
Kemunculan Patriak Sekte Hio Darah seketika membuat keadaan pihak empat Klan kembali kalut. Para Murid dan anggota sekte kembali berteriak dan maju menyerang serta berusaha membalikan keadaan. Sementara Patriak Hio Darah "Guan Dan" terus menyerang dari udara dengan bola Energi Darahnya dalam waktu singkat korban semakin berjatuhan dipihak 4 Klan terutama Pasukan Angsa Emas.
Pada lokasi yang berjarak puluhan kaki dari medan utama, Yang Zin sang jendral terlihat terluka cukup parah keadaannya..ia terus berusaha menghindari dan menahan pedang hitam milik Gong Fu Tetua Hio Darah..sampai dua tebasan mering meluncur disertai angin kencang Wuzzz..Wuzz diarahkan kepada Jendral Zin yang sudah memucat melihat kedatangan serangan yang begitu dekatnya. Bummmm..terlihat debu mengepul akibat serangan itu, sedangkan kedua pihak yang bertempur, karena rata rata masih pada tingkatan rendah pada terplanting beberapa tombak.
Debu perlahan memudar dan disana berdiri tiga orang dengan gayanya masing masing. 1 orang gaya melepas jurus pedang, kemudian yang satunya terduduk memucat dan yang ketiga
terbilang santai dengan sebelah tangannya mendorong prisai berwarna hampir keemasan untuk melindungi Jendral Zin. Nan Hui melepas prisainya dan langsung memanfaatkan momentum kagetnya Gong Fu, ia merebut Pedang Hitam dan membalikannya tepat ke jantung Gongfu..Aghhhh...teriak kesakitan Gong fu. Kejadian itu hanya diperkirakan dalam sekejap mata dan terlalu sulit bagi Gong Fu menghindarinya.
Mendengar teriakan rekannya dua bersaudara Han Wu dan Han Tian yang tadinya banyak membantai prajurit Angsa Emas langsung berupaya membantu menyelamatkan Gong Fu..Han Wu Melepaskan Pukulan Tinju Darahnya yang bahkan lebih hebat dari kemampuan Kun Fei. Nan Hui yang diserang oleh dua penyerangnya..merasa kerepotan karena disatu sisi masih harus menjaga Jendral Yang Zin. Untung saja Tetua Fei Rong, dan Tetua Zou Ren datang membantu dengan segera. Nan Hui mempergunakan waktunya untuk mengirim suara jarak jauh kepada muridnya.
__ADS_1
Zou Kim yang mendengar panggilan gurunya langsung berlari menghindari pertemuan senjata dan mayat yang bergelimpangan. " Ada apa Guru.? tanya Zou Kim." anak Kim, jaga Jendral Zin guru akan berusaha membantu Ayah mu dan ketiga Ketua klan lainnya untuk melawan Patriak Hio Darah.!. "hati hati guru" tanpa menjawab Nan Hui langsung menuju bukit kecil dimana ia melihat bayangan pertarungan empat orang melawan satu orang.
Hua ha ha ha ha.... selingan tawa yang begitu keras membuat Keempat Ketua kelan yang mengeroyok Guan Dan semakin terjepit, seolah mereka sudah tidak mampu memberikan perlawanan berarti. Sebelumnya Yang Mu sendiri yang maju menghadapi Guan Dan, tetapi tidak sampai 20 jurus sudah keteter hebat. Akhirnya ketiga ketua lainnya ikut bergabung menghadapi kekuatan Guan Dan. Meski kalah dalam jumlah, Patriak Sekte Hio Darah masih bisa santai dan tertwa, sesekali pukulan Qi dari lawannya dengan mudah ia halau hanya dengan memunculkan prisai berwarna merah.
