KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
LIMA BESAR


__ADS_3

Pertarungan dalam memperebutkan posisi 5 besar masih berlanjut di 4 arena, setelah sebelumnya Sui Kang keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan Kim Hong dari Sekte Lonceng Emas dengan sangat susah payah. Setelah ia dinyatakan menang, ia langsung turun dari arena dan segera menuju ruang pengobatan khusus. Dia memiliki ambisi besar untuk dapat bertarung kembali guna memperebutkan posisi pertama. Segala sumber daya yang ia miliki telah ia telan untuk mempercepat proses penyembuhannya. Ia sudah tidak peduli lagi akan efek samping dari penggunaan pil penyembuh dan pemulih yang ia miliki. Asalkan bisa prima kembali, maka hal lain bukan masalah baginya. Begitulah manusia dengan sekelumit ***** yang menguasainya.


Diantara sisa 4 arena yang masih mencari pemenang, arena 5 menjadi arena yang tidak begitu menarik perhatian. Bu Xiong sempai begitu lamanya masih mempermainkan Whu Shi San. Saat ini Bu Xiong berumur 30 tahun sedangkan lawannya ia taksir berusia 18 sampai 19 tahun.


"Anak Bawang, kenapa serangan mu dari tadi hanya serangan tangan kosong tidak berarti seperti itu, Aku jadi meragukan bagaimana kamu bisa sampai ke tahap ini" ledek Bu Xiong


"Kamu jangan banyak omong, justru kamu yang dari tadi tidak serius maka aku mengikuti gaya mu saja" jawab Whu Shi San. Mendengar jawaban itu, berbalik Bu Xiong yang sedikit terpancing.


"Baik kalau memang seperti itu maumu, maka jangan mengatakan nanti aku kejam terhadap lalat seperti mu" hardik Bu Xiong.


"Energi Kelabang Ungu, 100 tendangan beracun, terima ini, hiyaaaa" seru Bu Xiong melepaskan serangannya kearah Whu Shi San.


Jiang Wan berempat mulai ketar ketir dan tidak tenang melihat banyaknya bayangan kaki yang mengarah ke saudara mereka. Sebaliknya Whu Shi San malah terlihat tersenyum.


"Tubuh Dewa Agung, Langkah Semu" gumamnya sembari menghindari serangan lawan.


Bu Xiong terkejut melihat seranganya yang hanya berhasil menendang bayangan saja. Dari terkejut, ia jadi geram terhadap lawannya yang mampu menghindari serangannya.


"Aku mau lihat, kemana lagi kamu bisa menghindar setelah arena ini aku tutupi. Selain lari keluar arena aku tidak akan memberikan mu pilihan lain" dalam hati Bu Xiong membuat rencana menyerang dengan teknik terlarang yang bisa saja membuatnya menang dengan mudah. Meskipun ia sadar bahwa kemenangan akan membuatnya membayar mahal dengan berkurangnya esensi darah yang ia miliki.


"Energi Kelabang Ungu, Teknik Memanggil Arwah, Kabut Arwah Siluman" Bu Xiong menggigit ujung jarinya sampai berdarah. Huppp..dari bagian tubuh Bu Xiong perlahan mulai mengepul uap putih yang terus membumbung kelangit sampai ketinggian belasan meter, sedangkan arena sudah ditutupi semua pandangan para penontonpun tidak mampu menembus pandangannya kedalam kabut.

__ADS_1


Pelaksana pertandingan membuat array pelindung seluas 1 meter khusus untuk dirinya sendiri. Dia bisa melihat dengan nyata apa yang terjadi diluar arai pelindungnya, Puluhan arwah terbang dengan bersenjatakan pedang ditangannya dan mengelilingi seluruh arena. Bu Xiong masih memejamkan mata dan melipat tangannya sambil terus mengedarkan persepsinya untuk melacak keberadaan lawan. Tetapi semakin dicari dan ditunggu, lawan masih tidak kelihatan sama sekali. Jangankan Bu Xiong, Pelaksana di arena 4 yang telah mencapai tingkat Galaxy puncak juga tidak menemukan keberadaan Whu Shi San.


"Apakah anak itu sudah melarikan diri dari arena ini ya" gumam Pelaksana arena 4.


Disis lain, Bu Xiong merasa esensi darahnya semakin menurun akibat 10 menit melepaskan Teknik pemanggilan arwah yang ternyata belum juga membuahkan hasil. Dengan penuh rasa penasaran akhirnya ia menarik kembali kabut arwah dengan teknik yang ia miliki. Perlahan kabut mulai terserap balik oleh tubuh Bu Xiong hingga dalam waktu 2 menit semuanya telah kembali normal.


