
10.01.2007
Kala itu aku sangat percaya kamu sudah bisa melupakan masa lalumu itu dan bisa menerimaku dengan baik. Apalagi aku sangat bangga karena seakan-akan kamu menghindar dari Fajar bajingan itu!
Beberapa hari kemudian…
“Jadi mulai sekarang kamu akan bekerja disini juga?”
“Iya, aku tidak bisa membiarkanmu mendekati kekasihku. Tapi aku akan berjuang dengan adil.”
Hanna dan Amelia terlihat saling pandang dan membenci, keduanya sekarang berada dalam satu perusahaan.
Amelia sendiri sekarang sudah menjadi Sekretaris Baru Damar dan ditugaskan membantu Hanna dalam membangun Perusahaan Baskoro Investasi yang baru.
“Baiklah, yang terpenting sekarang kamu harus mendengarkanku dan aku juga tidak akan segan menyuruhmu melakukan apapun, meski kamu adalah kekasih Tuan Damar.”
“Tentu saja, perintahkan aku apa saja selama masih dalam ruang lingkup pekerjaan.” Amelia terlihat bersemangat, karena memang ini permintaannya sendiri.
***
Jam makan siang.
“Ternyata kamu boleh juga, aku akan mulai sedikit mengubah pandanganku padamu, ternyata lulusan dari Stanford tidak buruk juga,” puji Hanna.
__ADS_1
“Aku juga baru sadar mengenai keputusan Damar memilihmu memimpin anak perusahaan ini, ternyata kamu memang layak dalam posisi ini,” balas Amelia memuji.
“Kalau begitu mari kita pergi makan siang terlebih dulu bersama Damar. Kalau tidak salah temannya yang bernama Panca datang, mari kita kesana,” ajak Amelia sudah menganggap Hanna temannya sendiri.
***
Di sebuah Rumah Makan.
“Panca! Sudah lama sekali aku tidak melihatmu, bagaimana kabarmu sekarang?” tanya Damar langsung merangkul sahabatnya itu.
“Ya begini saja, tidak ada yang berubah dari penampilanku. Apalagi dengan kehidupanku, kamu sendiri bagaimana? Aku dengar kamu memiliki wanita lain ya? Lalu bagaimana dengan Lia?” tanya Panca menggoda Damar.
“Itu hanyalah kabar burung saja, aku masih menjalani hubungan dengan Amelia. Apakah kamu kembali kesini untuk menemui Gilang juga? Mari kita hibur dia dan ajak dia berkeliling, dia sudah lama sekali tidak keluar dari pondok,” ucap Damar mengubah topik.
“Eh kalian berdua sudah sampai, Hanna perkenalkan ini Panca. Panca ini Hanna, dia adalah orang yang memimpin perusahaan investasi yang aku bicarakan waktu itu,” ucap Damar memperkenalkan.
Hanna dan Panca kemudian berkenalan, lalu mereka semua makan siang bersama dan dilanjutkan dengan mengobrol ringan.
***
“Kalau begitu kami akan bekerja kembali, kalian berdua lanjutkan saja ngobrolnya…” Amelia dan Hanna meninggalkan Damar dan Panca.
Namun ketika kedua perempuan itu berjalan keluar dari Rumah Makan, seorang laki-laki menggunakan jas hitam dan cukup tampan menyapa Amelia.
__ADS_1
“Lia…”
“Kak Fajar…”
“Bagaimana kabarmu selama ini Lia?”
“Baik, Kak Fajar. Kak Fajar sendiri bagaimana?”
“Aku baik, kamu sekarang sedang bekerja ya? Apakah aku mengganggu waktumu?”
Amelia hanya mengangguk.
“Kalau begitu maaf … bolehkah kita bertukar nomor? Kapan-kapan aku ingin mengajakmu makan malam? Apakah boleh?”
“Jangan macam-macam dengan Lia. Dan aku ingatkan, dia sudah memiliki kekasih, jadi aku tidak peduli dengan apakah kalian mengenal satu sama lain, tapi aku hanya memberi peringatan saja.”
Hanna terlihat risih, dia melakukan ini semua karena tidak mau Damar kecewa saja. Apalagi ketika melihat ekspresi Amelia yang malu-malu, dia semakin yakin, bahwa keduanya memiliki hubungan di masa lalu.
“Siapa kamu, apakah kamu layak memotong pembicaraan orang lain?” bentak Fajar.
“Sudah Kak Fajar. Dia adalah atasanku, dia juga melakukan ini semua karena menjaga nama baik kita berdua. Jadi selamat tinggal, aku tidak bisa memberitahukan nomorku,” ucap Amelia sambil berjalan pergi.
“Aku ingat kamu berasal dari keluarga Ganendra dan kami berasal dari Baskoro Grup. Jadi kita adalah musuh, jangan sekali-kali mendekati Amelia! Ingatlah ini!” Hanna ikut pergi begitu saja.
__ADS_1
“Sial! Kedua wanita itu sangat jual mahal, apalagi kamu Amelia! Aku sudah pernah menikmati tubuhmu! Jadi, sekarang kamu tidak bisa melakukan ini padamu, aku akan membuat perhitungan denganmu!”