Sepintas orang yang melihat pertarungan itu dari jauh akan berpendapat bahwa itu perbuatan curang yang dilakukan para ketua Klan. Namun jika melihatnya dari dekat mereka baru akan menyadari bahwa pertarungan itu hanya akan berakhir tidak sampai 20 menit. "Fokus gabungkan kekuatan kita dari empat penjuru Kata Yang Mu" serempak yang lainnya mengangguk. " Pedang Matahari Suci...Pemusnahan" teriak Yun Gho. " Tombak Naga..Naga Perkasa" Teriak Fei Chen. Pedang Emas..Penghancur Surya..teriak Yang Mu. " Tangan Dewa..Sentuhan kematian" Ucap Zou Kun.
Sungguh Naif...kembali Guan Dan mendengus..seketika wajah Guan Dan Memerah..Detak jantungnya sedikit cepat dan keluar uap berwrna merah di sekitarnya membentuk prisai.." Akan ku hisap semua esensi darah dan Qi kalian. Hiyaaaa.....Hait...serempak keempat Ketua Klan melepaskan serangar terkuatnya kepada Patriak Sekte Hio Darah.
Keempat serangan ketua Klan terhenti pada jarak 1 meteran dari tubuh Guan Dan..perlahan pertempuran Qi tersebut mulai terlihat hasilnya..3 Bintang Mahir, 1 Bintang cahaya awal tidak bisa berbuat banyak terhadap bintang cahaya puncak. Bahkan Konon penguasa Ilmu Esensi Darah mampu menghadapi lawan setengah atau satu tingkat diatasnya, apa lagi mereka berempat yang berada dibawah kemampuannya. Keampat ketua klan mulai berkeringat, bahkan pedang Yun Gho mulai gemetar..hal sama juga terlihat di tubuh Fei Chen, Yang Mu dan Zou Kun.
__ADS_1
Menjumpai hal itu Nan Hui yang sempat mengamati pertarungan kelimanya akhirnya mengambil inisiatif menyerang kearah Guan Dan. Bummmm...sebuah pukulan dengan energi berwarna hijau menghantam prisai Guan Dan. ledakan itu membuat kelima orang itu terlempar termasuk juga Nan Hui.
Beberapa waktu kemudian terlihat keempat ketua klan dalam keadaan Pingsan. Sementara Nan Hui dan Guan Dan terlihat masing masing duduk memulihkan energi Qinya. Beberapa waktu kemudian berkelebat bayangan biru yang bukan lain adalah Zou Kim ia meninggalkan arena pertempuran menuju ke Bukit Pinus karena mendengar ledakan yang membuat tanah sampai bergetar.
" Ayah, Empek Mu..panggilnya..sembari memeriksa kondisi keempat Ketua Klan. Berkat pengetahuan pengobatan yang sempat ditransfer gurunya, ia bisa mengetahui bahwa energi Qi dari keempat orang yang terkapar itu dalam kondisi yang mengenaskan. "Anak Kim bantu mereka dengan ini" kata Nan Hui sambil melemparkan sebuah botol kepada muridnya." Berikan satu orang masing masing satu pil tambahnya.
"Ha ha haaa...beraninya kamu mengabaikan ku...padahal kondisi mu sendiri belum tentu lebih baik dari mereka. Sekarang akan ku akhiri dulu riwayat mu." Kata Guan Dan. " Coba saja kalau kau mampu, sebab kematian ku pasti akan dikuti oleh prajurit pengwal yaitu kamu" tegas Nan Hui. Terlihat keduanya langsung bangkit dan terbang keatas 30an meter. Selanjutnya pertarungan mereka berlajut diudara..Benturan energi mereka menggema sampai 5 Li jauhnya..atau lebih dari 2.5 km.
Tanpa basa basi semua ilmu mereka kuras tanpa tersisa..sehingga...Hiyaaaa teriak keduanya yang terlihat diselimuti Qi merah dan Hijau dari Ilmu Puncak Darah dan Ilmu Giok Baja yabg selanjutnya berbenturan diudara..Bummmmmm....ledakan keras menggema kedua petarung itu terlempar sampai ratusan meter dan terhempas keras di tanah Bukit Pinus.
__ADS_1