KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
TIGA PILAR KERAJAAN OW


__ADS_3

Pertarungan penentu dimulai tepat setelah waktu makan siang, di tengah arena kini telah berhadapan antara Sui Kang yang akan menghadapi Ham Gi dari Gunubg Halimun. Sampai sejauh ini, Ham Gi yang berusia sekitaran 29 tahun telah merebut banyak dukungan dan simpati, baik dari kerajaan maupun dari sekte sekte besar dan para wanita yang hadir. Sebaliknya Sui Kang hanya mendapat dukungan dari Klannya saja. Hal itu membuatnya sedikit emosi, tetapi meskipun demikian, ia tetap berusaha mempertahankan ketenangannya. Akhirnya sepasang petarung telah mengambil langkah persiapan dan Sui Kang lebih dulu mengambil inisiatif menyerang.


"Energi Dewa Tanah, Pukulan Baja Pengancur Gunung" Hiyaaaaa...Sui Kang, langsung meleset kearah lawannya untuk melepaskan salah satu teknik andalannya. Deru angin mengiringi lesatan tubuh Sui Kang, hal itu menandakan bahwa pukulan yang ia lepaskan telah disertakan dengan kekuatan penuh yang ia miliki.


Ham Gi yang melihat serangan dalam sepersekian detik telah berada di depannya, langsung mengambil tindakan bertahan.


"Selimut Halimun Kegelapan" Blusssss serangan yang Sui Kang lepaskan, seolah batu yang tenggelam kedasar lautan, tidak memberikan dampak apapun kepada Ham Gi. Sui Kang tercengang melihat hasil pukulannya.


Sui Kang buru buru melompat mundur untuk mengantisipasi serangan balasan yang kemungkinan dilepaskan lawannya


"Hey..kenapa kamu harus terburu buru seperti orang kesetanan saja, hahahaha" ejek Ham Gi.


"Kamu tidak usah mengejek aku, sebab aku tidak akan mempan dengan ejekan mu" balas Sui Kang.


"Baiklah, tadi kamu sudah menyerangku duluan dan sekarang akan kuperlihatkan kekuatan sejati kepada mu. Memberi tetapi tidak membalas itu belum sempurna. Bersiaplah dalam satu serangan ini, akan ku sempurnakan kekalahan" tegas Ham Gi.


"Huaaagggghhhh...Wuzzzz...Wuzzzz" Ham Gi benar benar telah melepas kekuatan penuhnya. Semua mata terkejut melihatnya yang masih berusia 29 tahunan dengan kekuatan sudah mencapai tingkatan Galaxy Mahir atau Puncak. Arena yang terbuat dari kayu yang cukup tebal bahkan sampai berderak akibat menahan pelepasan kekuatan penuh Ham Gi.


Sui Kang sangat terkejut melihat kekuatan penuh lawannya yang ternyata berada 2 tingkat diatas kemampuannya.


"Bagaimana, apakah dengan begini kamu tetap tidak mau mundur dengan teratur sobat" tanya Ham Gi dengan senyum penuh ejekan.

__ADS_1


"Kamu jangan pernah bermimpi, aku tidak akan getar dengan kemampuanmu. Bagi ku, lebih baik tumbang dari pada mundur dan mendapat hinaan" seru Sui Kang bersemangat.


"Baiklah, sekarang terimalah ini"


"Energi Halimun, Bola Halimun Kematian, Hiyaaaa" seru Ham Gi melepaskan serangannya.


Sui Kang terlihat mengokohkan kuda kuda untuk menyambut bola putih dengan diameter sekitar 2 meteran yang dilepaskan lawan.


"Energi Dewa Tanah, Prisai Baja" Sui Kang, berusaha membuat pelindung untuk menangkal serangan Ham Gi.


Brugggg...Bruggggg...Bola Putih tersebut meledak dan menjadi kabut asap, Prisai yang Sui Kang ciptakan dengan energinya pada tingkatan Galaxy awal tidak mampu sedikitpun menahan serangan Bola Halimun Kematian Ham Gi.


