KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Kecemburuan Damar Kepada Lia!


__ADS_3

01.10.2001.


Kenapa kamu masih tetap bodoh, Lia? Kenapa kamu selalu terjebak di lubang yang sama? Apakah kamu tidak tahu bagaimana rasa sakit yang kamu ceritakan padaku? Lalu kenapa kamu masih saja menerimanya lagi? Maafkan aku, sekarang aku lebih memilih dua sahabatku.


“Kami sudah mengatakan pada keluarga kami mengenai pembagian saham tersebut. Kami tidak akan memilikinya secara percuma kawan, kami akan membeli saham itu darimu,” ucap Panca serius.


“Apa maksud kalian teman-teman?” tanya Damar masing bingung.


“Karena kamu sudah mengembalikan seluruh uang yang disuntikkan keluarga kami selama ini, maka seluruh saham toko-toko ini adalah milikmu seluruhnya dan kami sekarang berperan sebagai investor barumu,” lanjut Gilang.


“Tidak! Bukankah kalian berdua juga ikut dalam membangun kestabilan toko-toko waralaba ini, apalagi nama awalnya dulu adalah GDP, itu inisial dari nama kita.”


“Meskipun sekarang sudah berubah nama menjadi Gamma Mart, karena melihat nama yang lebih masuk akal. Tetap saja Gamma di sana adalah kita bertiga, bukan aku saja,” tegas Damar menolak.


“Kami berdua malah lebih banyak belajar darimu Damar, mulai dari tata kelola, keuangan, manajemen, merekrut orang dan masih banyak lainnya, kami menganggap semua itu adalah pembelajaran untuk masa depan kami sendiri,” jawab Panca.

__ADS_1


“Jadi jangan menolak, kami akan membeli 20 persen saham tiap orang dengan uang sebanyak 200 juta setiap dari kami. Kedua keluarga kami berharap perusahaan ini akan menjadi yang terdepan dalam bisnis ini,” lanjut Gilang meyakinkan.


Panca dan Gilang terus memaksa Damar untuk menerima. Sampai akhirnya Damar mengalah dan menerima semua kebaikan kedua temannya itu.


“Kalian berdua memang sahabat terbaikku, aku berjanji akan menjadikan Gamma Mart ini menjadi raja bisnis waralaba yang ada di Indonesia. Aku tidak akan mengecewakan kalian berdua…”


Damar memeluk kedua sahabatnya itu, alhasil kepemilikan saham sekarang adalah Damar 60%, Panca 20%, Gilang 20%. Dengan ini saja valuasi perusahaan yang memiliki lebih dari 10 toko ini sudah lebih dari 1 miliar. Di masa depan bahkan akan menjadi ratusan kali lipat lebih besar dari hari ini.


***


Keesokan harinya, Damar ingin sekali menceritakan keberhasilan perusahaannya yang sudah memiliki nilai sebanyak 1 miliar pada Amelia.


Amelia selalu mengatakan pada Damar lebih baik fokus pada pelajaran saja tanpa harus melakukan hal-hal yang aneh. Tapi, Damar tetap menceritakannya karena jika Amelia terganggu menurutnya wajahnya begitu lucu dan imut.


Hari indah yang dia tunggu itu harus padam ketika dia sampai di depan sekolah dan tanpa sengaja melihat Amelia yang sedang bergandengan tangan bersama dengan Fajar.

__ADS_1


Fajar yang sudah lulus ternyata masih saja mendekati Amelia dan menurut penglihatannya sekarang, Damar bisa menyimpulkan bahwa keduanya seperti balikan.


“Nanti pulang sekolah, aku akan menjemputmu. Baik-baik ya di sekolah, kita nanti sore akan jalan-jalan,” ucap Fajar sambil melambaikan tangan pada Amelia.


“Oke kak, tunggu aku nanti ya. Kalau begitu aku masuk dulu, bye bye…” Amelia melambaikan tangan lalu masuk ke sekolah begitu saja, tanpa tahu ada Damar yang melihatnya dari kejauhan.


Yang menyadari kehadiran Damar adalah Fajar, karena itu dia sengaja berteriak dan melambaikan tangan pada Amelia barusan untuk membuat Damat panas.


“Ooo … ternyata ada pecundang disini! Bagaimana kabarmu setelah kelulusanku? Aku kira kamu akan mengambil wanita bekasku tadi, tapi kenyataannya kami masih saja bodoh dan tak bisa menjadi pacarnya, menyedihkan sekali,” bisik Fajar yang sudah berada di sebelah Damar.


“Ya setidaknya aku sudah bisa mencari uang sendiri, tidak seperti seseorang yang masih menjadi benalu keluarganya. Bagaimana masih mencoba menghancurkan bisnisku yang sudah besar?”


“Oh sudah tidak bisa ya? Karena aku sudah menyewa banyak satpam dan menjaga. Oh sebentar-sebentar, aku sampai lupa bahwa kamu juga pernah meniru bisnisku tapi berakhir dengan kegagalan, bukan?”


“Dan lagi, apakah kamu mendekati Amelia untuk mengetahui rahasia bisnisku, kalau begitu bisa berharap sampai kiamat saja, karena aku orang yang hati-hati dan tidak akan memberitahukan rahasia itu pada sembarang orang…”

__ADS_1


Damar memberikan beberapa pertanyaan serta pernyataan yang sama sekali tidak bisa dibantah oleh Fajar, meskipun hatinya cemburu dan kesal, dia masih bisa menjaga ketenangannya dan membalikkan keadaan.


“Sial! Kamu masih saja menyebalkan seperti biasanya! Apakah kamu mau kupukul?” tantang Fajar terpancing.


__ADS_2