KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM

KUBIARKAN ENGKAU TERSENYUM
Surprise! Kenapa Kamu Ada Disini?


__ADS_3

30.10.2003


Aku mengunjungi di Stanford untuk pertama kalinya setelah semua kesibukan yang aku alami. Kamu terlihat sangat riang dari kejauhan, sayangnya kamu sama sekali tidak mengharapkan kehadiranku.


Di Stanford, Inggris.


Damar terlihat menenteng sebuah koper ke dalam bagasi taksi, dia berniat menginap di samping kampus kekasihnya itu berada, karena besok dia akan memberinya kejutan.


Sampai di penginapan dia membersihkan diri, lalu dia berniat keluar sebentar untuk membeli beberapa hadiah untuk esok hari.


“Kebetulan sekali aku datang tepat ketika menjelang musim dingin, sangat menyenangkan berada disini.”


Damar berjalan-jalan sendirian di tengah ramainya kota itu, dia mengunjungi beberapa toko yang menarik menurutnya.


“Selamat datang Tuan di Toko Cartier.”


“Ada yang bisa kami bantu Tuan?”


Seorang pelayan sangat ramah mendekat ke Damar.


“Tolong perlihatkan beberapa berlian yang cocok untuk digunakan seorang mahasiswi, bisakah Anda melakukan itu?”


“Tentu saja, Anda memiliki toko perhiasan yang cocok, mari saya antarkan untuk melihat beberapa koleksi kami.”


Setelah berkeliling selama menit, akhirnya Damar memilih sebuah kalung yang menurutnya sangat elegan dan akan cocok dipakai oleh Amelia.

__ADS_1


Lalu dia membayarnya dan keluar dari toko tersebut, dia tersenyum senang memikirkan bagaimana reaksi Amelia besok, dia sangat menantikan hal itu.


***


Keesokan harinya…


Damar sudah memperkirakan bahwa Amelia sudah selesai kelas, dia menunggu di sekitaran fakultas tempat kekasihnya itu belajar.


Beberapa saat kemudian, Damar melihat gerombolan beberapa mahasiswa yang baru saja keluar dari dalam gedung.


Sampai tak sadar mata Damar mendapati orang yang sangat dirindukan olehnya selama beberapa bulan terakhir.


Seseorang yang menjadi pemilik suara yang selalu dirindukan olehnya, lalu Damar mendekatinya tapi…


“Apakah kamu nanti malam kosong Amelia?”


“Bagaimana jika nanti malam kita makan malam bersama?”


“Eh kenapa mengajakku? Apakah pacarmu tidak akan marah?”


“Apa yang kamu katakan Amel, aku sudah putus dengannya dan bukankah selama ini kamu tahu, bahwa aku sudah menyukaimu sejak pertama kali bertemu?”


“Aku sangat menghargai itu David, tapi maaf tiba-tiba aku teringat ada janji dengan seseorang juga, dia kekasihku yang datang jauh dari negara asalku.”


Amelia mengarang bebas, dia hanya ingin menghindari teman satu kelasnya itu.

__ADS_1


“Oh sayang sekali, bagaimana jika di lain hari? Apakah kamu bisa menjanjikannya padaku?”


“Aku akan memikirkannya lagi David, tapi jangan terlalu berharap padaku, kamu sudah tahu bahwa aku sudah memiliki orang yang kucinta bukan?”


“Memangnya kenapa? Bukankah dia adalah temanmu di negara yang jauh itu, tidak mungkin dia datang kesini dan tiba-tiba saja memukulku karena menyukaimu bukan?”


*BUK!


“Kata siapa tidak akan? Bahkan aku sekarang ada disini?”


Damar datang dengan perasaan campur aduk, dengan tangannya yang kokoh dia memukul David hingga hidungnya berdarah.


“Da– Damar, kenapa kamu ada disini?”


“Karena aku ingin memberi kejutan padamu, Lia.”


Damar tersenyum pada kekasihnya itu tanpa memedulikan David yang berdarah di bagian hidungnya setelah dipukulnya tersebut.


“Shit! Apa yang kamu lakukan kawan! Ini negara dengan hukum ketat! Pemukulan ini bisa aku adukan ke polisi dan ingatlah kamu hanya pendatang di negara ini!” hardik David.


“Tenang saja, kamu bebas melaporkanku, bahkan aku siap memenuhi panggilan polisi jika memang hal itu menjadi kenyataan.”


“Tapi satu hal yang harus kamu ingat selamanya, jangan sampai aku melihatmu mendekati kekasihku lagi, atau kamu akan menerima akibatnya.”


Damar berbicara dengan wajah tenang, guratan ketegasan terpancar dari wajahnya itu.

__ADS_1


“Shit! Aku tidak terima ini, mari kita bertarung!”


__ADS_2