KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Wanita Bernama Hanna Handoko.


__ADS_3

12.12.2006


Entah apa yang aku rasakan, tapi baru pertama kalinya setelah sekian lama, aku mengalami jatuh cinta sekali lagi ketika melihat perempuan yang bernama Hanna Handoko, dia sangat perhatian padaku dan terlihat begitu tulus.


“Kalian bertiga diterima disini, selain kalian bertiga silakan yang lainnya untuk kembali ke bagian HRD.”


Damar sudah memutuskan untuk memilih tiga sekretaris baru, dia memilih dua laki-laki dan satu orang perempuan yang menurutnya memiliki karakter yang cukup bagus.


Selain memiliki keahlian dengan skill yang dimilikinya, perempuan itu juga sangat menjaga pakaiannya, dengan menggunakan hijab dan gamis longgar.


Damar sudah terkenal tidak pernah membedakan seseorang dari gaya berpakaiannya. Dia hanya mementingkan skill yang ditubuhkan untuk membantunya, itu saja.


“Karena kalian sudah diterima, aku akan membacakan tugas yang harus kalian lakukan setiap hari.”


“Aku merupakan orang yang teliti, jadi aku bisa tahu jika ada pekerjaan kalian yang belum selesai tepat waktu.”


“Intinya, aku menggaji tinggi kalian karena ingin mendapat waktu tambahan dengan bantuan kalian.”


“Jadi jangan sampai mengecewakanku, jika ada hal yang tidak kalian tahu, bisa langsung tanyakan padaku.”


“Kami paham, Tuan.”

__ADS_1


Damar tersenyum, tanpa sadar matanya dari tadi tidak pernah berhenti melihat Sekretaris Perempuan yang ada di depannya


Entah apa yang dia lakukan, tapi memberikan perintah yang tiba-tiba saja ada di otaknya.


“Kamu dan kamu silakan langsung menuju ruang sekretaris sana, kalian bisa mengerjakan pekerjaan yang menumpuk di sana.”


Damar mempersilakan dua sekretaris laki-laki untuk keluar dari ruangannya.


“Sedangkan kamu akan aku beri tugas baru, karena kamu merupakan lulusan sekolah bisnis, aku ingin mendengar pendapatmu.”


Damar menyuruh sekretaris perempuan itu duduk di depannya dan dia sudah mengeluarkan laptop generasi pertama serta menjelaskan bisnis plan miliknya.


***


Setelah mereka berdua berdiskusi panjang lebar.


“Kamu sangat cerdas Hanna, siapa tadi nama panjangmu. Oh iya, Hanna Handoko. Aku memuji kecerdasanmu.”


“Dengan pikiranmu seperti itu, kenapa kamu tidak mendirikan perusahaan sendiri dan malah bekerja disini?”


Damar penasaran dengan jawaban Hanna.

__ADS_1


“Keluarga saya hanya mampu membiayai saya sampai kuliah saja, sekarang giliran saya yang membantu menyekolahkan adik saya Tuan Damar.”


“Jangankan untuk mendirikan perusahaan dengan biaya yang sangat besar. Terkadang, saya harus banyak berhemat dengan kelangsungan hidup keluarga dan adik-adik saya.”


Hanna Handoko menjawab semuanya dengan apa adanya, dia memang sangat jujur, tapi dia sama sekali tidak berharap dikasihani, karena dia ingin bersaing dengan jujur.


“Jadi yang tertulis di CV milikmu itu benar? Kalau begitu bagaimana jika aku memberi tugas untuk mengembangkan sebuah anak perusahaan dari Baskoro Grup ini?”


“Aku akan memberikanmu gaji sebanyak 3 kali lipat dari menjadi Sekretaris Pribadiku. Jika kamu berhasil, maka kamu boleh mengambil 10% dari keuntungan anak perusahaan itu?”


“Bukan kesepakatan yang buruk bukan?”


Hanna terlihat terkejut bukan main, bagaimana mungkin di hari pertamanya bekerja, dia sudah mendapatkan banyak hal seperti ini.


“Kamu terlihat ragu, tapi biarkan aku memberimu alasan. Kamu sangat baik entah kenapa feeling ku mengatakan bahwa kamu akan sukses dengan anak perusahaan itu.”


“Jangan pernah meremehkan instingku dalam hal ini, sudah banyak orang yang aku pecat, tepat setelah aku bisa membaca karakter mereka.”


“Namun sejak tadi, aku hanya merasakan kehangatan dan ketenangan ketika berbicara denganmu. Aku tidak tahu perasaan apa ini.”


“Jadi bagaimana? Apakah kamu mau mengambilnya?”

__ADS_1


__ADS_2