
Pertarungan antara Yu Jin dan Suan Tek masih terus berlangsung, diantara semua pasang mata yang menonton, kebanyakan tertuju kearah pertarungan mereka berdua. Bagaimana tidak, pertarungan keduanya kini telah meningkat menjadi bayangan yang hampir tak bisa ditangkap oleh mata para kultivator pada tingkatan Bintang Cahaya Menengah. Hanya mereka yang telah berada pada tingkat Galaxy keatas yang mampu dengan mudah mengamati pergerakan keduanya.
Di arena yang lainnya, Huang Bian yang menghadapi Houw Bu dari Sekte Puncak terang sudah mulai merasakan bahwa ada yang tidak beres dengan serangannya yang seolah selalu buyar saat hampir menyentuh lawannya.
"Pedang Naga, Ilusi Bayangan Naga, Hiyaaaa...Huang Bian sudah mulai melepas serangan dengan sepenuh energi yang dimilikinya. Ia melakukan itu karena sudah tidak memiliki rangkaian jurus lagi, padahal ia dengan kemampuan Bintang Cahaya Menengah tetapi sampai sejauh ini lawannya hanya menghindar, bertahan dan menggagalkan serangannya. Sayangnya ia telah mengambil keputusan keliru, karena dengan melepas kekuatan sepenuhnya, ia lupa untuk persiapkan jalan mundur dalam antisipasi kegagalan dari serangannya.
Houw Bu sendiri, yang melihat banyaknya pedang yang menuju kearahnya dari delapan penjuru, awalnya sedikit kaget tetapi selanjutnya ia tersenyum, karena ia melihat celah yang begitu besar dari serangan lawannya. Ia menyadiri bahwa serangan lawan hanya sebuah ilusi yang mengelabui pandangan.
"Energi Cahaya, Sinar terang menyapu jagat, Tapak Cahaya..kombinasi dua serangan sekaligus telah ia lepaskan, serangan pernama untuk menahan serangan Pedang Ilusi milik Huang Bian, sedangkan yang kedua adalah untuk menutup pertandulingan dengan serangan telak.
Bummmmmm.. Buukkk..Uaggghhhhhh.
Setelah terjadi benturan pedang terdengar suara pukulan yang ternyata mendarat tepat diperut Huang Bian. Sontak ia memuntahkan darah dan wasitpun mengumumkan Houw Bu sebagai pemenang.
Huang Bian berusaha bangkit, dengan masih memegangi dadanya, ia turun untuk memasuki ruangan pengobatan guna memulihkan kondisinya. Setelahnya ia kembali bergabung bersama Jiang Wan bertiga.
"Hemmm maafkan aku, aku bisa memaklumi kekecewaan kalian," ratap Huang Bian.
"Sudahlah, kami melihat bahwa memang lawan mu dari tadi menggunakan trik untuk menguras tenaga mu terlebih dulu, sehingga pada saat kamu merasa prustasi, maka disitulah kesalahan mu yang diharapkan lawan" kata Kwi San berusaha menerangkan kelemahan sahabatnya.
__ADS_1
"Pengemis Dewa, Tongkat Sakti Penggetar Langit" Yo Xio melepas serangan terkuatnya.
"Dewa Kematian, Tangan Pencabut Nyawa" hiyaaa teriak Ow Liang yang melihat datangnya serangan lawan juga tidak tinggal diam.
Bummmmmm..ledakan keras terjadi akibat benturan pukulan kedua pihak. Akibat benturan tersebut baik Ow Liang maupun Yo Xio sama sama terlempar dan tergeletak. Sampai beberapa saat Ow Liang terlihat bangun dan mengelap darah yang masih meleleh disudut bibirnya. Melihat Yo Xio belum bangun akhirnya wasit memutuskan untuk kemenangan Ow Liang. Setelah pemenang diumumkan, Yo Xio akhirnya ditandu oleh penyelenggara dan diantar keruang pengobatan.
Dari 10 arena yang menyajikan pertarungan, 9 arena telah menentukan pemenangnya, sekarang hanya tinggal 1 arena lagi, yaitu pertarungan antara Suan Tek dan Yu Jin. Suan Tek sendiri merasa geram karena tidak menyangka lawannya akan mampu menahannya imbang sampai sejauh ini.
