
Cang Guang dan Zou Kim yang melihat calon lawannya datang datang langsung merendahkan mereka sedikit agak emosi. Untung saja mereka tidak mau terpancing dengan perkataan semacam itu.
" Hohhh..rupanya kalian yang selama ini begitu arogan dan merasa tanpa tanding di Benua kalian, Huhhh dasar katak" balas Cang Guang mempropokasi lawannya.
" Heyyy jaga omongan mu, kalian pikir dengan siapa kalian berhadapan saat ini, bahkan jika nenek moyang kalianpun yang berkata demikian, masih tidak pantas dihadapan kami" tegas Sun Ko kelihatan emosi.
" Sudah jangan banyak bertele tele, katakan apa maksud kalian sebenarnya hingga berani menantang kami" tanya Sun Jiang.
" Kami sesungguhnya tidak bermaksud apa apa, kami hanya ingin menjajal kemampuan dua Dewa sakti Naga Iblis itu sehebat apa" jawab Cang Guang.
" Kurang ajar berani mencari penyakit buat diri sendiri rupanya, sekarang katakan siapa yang menyuruh kalian, karena sebentar lagi kalian akan aku musnahkan. Jadi jangan berpikir kalian akan bisa lolos dari tangan kami" hardik Sun Ko.
"Ehhhh..siapa yang mau lari, ketahuan kalah menang belum lagi terjadi, lalu untuk apa kami lari" Zou Kim ikut membalas Sun Ko.
" Kamu manusia bertopeng yang takut dilihat kadal kenapa bisa memiliki hak bersuara, hahahahah," tawa Sun Jiang.
"Adik Jiang aku rasa sebaiknya mereka ini kita musnahkan, agar kita bisa secepatnya kembali ke sekte, aku khawatir mereka membawa rombongan yang bisa saja menjebak kita untuk kemari, sementara sekte dalam keadaan kosong akan sangat mudah diduduki" ajak Sun Ko kepada adiknya.
" Baiklah, ayo kita musnahkan mereka kaka Ko"
Wuzzzzz...Bruggggg...Bruggggg...tanah yang dipijak Sun Ko dan Sun Jiang tiba tiba seperti ditekan benda yang sangat berat, sehingga seluas dua li tanah tersebut melesak dan amblas. Kemudian dari tubuh mereka keluar aura berwarna hitam yang nyaris tidak terlihat, diantara gelapnya aura itu, terlihat pula dua sosok naga berwarna emas dan merah menari dan berputar diantaranya.
Melihat kedua lawan mereka sudah mulai melepas kekuatan, Cang Guang segera memberikan kode kepada Zou Kim.
" Zou Muda, jika kamu tidak mampu, maka jangan paksakan dirimu, biarkan aku bertarung melawan mereka berdua, meskipun harus mati, aku tidak akan takut sedikitpun, asalkan selamatkanlah dirimu," ratap Cang Guang kasihan melihat kondisi Zou Kim.
__ADS_1
"Cang Tua kauuu," hanya itu yang bisa Zou Kim katakan kemudian ia mengeluarkan sebuah pedang dari dalam cincin penyimpanannya.
Melihat Zou Kim yang ia nilai tidak sekuat saat melawannya sudah siap bertarung, Cang Guang tidak mau kalah.
" Hiyaaaa," tanah yang dipijaknya juga melesak sama seperti apa yang dilakukan Sun Ko dan Sun Jiang, cuma kali ini hasil pelepasan Cang Guang membuat tanah disekitarnya meledak dan tersapu badai.
" Menjauhlah dari sini Kuan Er, kamu belum cukup kuat untuk ambil bagian dalam hal ini," perintah Sun Ko.
" Baik Ayah," jawab Sun Kuan yang langsung melesat menjauh sampai berjarak tiga empat Li.
"Energi Naga Iblis, Cakar Naga Iblis, Hiyaaaa..Sun Ko berteriak dan melepaskan pukulan serta cakarnya kearah Cang Guang.
"Energi Bintang Dewa" Tapak Angin Petir, Wuzzzz Bummmm.
