KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
PERTANDINGAN PUNCAK 2


__ADS_3

10 orang yang sebelumnya telah mendapatkan nomor urut, kembali mengambil undian kedua untuk menentukan siapa yang akan menjadi lawan mereka masing masing. Berdasarkan hasil undian akhirnya ditetapkanlah nama nama yang akan bertarung di 5 arena.


Arena 1, Jian Hun dari Sekte Pedang Iblis menghadapi Bing Hay Ling dari Klan Bing.


Arena 2 Zuan Long Sekte Pedang Matahari berhadapan dengan Nam Pek dari Sekte Pengemis.


Arena 3 berhadapan Sui Kang dari Klan Sui menghadapi Kim Hong dari Sekte Lonceng Emas.


Arena 4 Whu Shi San menghadapi Bu Xiong dari Sekte Kelabang Ungu dan


Arena 5 Ham Gi dari Gunung Halimun menghadapi Nona Ow Hoa Yin dari Klan Ow.


Bunggg..Bunggggg..suara tambur penanda pertandingan dimulai telah berbunyi dan kelima arena mulai memanas dengan pelepasan tingkatan masing masing. Ternyata kesepuluh petarung tersebut setelah menghadapi lawan yang mereka anggap berat, kini telah melepas kekuatan puncaknya yang semuanya berada pada tingkatan Galaxy awal.


Dibarak penonton terlihat masing masing dari mereka memberikan sorak semangat kepada perwakilan masing masing, tidak terkecuali dengan Jiang Wan berempat. Sebaliknya Hue Lui Patriak Sekte Kelabang Ungu justru mendungus penuh ejekan mendengar sorak semangat mereka.


"Teknik Dewa Pengemis, Menggebah Iblis Langit, Haitttt...teriak Nam Pek melakukan serangan kepada Zuan Long. Merasa sudah mulai diserang dengan teknik berat, Zuan Long juga mulai unjuk kemampuannya.


"Energi Pedang Matahari, Teknik Pedang Surya Menerangi Jagat hiyaaaa..trang trang..tringgg... dentingan pertemuan pedang dan tongkat terjadi begitu cepat.


Nam Pek dan Zuan Long sama sama tersurut mundur akibat benturan kekuatan mereka. Dalam pertemuan senjata tersebut, Nam Pek boleh terhitung menang karena tangan Zuan Long sedikit merasa tergetar. Hal itu wajar saja karena senjata Nam Pek memiliki bobot lebih berat dari senjata yang digunakan Zuan Long.


"Aku harus banyak menghindari pertemuan senjata dengannya" batin Zuan Long.


Diarena kelima tersaji pertarungan seru antara Nona Ow Hoa Yin melawan Ham Gi dari Gunung Halimun.

__ADS_1


"Teknik Dewa Kematian, Tapak Berantai Pencabut Nyawa, Haittttt.." Nona Ow melakukan serangan untuk mengukur energi Qi lawannya.


Melihat lawan belum menggunakan pedang, Ham Gi juga tidak berniat menarik keluar pedangnya.


"Energi Halimun, Halimun menelan Gunung, Ham Gi menyuarakan tekniknya.


Braggg...Buzzzz benturan kedua pasang telapak mereka membuat Nona Ow merasa heran karena daya serangannya yang mengandung energi Yang ternyata seolah besi dicelupkan ke air dan tidak berdampak apapun kepada lawan. Kemudian keduanya sama sama melompat mundur beberapa langkah. Sejauh ini mereka masih kelihatan berimbang, tetapi dimata para ahli seperti Raja Ow Yun Ping yang juga merupakan Ketua Klan Ow, semua itu tidak dapat ditutupi. Ia menyadari bahwa Ham Gi masih memberi muka kepada Ow Hoa Yin.


"Siapa sebenarnya orang ini ?" Ketua Klan Ow membatin.


"Pedang Iblis, Ratapan Iblis Malam" Wuunggggg.. Wuzzz.. wuzzzz.. suara mendengung yang dihasilkan oleh pedang milik Jian Hun dengan tingkatan Galaxy Awal, membuat telinga beberapa penonton terasa pekak dan perih.


"Hahhh...Pedang Es, Prisai Es Baja" teriak nona Bing berusaha menghalau serangan lawannya. Sedangkan pelaksana diarena 1 telah membuat array untuk melindungi penonton terdekat dan terlemah dari dengung pedang Jian Hun.