"Hey Yu Jin, beranikah kamu menerima serangan terakhir ku" tantang Suan Tek.
"Kenapa tidak, silahkan saja keluarkan semua simpanan mu," Yu Jin balas menantang.
" Energi Kelabang Ungu, Kabut Siluman Darah" Buzzzzz uapan kabut berwarna ungu tiba tiba berubah lebih pekat, perlahan berarak menuju posisi Yu Jin.
"Energi Pedang Matahari" Prisai Bola Api Matahari," sebuah bayangan prisai berbentuk bulat dan berwarna merah terlihat samar melindungi Yu Jin.
"Jilatan Lidah Matahari" Hiyaaaaa teriak Yu Jin.
Trang Trang..Bummmmmmm..
__ADS_1
Kabut racun yang dibuat oleh Suan Tek, tidak mampu menembus prisai pelindung Yu Jin, sebaliknya tanpa ia sadari, Yu Jin telah menyertakan serangan susulan untuk bertukar nyawa dengan Suan Tek. Suan Tek terkejut melihat serangan tiba tiba muncul dari dalam kabut yang ia buat, sehingga ia terpaksa menangkis seadanya. Ledakan tersebut adalah ledakan akibat pukulan Yu Jin berhasil memebuat Suan Tek terkapar. Wasit langsung memanggil pemandu untuk membawa tandu dan mengangkat Suan Tek ke ruang pengobatan.
Seorang pria tua berumur sekitaran 60an tahun yang duduk dibarak tamu istimewa, terlihat melotot saat melihat orangnya di kalahkan. Ia adalah Patriak Sekte Kelabang Ungu Hue Lui. Setelah berakhirnya pertarungan antara Yu Jin dan Suan Tek, pertandingan lain ternyata sudah dimulai. Sampai menjelang siang, sudah mencapai 8 kali pergantian disetiap arena. Akhirnya pelaksana mengisyaratkan agar pertandingan sementara diistirahatkan untuk makan siang, dengan menyisakan sekitaran 40 orang yang masih belum bertarung. Sampai dengan sejauh itu, dari Kelompok Naga Terbang hanya Jiang Wan yang belum dapat giliran. Sedangkan Kwi San telah dikalahkan oleh petarung bebas dari Gunung Tandus Suma Lan.
Acara makan siang hampir menghabiskan waktu dua kali pembakaran hio, hingga menjelang sore, pertandingan sudah siap untuk dilaksanakan kembali. Stadiun sore itu sudah tidak seramai paginya, mungkin para penonton beranggapan bahwa sisa 40 orang petarung lainnya sudah tidak ada yang menarik untuk ditonton lagi. Sebelumnya sekitaran 6000 orang yang hadir pada pembukaan di pagi hari, sedangkan saat sore hanya bersisa kurang dari 3000 penonton.
Sepuluh arena mulai memanggil pesertanya masing masing.
" Jiang Wan dari Pengawalan Naga Terbang menghadapi Fu Shi Wei dari Sekte Pedang Iblis"
"Nona Bing Hay Ling dari klan Bing menghadapi Xian Fhu aliran Gagak Pengelana dari Gunung Gagak"
Di barak petarung lepas, Kwi San, Huang Bian dan Bun Siow sedang asik membicarakan peluang kemenangan Jiang Wan. Mereka tiba tiba dikagetkan oleh seorang pemuda yang sedang berjalan perlahan menuju arena ketujuh.
"Nomor 123 Utusan Whu Shi San, akan berhadapan dengan Yu Yuan dari Sekte Hantu Darah."
"Heh..ternyata pemuda itu benar benar akan ikut serta, tadinya aku pikir dia hanya di ajak oleh orang yang satu barak dengannya," terdengar Huang Bian berkata.
"Sebaiknya kita lihat saja apakah pemuda itu layak untuk dapat perhatian kita" kata Bun Siow.
__ADS_1
Bungggg..bunggg..terdengar suara penanda pertandingan siap dimulai. Setiap peserta mulai mengambil ancang ancang serangan.
...#############...