Pertemuan dua teknik andalan Cang Guang dan Sun Ko membuat puncak gunung yang mengapit lembah itu telah meledak dan berhamburan jatuh. Kekuatan mereka sama kuatnya dan masing masing saling mementalkan sehingga gunung diantara merekalah yang menjadi sasarannya.
" Hah..Pusaka Tingkat Dewa," seru Sun Jiang,
Sun Ko dan Cang Guang ikut terpana dibuatnya. Bagaimana tidak, di seluruh Dunia Bawah, senjata mustika level dewa hanya sebuah dongeng semata. Jika bukan hari ini, mereka belum pernah melihat mustika semacam itu seumur hidupnya.
Berkilat mata Sun Ko melihat kekuatan pedang ditangan Zou Kim sehingga ia mengirim pesan kepada adik dan anaknya.
" Adik Jiang dan kau Kuan Er, kalian harus bisa merebut mustika ditangan pria bertopeng itu"
Mendengar bisikan kakaknya serta melihat kemampuan Zou Kim ada dibawahnya, Sun Jiang menyeringai dan begitu berhasrat untuk merebut pusaka tingkat dewa yang ada ditangan Zou Kim.
__ADS_1
Sebaliknya Sun Kuan mulai mempersiapkan diri untuk sewaktu waktu dapat merebut pedang ditangan lawan pamannya.
" Heyyy mahluk bertopeng, sebaiknya kamu serahkan baik baik pedang ditangan mu. Untuk itu aku akan menghargai kehidupan dan keberanian mu menantang kami," Seru Sun Jiang.
" Aku pikir sebaiknya kebaikan mu ku simpan didalam hati saja, sebab aku akan mempertahankan pusaka ini sampai akhir hidupku" jawab Zou Kim tegas.
" Hahahah...kalau memang seperti itu keputusan mu, maka bersiaplah untuk mati setelah itu pusaka ditangan mu akan menjadi milikku,"
"Zou muda..hati hatilah, mereka akan menggunakan segala cara untuk merebut mustika ditangan mu" Seru Cang Guang memperingatkan.
Mendengar Cang Guang menyebut Zou muda, akhirnya Sun Kuan paham bahwa kedua orang yang menantang mereka adalah orang Benua Timur.
" Paman Jiang, mereka adalah orang orang Benua Timur, sebaiknya paman segera lumpuhkan mereka agar bisa secepatnya kita tanyai maksud dan tujuan mereka"
"Bersiaplah manusia bertopeng," seru Sun Jiang.
"Energi Naga Iblis, Pukulan Naga Kegelapan" terlihat siluet naga berwarna hitam dengan ukurun sebesar gedung menerjang Zou Kim. Melihat serangan begitu besarnya Zou Kim tersenyum tipis, namun sebelum mengambil ancang ancang menyambut serangan itu, tiba tiba
" Apa yang kamu tunggu, jangan merendahkan kemampuan para dewa, gurumu menitipkan ku adalah untuk mengangkat derajatnya" sebuah suara terdengar ditelinga Zou Kim yang membuatnya terdiam beberapa detik.
Akhirnya Zou Kim paham bahwa padang Shi Jian memiliki roh penunggu yang membuatnya mampu menyerang dengan sendirinya.
" Baiklah pedang hebat, sekarang mari kita tuntaskan manusia bodoh dihadapan kita, keluarkan semua kemampuan mu" guman Zou Kim.
" Cahaya Pengetahuan, Menembus kegelapan" sebuah suara yang keluar tanpa Zou kim sadari bahwa itu adalah suara roh pedang yang mengikuti suaranya.
__ADS_1
Pukulan Naga Kegelapan bertemu dengan cahaya pedang yang melebar sampai puluhan meter akhirnya bertabrakan, Bummmmm...sebuah ledakan dahsyat terjadi ditengah udara, pohon dan tanah ikut meledak berhamburan akibat benturan tersebut.
Ahhhhhh...terdengar suara teriakan yang datang dari Sun Jiang.