Dengan napas agak terengah, Jian Hun mendarat dan kembali melepaskan serangan berikutnya.


"Pedang Iblis, Iblis Menggempur Langit" dengan gaya penyatuan pedang, tubuh berikut pedang Jian Hun meluncur melakukan tembakan tepat kearah pertahanan Bing Hay Ling. Melihat serangan itu, Nona Bing sadar bahwa pertahanannya akan bobol, maka ia mengubah inisiatif bertahan dengan membalas serangan.


" Pedang Es, Kehancuran Gunung Es" seru Nona Bing disusul dengan gaya memotong untuk menangkis dan memberikan serangan balasan kepada lawannya.


Pertarungan yang terjadi diarena 3 juga tidak kalah serunya, Sui Kang yang menghadapi Kim Hong dari Sekte Lonceng Emas masih sama sama bertahan dalam pertukaran teknik yang sudah lebih dari 60 kali.


"Elemen Tanah" whuzzz..tanah dan bebatuan yang ada dalam jarak 5 meter dari arena 3 mulai beterbangan keatas langit.


"Hujan Kematian" seru Sui Kang melepaskan kekuatan andalannya.

__ADS_1


Kim Hong melihat bebatuan yang terbang kelangit dan bersiap untuk menghujaninya akhirnya tidak memiliki pilihan lain.


"Jika aku tak mampu menahan serangan ini, maka aku pasti akan kalah dengan telak. Baik akan kupertaruhkan segalanya"


"Teknik Pengendali Suara" Terompet Pemusnah" Perut Kim Hong tiba tiba mengembung sampai hampir 1 meteran dan


Aunggg......suara auman menyerupai suara terompet mengarah kehujan batu dan tanah yang akan segera menindih Kim Hong.


Meskipun kekuatan suara yang dikeluarkan Kim Hong mengarah kepada bebatuan yang sedang turun dengan deras kearahnya, tetapi banyak diantara penonton yang seketika jatuh pingsan dan sebagian telinganya berdarah akibat keterlambatan Pelaksana membuat array pelindung dan pembatas arena.


Kembali ke arena 3, Sui Kang yang pada saat itu masih berada dilantai arena untuk mengendalikan serangan elemen tanahnya merasa tergoncang keras oleh suara yang dilepaskan Kim Hong. Tanpa ia sadari bagian dalamnya telah mengalami luka yang cukup serius. Tetapi melihat suara itu tiba tiba berhenti, sementara bebatuan yang ia kendalikan dilangit belum semuanya musnah, akhirnya ia meneruskan serangannya dengan sisa sisa kekuatan yang ia miliki.


" Hujan Kematian, Hiyaaaaa" Kim Hong kelihatan pasrah setelah semua energinya telah ia keluarkan untuk menghalau serangan lawan namun ia tidak mampu juga menjatuhkan lawannya.


"Anak Hong menjauh dari sana" teriak Suara parau yang langsung melesat kumudian terdengar suara parau itu lagi.


"Lonceng Pelindung Dewa" kemudian muncul seluet lonceng besar melimdungi tubuh Kim Hong. Brugggggg brugggg..suara benturan bebatuan yang menimpa lonceng tersebut.


Kim Hong berhasil selamat dan tidak mengalami cidera berat, hanya sedikit luka dalam akibat memaksakan melepaskan teknik pengendali suara. Sebaliknya Sui Kang terhempas jatuh di lantai arena. Ia berusaha duduk dan menatap kepada pria tua yang telah melindungi lawannya. Kemudian ia memejamkan mata untuk memulihkan sebagian kondisinya.


"Patriak Sian, Untuk apa kamu harus ikut campur" tegur pelaksana kepada Patriak Sekte Lonceng Emas yang bernama Te Gi Sian.


"Maaf pelaksana, aku terpaksa harus melindungi murid ku" jawabnya dengan sedih atas kekalahan muridnya.


Dengan begitu, pelakasana akhirnya menyatakan Sui Kang keluar sebagai pemenang dan berhak melanjutkan pada babak 5 besar. Sui Kang adalah petarung yang meraih kemenangan pertama pada babak puncak hari itu.

__ADS_1


__ADS_2