Pelaksana pertandingan juga perlahan melepas kembali array yang sebelumnya ia buat untuk berlindung.


"Kauuu...ternyata ada disitu.." tunjuk Bu Xiong kearah pelaksana pertandingan yang malah membuatnya heran. Demikian pula pandangan beberapa penonton. Mereka rata rata menatap kearahnya. Akhirnya si Pelaksana sadar akan suatu kemungkinan dan ia memutuskan untuk berbalik secara perlahan. Begitu melihat apa yang ada di belakangnya, ia jadi kaget dan sedikit merasa takut.


"Baaaaa,,bagaimana mungkin bisa ada orang dibelakangku tanpa aku ketahui" gumamnya.


Whu Shi San melangkah maju ke depan melewati Pelaksana pertandingan.


"Bagaimana Tuan Bu Xiong, apakah teknik simpanan mu telah habis, teknik memanggil arwah adalah teknik yang tidak seharusnya kamu lakukan, karena sajak menggunakannya, aliran darah mu perlahan akan habis oleh para arwah penasaran yang telah kau panggil" kata Zou Kim yang membuat Bu Xiong menjadi emosi dan tidak terima di gurui dan di permainkan. Tetapi sebelum ia melakukan serangan lagi terhadap lawannya,


" Energi Pedang Iblis, Iblis Membakar Semesta" hiyaaaaa teriak Jian Hun melepaskan serangan terkuat yang ia miliki untuk mengalahkan lawannya. Pedang miliknya mengeluarkan api berwarna kebiruan yang agak samar.


"Energi Es, Pedang Naga Es, Teknik Naga Es Membekukan Langit" haitttt balas Bing Hay Ling..


Tarangggg Tranggg Trangg...benturan pedang mereka membuat penonton mengalihkan pandangan ke arena yang mereka tempati.

__ADS_1


"Tinju Iblis Penghancur Surya" Buggggggg bragggg...aihhhhh..


Nona Bing telah berusaha menahan kekuatan pedang lawannya dalam keadaan imbang, tetapi sedikit celah pertahanan yang lowong telah dimanfaatkan dengan baik oleh lawannya, sehingga ia harus menerima kekalahan setelah dada kirinya terkena tinju lawan dan membuatnya terdorong mundur 7 langkah. Tanpa dapat ditahan, seketika ia memuntahkan darah.


Pelaksana pertandingan di arena 1 langsung mengangkat tangannya dan mengumumkan bahwa Jian Hun dari Sekte Pedang Iblis dinyatakan sebagai pemenang.


Berselang 4 menit kemudian Nona Ow Hoa Yin telah mempersiapkan serang pamungkasnya.


"Energi Dewa Kematian, Pedang Pana Penghancur Sukma" hiyaaa pedang Nona Ow berubah menjadi cahaya bening sepanjang 1 meteran dan lebar 30an senti langsung mengarah kepada Ham Gi.


"Pedang Halimun, Hanya Halimun di Dunia" Wusssshh tubuh Ham Gi tidak lagi kelihatan, tiba tiba pedang nona Ow terlempar dan pada lengan kanannya telah bertambah luka goresan meskipun tidak begitu dalam. Atas hasil tersebut, Pelaksana arena 5 sontak mengumumkan Ham Gi sebagai pemenang.


"Energi Kelabang Ungu, Gigitan 1000 Kelabang" Winggg..Bu Xiong mencabut pedang dan menyerang lawannya yang kebetulan membagi perhatian ke arena lain.


"Hahhh..Langkah Semu" Whu Shi San buru buru berpindah tempat dengan mulus menghindari serangan mendadak lawannya. Gagal dengan serangan itu, Bu Xiong sudah semakin lemah dengan esensi darah semakin berkurang. Tanpa mendapat serangan balasan, ia akhirnya jatuh pingsan. Dengan demikian, maka ia dinyatakan kalah.


Perebutan 5 besar terakhir di menangkan oleh Zuan Long dari Sekte Pedang Matahari. Hasil itu membuat banyak pendapat berbeda dari berbagai kalangan.


Ketua pelaksana, Ow Yang Biow mengumumkan bahwa pertandingan kembali akan dilanjutkan keesokan harinya karena ada perubahan rencana yang di Sampaikan Oleh Yang Mulia Raja Ow. Setelah pengumuman, semua penonton dan peserta perlahan kembali ke penginapan, penampunang dan lainnya untuk beristrahat sekaligus makan siang.


Banyak diantara mereka yang tidak puas atas kemanangan di arena 4 yaitu Whu Shi San. Anggapan mereka Whu Shi San meraih kemenangan hanya karena nasib saja. Padahal mereka tidak tahu apapun.

__ADS_1


__ADS_2