KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
RENCANA MENUJU BENUA BARAT


__ADS_3

Sampai menjelang Fajar, pembicaraan antara Zou Kim dengan Cang Guang masih berlanjut. Kesimpulannya mereka sepakat untuk menghalau kekuatan Benua Barat dengan menggabungkan kekuatan Benua Timur dan Benua Tengah.


" Zou Muda, aku tidak ingin martabat ku diinjak injak oleh bangsa lain. Jadi aku berharap meskipun peluang menang kita terlalu minim, tapi berjuang adalah kewajiban sejati kita sebagai Kultivator"


"Cang Tua benar..kita memiliki martabat sebagai seorang kultivator, jadi..aku akan selalu mendukung mu Cang Tua..meskipun harus bertaruh nyawa"


" Terimakasih saudara ku, lalu apa rencana mu sekarang" tanya Cang Guang.


"Aku akan kembali ke Klan ku dulu untuk mempersiapkan segala sesuatu dalam menghadapi pertarungan melawan Benua Barat tujuh bulan kedepan..!!


" Baiklah jika memang demikian Zou Muda. Lalu kapan rencana mu kembali.?


" Aku kembali pagi ini juga, mumpung belum terang. Sekalian aku pamit kepada Cang Tua.." jawab Zou Kim


Mereka berdua berpelukan dan berpamitan...dengan akrab.


Zou Kim langsung terbang dengan kecepatan tinggi. Setelah matahari menjelang fajar, ia turun untuk mengganti kostum dan melanjutkan perjalanannya kembali melalui daratan.


Ia menikmati perjalanannya dengan santai sampai memakan waktu belasan hari. Pada hari ke 12 ia tiba di Klan Zou.


Suasana Klan Zou masih sama seperti biasanya. Zou Kim tiba di Klannya pada waktu masih gelap tetapi sudah menjelang fajar. Kebetulan pada malam harinya ia menggunakan kemampuan terbang sehingga tidak satupun yang mengetahui kalau ia telah kembali dan berada di Klan.


Zou Kim memasuki Paviliunnya, membersihkan diri dan memulihkan kekuatannya selama 2 batang pembakaran Hio. Sampai menjelang waktu sarapan ia mendatangi Paviliun Cemara untuk menemui ayah, ibu dan adiknya.


Ia mendapati ayah, ibu dan adiknya Zou Ye sedang sarapan.


"Kim gege..!! seru Zou Ye


"Ehh Kim Er..sejak kapan sudah kembali kemari, kenapa tidak mengabarkan kami, tahu tahu sudah nongol.? Tanya Yang Yin ibunya.


" Aku baru tiba hari pagi ini ibu.." jawab Zou Kim langsung memeluk ibu, adik dan ayahnya.


Keluarga Kecil Zou melanjutkan makan sambil bercakap cakap melepas rindu dengan anak sulungnya.


Selepas acara makan, Zou Kim meminta ayahnya untuk berbicara berdua.


" Ayah...ijinkan aku untuk mengajak ayah membicarakan hasil perjalananku ke Benua Tengah, karena banyak hal penting yang membutuhkan pertimbangan dan keputusan ayah.!!


" Baiklah..tetapi kita bisa melakukannya nanti malam saja, agar tidak ada yang mengetahui aktifitas kita,"


Pada malam hari sesuai perjanjian keduanya ayah dan anak, terlihat memasuki Paviliuan pustaka yang ada di Klan Zou. Seorang Pria penjaga perpustakaan yang berusia sekitaran 48 tahun langsung memberi hormat.

__ADS_1


" Zou Mang memberi hormat kepada Ketua Klan"


"Sudah jangan berlebihan, kau jaga tempat ini..karena ada beberapa hal yang aku bahas bersama bocah ini..!! perintah Zou Kun.


" Baik ketua..siap terima perintah.!! seru Zou Mang dengan semangat.


" Hey paman Mang..bagaimana keadaan mu..?


" Terimakasih tuan muda, aku baik baik saja..!! jawab Zou Mang tersenyum.


Zou Kun dan Zou Kim memasuki ruang baca paling belakang perpustakaan kemudian ayahnya memutar sebuah buku yang berwarna coklat dan tidak begitu tebal 90 derajat ke kanan. Tiba tiba rak buku terbelah menjadi pintu menuju ruang bawah tanah yang berbentuk persegi seluas sekitaran 10 x 7 meter. Didalam ruangan itu terdapat beberapa pusaka level Master dan sedikit tumpukan emas Klan Zou serta meja, kursi tempat tidur dan lainnya.


