KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
SEKTE HIO DARAH


__ADS_3

Zou Kim terus berjalan mengiringi kasim istana, setelah beberapa waktu, akhirnya mereka tiba di depan sebuah gerbang setinggi 3 meter dan memasukinya tanpa halangan, para prajurit penjaga malah memberikan hormat kepada mereka. Akhirnya Zou Kim melihat sebuah Paviliun bertuliskan "Naga Emas". " Ini kediaman yang mulia raja" kata sang kasim. Kasim terus mengajak Zou Kim memasuki bangunan megah itu. hingga diruang tengah yang begitu megah.


" Lapor Yang Mulia, hamba telah membawa tuan muda Zou Kim seperti titah Yang Mulia". "Baiklah....kamu boleh kembali" setelah bersujud kasim itupun undur diri. " bagaimana kabar mu beberapa hari ini anak Kim.?" Tanya Raja Dong. " Keponakan merasa nyaman dan sangat baikkan dengan fasilitas dan pelayanan yang ada paman." Kamu jangan berkecil hati anak Kim, mengingat sejak kedatangan mu, baru sekarang empek mengundang mu kemari, empek bukan tak peduli, tapi karena hubungan keluarga harus bisa kita pisahkan secara tegas dengan kepentingan negara". " sudahlah Empek Mu...keponakan mu tidak merasa risih dengan hal demikian. Yang membuat ku risih justru karena belum bertemu dengan kaka' Bei.


"Aku sudah disini adik ku yang baik.." seorang ramaja yang lumayan tampan dengan balutan pakaian biru langit terlihat berusia 21 tahun melangkah mendekat. " wah kaka' Bei semakin tampan saja" kata Zou Kim. Beberapa waktu kemudian seorang wanita paruh baya yang anggun juga terlihat mendatangi diiringi 4 orang dayang. " Hormat keponakan kepada Bini Lin" "Anak Kim, maafkan bibi, karena baru bisa menemui mu, lagipula kalian begitu sibuk rapat dan seminggu ini, kata empek mu bahwa anak Kim sedang tidak mau terganggu" Kata wanita itu yang bukan lain adalah Ratu Kerajaan Dong, Ouyang Lin.


Pertemuan keluarga ini berlangsung hingga sore hari, setelah Yang Bei memberi beberapa petunjuk kepada adiknya, barulah Zou Kim kembali ke paviliun tamu. Pada waktu Yang Bei mengetahui kemampuan adiknya, ia baru akan merasa takjub dan terpana.

__ADS_1


Di atas sebuah bukit yang bernama bukit Pinus, dalam areal yang tidak begitu luas berdirilah sebuah Sekte. Sekte yang belakangan ini membuat Raja Dong resah. Pada hari itu, di sebuah ruangan yang lumayan megah, duduk melingkar 5 orang yang rata rata berusia 55 sampai 60an tahun.


" Hemmm jadi mereka sedang berupaya membuat aliansi dan tidak akan menggunakan pasukan untuk menggempur kita ya.?" kata seorang pria paruh baya dengan pakaian merah kehitaman. " menurut keterangan pengumpul berita kita memang seperti itu ketua.! jawab seorang pria dengan costum Merah tua keabuan. Hari itu adalah hari khusus yang ada di Sekte Hio darah untuk membuat persiapan.


" Tetua Han Tian, bagaimana persiapan mu terhadap para murid dan anggota kita.? " murid kita sampai hari ini berjumlah 700 orang pada tingkat Bumi dan Angin ketua, ditambah 50 orang murid utama tingkat langit, serta 20 orang tingkat Bintang awal dan menengah. seluruhnya berjumlah 775 termasuk kita berlima". "Hemmm...Si Yang Mu terlalu meremehkan kemampuan kita bahkan kalau ia tau bahwa kita punya kekuatan yang mampu meratakan sebuah klan hanya dalam 5 jam dia pasti akan berpikir ulang"...hahahaha...terdengar tawa keras menggema di ruangan itu. Persiapkan diri kalian semua, kita akan sambut serangan mereka secara terbuka. Bahkan..jika Yang Mu muncul, habisi pula sekalian. Agar kendali kerajaan akan kita ambil alih.


Kembali ke Istana#

__ADS_1


Hari ini adalah hari ke 30 sejak pertemuan terakhir dilaksnakan oleh Raja Dong. terlihat 3 orang Ketua Klan masing masing duduk berempat dengan ketua klan Yang, Yang Mu sang raja, Ketua Klan Fei, Fei Chen" Ketua Klan Yun, " Yun Gho" Ketua Klan Zou, " Zou Kun" mereka sedang menghadapi hidangan diriringi sela tawa dan obrolan mereka.


Seperti telah disepakati pada pertemuan sebelumnya, bahwa masing masing klan membawa 13 orang termasuk ketuanya, sehingga Zou Kun datang bersama 8 orang anggota terbaiknya, Fei Chen, Yun Go juga datang dengan mempertimbangkan tetua dan jenius klannya yang sudah di istana terlebih dahulu. Sedangkan Yang Mu Raja Dong mempersiapkan 13 orang termasuk pula dirinya sendiri." Pengawal, panggilkan Jendral Yang Zin untuk menghadap kepada ku" baik yang mulia kata pengawal langsung beranjak pergi.


Beberapa waktu kemudian Seorang pria dengan seragam militer Angsa Emas datang menghadap. ia langsung bersoja kepada raja dan mengambil tempat duduk." Jendral Zin, persiapkan 1000 orang prajurit terlatih, utamakan mereka yang sudah memasuki tahapan kultivasi!!" baik yang mulia, hamba akan persiapkan sekarang" jawab jendral Zin kemudian ia pamit untuk melaksanakan printah rajanya.


Kembali ke Paviliun tamu, Zou Xi dan tetua klan lainnya begitu bahagia menyambut kedatangan anggota dan tetua sekte mereka..bahkan ketua sektenya langsung mendapatkan kamar dengan pelayanan istimewa. Rencana penyerangan dan strategipun mulai diatur oleh Raja Dong, Menteri dan para ketua dan tetua klan Zou, Fei dan Yun. Akhirnya waktu keberangkatan untuk operasi telah ditentukan dua hari kemudian. Operasi tersebut adalah operasi terbuka yang langsung menuju bukit Pinus dan menghancurkannya.

__ADS_1


Semua prajurit, ketua, tetua dan anggota klan yang tergabung dalam operasi, di istirahatkan disertai sumberdaya dan makanan yang enak enak. Sebaliknya Zou Kim yang saat itu berada di tempat gurunya sedang membahas terkait rencana perlindungan dan penyelamatan yang akan mereka lakukan."Anak Kim..!! kita harus waspada pada saat penyerangan nanti, sebab informasi yang kita dapatkan terkait keadaan lawan kita terlalu minim. Sementara perang terbuka tidak akan dimenangkan tanpa informasi informasi akurat". Aku meminta mu utamanya menyelamatkan ayah mu, paman mu dan para tetua lainnya apabila terjadi sesuatu yang diluar dugaan kita." Tapi bukankah kita dapat menghadapi mereka bersama guru, karena menurut kabar yang beredar tingkatan Bintang Cahaya di Benua Timur saat ini mungkin hanya kita berdua" jawab Zou Kim." Jangan membantah anak Kim, Hio Darah adalah satu satunya sekte yang muncul tanpa kita ketahui asal usulnya. Pada akhirnya guru dan murid itu tenggelam dalam lamunannya masing masing.


__ADS_2