Sui Kang tidak dapat mengangkat tubuhnya, dari mulut dan hidungnya mengalir darah yang cukup banyak, melihat hal itu pelaksana yang ada diluar arena kemudian menggotong Sui Kang menuju tempat pengobatan untuk menjalani pemeriksaan dan pemulihan.


Pelaksana pertandingan kemudian mengumumkan bahwa Ham Gi sebagai pemenang, sedangkan Sui Kang karena sudah tidak dapat melanjutkan pertandingan lagi, akhirnya Whu Shi San ditetapkan langsung melawan Ham Gi di Partai Puncak. Pelaksana kemudian memberikan waktu kepada Ham Gi untuk pemulihan selama 1 kali pembakaran hio.


Akhirnya Pelaksana pertandingan mulai mengumumkan kembali pertandingan puncak antara Ham Gi melawan Whu Shi San. Sorak penontan benar benar menggemparkan arena pada siang itu. Dalam sorak sorai penonton, banyak diantara mereka pehobi taruhan memasang taruhannya untuk kemenangan Ham Gi. Diantara penonton mungkin hanya beberapa orang yang menaruh harapan kepada Whu Shi San. Diantaranya termasuk raja Ow serta Jiang Wan berempat.


Saat itu di atas arena telah berhadapan antara Whu Shi San dan Ham Gi. Kedua Pihak kini mulai memasang mata waspada kepada lawan masing masing.


"Hey Saudara Whu Shi, aku rasa sudah tidak perlu menerangkan banyak hal kepada mu, karena kamu sudah melihat sendiri apa yang terjadi pada Sui Kang bukan" terdengar Ham Gi sedikit memanasi lawan.

__ADS_1


"Maaf saudara Gi, aku tadi juga sempat mendengar saudara Sui Kang telah menyatakan akan bertarung sampai titik akhir, maka akupun memiliki prinsip yang sama dengannya." jawab Zou Kim.


"Ohhhh jadi seperti itu ya, bagusss...ternyata kamu memiliki sedikit semangat saudara Whu Shi. Cuma, setidaknya kamu harus berterimakasih kepada ku, karena dengan tumbangnya Sui Kang, otomatis kamu akan nyaman menempati peringkat ke 2. Jadi aku tidak ingin membuat mu terluka dalam pertandingan ini. Sebab dikemudian hari aku akan banyak membutuhkan bantuan mu" seru Ham Gi.


"Untuk saat ini, niat baik mu akan aku simpan dalam hati, tetapi tetap saja kau harus membuatku takluk atas kemampuan yang kau miliki." jawab Whu Shi San. Mendengar jawaban seperti itu, Ham Gi terlihat melotot dan kemudian ia seketika melepaskan kekuatan puncaknya.


"Akan ku lihat seberapa hebat kau dibanding Sui Kang.


"Energi Halimun, Bola Hitam Kematian" Kembali sebuah bola putih berukuran 2 meter melesat ke arah Whu Shi San.


Whu Shi San mengamati bola putih yang bergerak cepat menuju kearahnya.


"Akan ku lihat apa yang sebenarnya tersembunyi didalam kabut ini, "Tubuh Dewa Agung, Perisai Kubah Emas"


BrugΔ£gg..brugggg dua kali benturan dan letupan terjadi dan pada saat tubuh Whu Shi San deselimuti oleh kabut musuh, ia melihat sebuah pergerakan yang perlahan mendekat dengan sebuah telapak hendak dilepaskan ke arah dadanya.


"Tubuh Dewa Agung, Langkah Semu" Wuzzzt secepat kilat Whu Shi San telah berpindah tempat tanpa dirasakan olah siapapun. Sekarang ia telah berada di sudut kiri arena, tepat disamping pelaksana pertandingan.


Para penonton kembali dibuat melongo heran oleh tindakan Whu Shi. Meskipun kebanyakan diantara mereka berharap Whu Shi bisa secepatnya di kalahkan. Ham Gi yang tadinya telah siap dengan pukulan serta senyum kemenangan, kini menjadi kaget setelah mengetahui bahwa targetnya telah berada di luar.


✍✍✍Mohon Maaf, karena dalam.kondisi pemulihan sehingga para reader yang sya hormati, jadi kelamaan menunggu Updatan.πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™βœβœβœ

__ADS_1


__ADS_2