
Setelah menerima pesan gurunya, Zou Kim yang sebelumnya hanya berencana untuk melihat keramain di ibu kota kerajaan OW, kini berganti dengan semangat yang menggelora untuk segera mengikuti pertandingan dan mendapatkan buah Phonix Es seperti yang telah dipesankan.
Hari masih begitu pagi, terlihat seorang pemuda sederhana berlari dengan terengah engah dan langsung menuju lantai ketiga penginapan Pohon Emas. Dari dalam kamar dilantai tiga, seorang pemuda membuka pintu kamar dan menyilahkan pemuda yang berlari tadi untuk masuk.
"Bagaimana saudara Gui apakah mereka sudah berangkat," tanya Zou Kim.
" Mereka sedang bersiap siap dan sepertinya mereka akan menggunakan kuda Tuan Muda," jawab Gui Pang.
"Oh kalau begitu, aku juga harus segera berkemas dan berangkat menyusul mereka," seru Zou Kim.
"Apakah Tuan Muda membutuhkan kuda atau kereta," kembali Gui Pang bertanya.
"Tidak usah saudara Gui, biarkan saja mereka jalan terlebih dahulu, karena mereka berencana mengikuti pertandingan itu, sementara aku hanya ingin melihat keramaian saja, jadi kalau aku telat dua atau tiga hari rasanya tidak masalah" jawab Zou Kim.
Akhirnya kedua pemuda itu berjabat tangan dan kemudian, Zou Kim melanjutkan perjalanannya menuju arah Kota Raja Ow. Setibanya diluar gerbang Kota Fei Yun yang merupakan wilayah dari Klan Sui, ia mengedarkan persepsinya sampai pada jarak tertentu, setelah itu ia menggunakan ilmu lari cepatnya untuk mengejar Jiang Wan, Kwi San, Bun Siow dan Huang Bian berempat.
Pagi sudah berganti siang, empat orang penunggang kuda masih melaju dengan kencang meninggalkan debu yang mengepul tinggi dibelakang mereka. Dihadapan mereka terdapat sebuah gunung dengan dataran luas dikakinya. Mereka terus memacu kudanya melewati dataran dikaki gunung tersebut sampai terlihat sebuah tikungan, mereka berencana untuk istirahat karena sudah ada hampir beberapa jam mereka terus berkuda tanpa berhenti, kebetulan kuda kuda mereka juga butuh untuk diberikan makan.
"Jiang Wan, Kira kira kita sudah seberapa jauh meninggalkan Kota Fei Yun," tanya Huang Bian.
__ADS_1
"Mungkin kita sudah mencapai enam pulahan li, memangnya ada apa kamu menanyakan itu Bun Siow," Jiang Wan balik bertanya.
"Ah tidak ada apa apa, aku hanya coba mengukur kemampuan lari kuda yang kita tunggangi saja" jawabnya.
Keempat orang itu, kemudian turun dari kuda masing masing dan melepaskan kuda mereka untuk menikmati rumput segar yang tumbuh dengan lebat di kaki gunung itu. Belum ada setengah pembakaran hio, terlihat seorang pemuda berjalan mendekat kearah mereka dari jarak empat ratusan meter.
"Ehhh..bukankah itu pemuda yang kita lihat di penginapan Pohon Emas beberapa hari lalu" terdengar Kwi San coba menebak setelah sipemuda sudah cukup dekat.
"Oh iyaaaa, aku ingat pemuda itu, tetapi apakah tadi kita sempat melaluinya, ku rasa selain rombongan kereta yang berpapasan dengan kita, sampai ke tempat ini kita tidak lagi berpapasan dengan siapapun" Kata Huang Bian.
"Sebaiknya nanti setelah ia tiba kita tanyakan saja bersama," saran Jiang Wan yang diikuti anggukan dari teman temannya.
Beberapa waktu kemudian, seorang pemuda sederhana dengan pakaian biru dan menggendong buntalan kecil dipundaknya akhirnya sudah berjarak tiga meteran dari tempat peristirahatan Jiang Wan berempat. Keempat orang itu memperhatikan si pemuda yang tersenyum ramah kearah mereka.
