


Damar melihat Panca penuh arti, dia tahu jika dalam masalah-masalah tertentu, sahabatnya ini akan menjadi seakan-akan bisa berpikir paling jernih.


“Terima kasih kawan, karena sudah mengingatkanku, kalau begitu aku meminta beberapa bawahanku yang membawahi beberapa tol dan aku akan minta rekaman Kamera Tol yang ada,” ucap Damar.


Dia langsung menghubungi salah satu orangnya dan langsung memberikan tugas itu, dia sekarang bisa lebih berpikir jernih lagi, meskipun hatinya masih saja saja, entah kenapa instingnya mengatakan bahwa itu perbuatan Fajar.


***

__ADS_1


“Damar kamu sudah ada disini, kalau begitu sangat kebetulan sekali, aku sangat sedih ketika mendengar kabar mengenai kedua orang tuaku,” ucap Amelia sambil mencoba memeluk Damar.


Namun sayangnya Damar menghindar, dia masih terbayang bagaimana ketika kekasihnya itu berpelukan dengan orang lain.


“Kenapa? Apakah aku melakukan kesalahan? Kenapa kamu tidak mau memelukku?”


“Bukankah kamu punya Kak Fajar yang sudah memelukmu tadi, aku tidak akan mengganggu lagi.”


“Tapi kalau boleh aku sarankan, berhati-hatilah dengannya, aku tidak akan mengingatkanmu lagi nanti.”


“Apa yang kamu bicarakan Sayang? Kenapa kamu tiba-tiba menolakku begitu saja? Apa yang sudah kuperbuat memangnya? Apakah aku salah? Jika iya, salah dalam hal apa?”


“Kamu akan tahu nanti, selamat tinggal Lia…”


Damar memutuskan hubungan mereka sepihak, hal ini dia lakukan untuk menguji Amelia, apakah dia masih mempertahankan dirinya atau tidak.


Karena dia tadi melihat bagaimana Amelia berciuman dengan Fajar, tepat beberapa saat setelah dia keluar dari ruangan ICU tadi.

__ADS_1


Dengan itu, Damar sudah mantap memutuskan untuk mengakhiri hubungannya yang kurang sehat, bagaimanapun dia tidak bisa lagi mempertahankan kekasihnya yang mau berciuman dengan laki-laki lain.


Damar pergi meninggalkan tempat itu.


“Dia melihatmu berpelukan dan berciuman dengan Fajar. Untungnya sekarang Damar sudah sadar bahwa wanita yang diperjuangkannya sangat buruk, aku lebih mendukungnya dengan Hanna dari pada dengan dirimu.”


“Kamu gampang terbawa suasana, sampai tidak bisa sadar bahwa kami berdua sejak tadi sudah datang dan kamu malah melakukan itu di saat kedua orang tuamu sedang kecelakaan.”


“Dan asalkan kamu tahu, semua hal ini terjadi karena perbuatan Fajar itu juga. Dialah yang menyebabkan kedua orang tuamu kecelakaan dan terimalah semua nasibmu wanita busuk.”


Panca membisikkan sesuatu yang membuat Amelia tidak bisa berkata-kata lagi, dia lalu mengikuti Damar dari belakang tanpa menoleh lagi.


Amelia langsung terjatuh lemas, dia mengakui bahwa tadi hanya terbawa suasana saja, namun dia tidak menyangka bahwa apa yang dilakukannya membuat kekasihnya cemburu dan lebih-lebih sangat marah.


Dalam kebingungannya, dia tidak mengejar Damar dan malah menangis di tempat. Dia menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi, hal itu juga yang membuat hatinya sangat sakit.


“Jangan tinggalkan aku Damar…”

__ADS_1


__ADS_2