" Wah...sejak kapan klan kita memiliki ruangan ini ayah.? tanya Zou Kim.


" Sebetulnya ruangan ini telah dibangun pada periode kedua nenek moyang kita, tepatnya 300 tahun lalu.


Tetapi jika bukan hal penting ayah tidak akan memberitahukan mu, sebab hanya ketua klan saja yang mengetahui rahasia ini" ujar Zou Kun kepada anaknya.


" Sekarang, bagaimana hasilmu di benua tengah kemarin..??


" Justru inilah hal hal penting yang ingin aku sampaikan kepada ayah.!!


" Alhasil kami saling mengangkat saudara dengan panggilan yang telah kami sepakati bersama."


" Jadi ternyata, alasan penyerangan yang dilakukan ke Benua Timur termasuk klan kita, hanya semata mata agar kita mau bersama mereka menghalau serangan Benua Barat,"


"Hah..hanya dengan alasan sesederhana iti Kim Er," Zou Kun sedikit belum bisa percaya.


"Iya ayah, jadi sekarang aku mengharapkan ayah mau membawa Beberapa tetua kita untuk membantu Cang Tua bahkan kerajaan Wei dari serangan Benua Barat"


" Jika kita tidak memiliki pilihan lain, maka aku akan memenuhi permintaanmu Kim Er, tetapi aku rasa..,"


" Apa ada saran yang lebih baik menurut ayah untuk mengatasi masalah ini..?


" Jika ayah memiliki jalan terbaik, maka aku akan memikirkannya kembali,"


" Kim Er, maaf jika ayah harus memberikan saran yang mungkin akan terkesan kalau ayah pengecut atau sebagainya. Sebab ayah pikir, bukankah labih baik jika kamu berdua dengan saudara tua mu untuk melihat dulu kekuatan mereka,? Harap Zou Kun.


" Aku bisa mengerti apa yang ayah maksud. Oleh karena itu maka sebaiknya aku mungkin harus bicarakan hal ini bersama Cang Tua,"


" Itulah yang ayah maksud, bahkan dengan kekuatan gabungan kalian, mungkin saja kalian bisa melumpuhkan salah satu orang kuat yang ada disana,"

__ADS_1


"Hal itu tentu akan lebih baik karena mengurangi lawan yang akan kita hadapi,"


" Kalau begitu, malam ini juga aku akan berangkat kesana ayah,"


"Lohhh..kenapa harus mendadak begitu Kim Er, tidakkah kamu ingin menemui ibu dan adik mu dulu,"


" Semuanya bisa ayah bereskan untukku kan" Zou Kim bergegas keluar dan langsung melesat tinggi menuju Benua Tengah.


" Saat pajar masih merona, Zou Kim telah tiba 2 dua Li dari gerbang Sekte Bintang Dewa"


" Cang Tua, aku menunggumu diatas bukit dua li dari sekte mu"


panggilan ini jelas terdengar oleh Cang Guang Pelindung Skete Bintang Dewa"


Sebuah bayang tiba tiba telah datang dengan cepat kehadapan Zou Kim.


"Zou muda, cepat sekali kamu kembali, tadinya ku pikir kamu akan kembali lima atau enam bulan ke depan" Ucap Cang Guang dengan lembut sambil memeluk saudaranya.


"Cang Tua, aku kembali tanpa henti terbang dari benua ku kemari hanya untuk menyampaikan pesan dan saran dari ayahku"


"Hemmm apa itu saudaraku" tanya Cang Guang.


" Kita harus menuju Benua Barat untuk mengukur kekuatan sesungguhnya dari lawan, Pepatah bilang tau lawan tau diri sendiri maka 100 perang akan kita menangkan"


Cang Guang masih kelihatan berpikir akan ucapan yang disampaikan saudaranya.


Note : Para reader..!!!


Tingkatan kemampuan senjata :


1. Level Batu


2. Level Besi


3. Level Baja


4. Level Master yang mampu merespon Qi penggunanya


****5****. Level Bintang


6. Level Dewa( ****Pedang Shi Jian****)

__ADS_1


__ADS_2