"Benar sekali anak muda, justeru itu yang kami ingin tanyakan kepada mu."
"Lalu sekarang kemana rencana perjalanan mu Anak Muda" tanya Jiang Wan.
"Kebetulan kemarin aku mendengar paman berempat ngobrol tentang pertandingan di Ibu Kota Kerajaan Ow, mendengar hal itu aku tertarik untuk ikut menonton keramaian sekalian bisa menjadi saksi sejarah tentang pertandingan itu. Jadi tadi pagi pagi sekali uku sudah melakukan perjalanan."
__ADS_1
"Tapi tadi diperjalanan kenapa kami tidak melihat mu" tanya Huang Bian.
"Ohh tadi saat paman berempat lewat, akau naik ke lereng gunung, untuk mencari tempat aman diatas pepohonan," jawab Zou Kim.
Mendengar keterangan Zou Kim, Huang Bian berempat menganggapnya masuk akal sehingga mereka tidak bertanya lagi. Bun Siow menawarkan makanan ringan kepada Zou Kim.
"Anak muda, kami akan segera melanjutkan perjalanan, andai tidak diburu waktu, mungkin kami akan senang mengajak mu bersama"kata Kwi San.
"Tidak apa apa paman, kalian lanjutkan saja dulu perjalanan kalian, meskipun perlahan tapi aku pasti akan menyusul kalian di kota Raja OW." jawab Zou Kim dengan wajah yang yakin.
Akhirnya dengan berat hati keempat orang itu melanjutkan perjalanan, mereka melambaikan tangannya kearah Zou Kim yang dibalas dengan sebuah senyuman. Setelah rombongan Jiang Wan sudah benar benar tidak kedengaran lagi suaranya Zou Kim kemudian menggunakan ilmu peringan tubuh dan tetap menjaga jarak tertentu dengan rombongan didepannya.
Zou Kim tidak hentinya mengikuti perjalanan keempat orang Naga Terbang hingga pada hari kesembilan, mereka akhirnya tiba di sebuah kota lecil yang jaraknya sudah sangat dekat dengan Kota Raja Ow. Ternyata didalam perjalanan, Jiang Wan, Kwi San, Bun Siow dan Huang Bian berempat, sempat mengganti kuda sebanyal satu kali. Kini keempat orang itu beristirahat disebuah penginapan kecil untuk memulihkan kondisi mereka. Sedangkan Zou Kim demi menjaga agar tidak diketahui oleh keempat orang itu, dia memilih menginap disebuah bangunan seperti bekas kuil yang tidak begitu besar tetapi, sudah sangat tidak terawat.
Malam harinya Zou Kim tidak pernah putus melakukan kultivasi sehingga saat ini ia telah memiliki satu jutaan lingkaran Qi. Pada saat ia terlelap dalam kultivasinya, ia merasakan gerakan sekelompok bayangan hitam berjumlah tujuh orang yang melesat melalui atas bangunan tempat ia berteduh, ia tidak begitu mengambil hati atas kejadian tersebut.
Keesokan harinya, ia melanjutkan perjalanannya sendiri tanpa menunggu rombongan Jiang Wan berempat. Pada jarak hampir tiga Li, sebuah benteng yang begitu besar terlihatn berdiri kokoh. Dengan santai ia terus melanjutkan perjalanannya. Setibanya di pintu gerbang yang sangat besar, ia dihentikan oleh puluhan penjaga yang lengkap dengan zirah dan atribut lainnya.
Karena sudah memiliki identitas sebelumnya di Kota Fei Yun, maka prajurit penjaga gerbang melepasnya masuk tanpa halangan.
__ADS_1
Zou Kim terpukau dengan bangunan bangunan kokoh dengan ornamen dan hiasan yang membuatnya semakin indah.
" Kota luar sudah begini megah, bagaimana dengan kediaman Raja Ow" gumam Zou Kim.