KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
SERANGAN MENDADAK


__ADS_3

Sejak pembagian tugas dilaksanakan, tidak terasa, sampai saat ini telah lebih dari lima bulanan. Akan tetapi sampai selama itu, belum ada satupun informasi yang diterima oleh Pasukan Harimau Baja. Hal itu tentu membuat Zou Kim sedikit ragu akan kecurigaannya terhadap Ham Gi.


Sore itu terlihat Zou Kim sedang mengadakan rapat rutin bersama kelima komandan, Ow Du Xin komandan Bendera Merah, Mou Luang Komandan Bendera Kuning, Ow Zung Na Komandan Bendera Hijau, Huang Bian Komandan Bendera Hitam, Kwi San Komandan Bendera Putih dan Kedua Penegak Hukum Jiang Wan dan Bun Siow.


" Komandan Zung dan komandan Mou, apakah belum ada informasi apa apa dari anggota yang telah kalian kirim" tanya Zou Kim.


"Lapor Komandan Agung, sampai saat ini baik orang-orang ku, ataupun orangnya komandan Mou, tidak ada memberikan laporan sedikitpun tentang pergerakan Pasukan Garda." tutur Ow Zung Na.


"Atau jangan-jangan orang orang kita telah diketahui dan telah tertangakap" Huang Bian menyela.


"Menurutku itu tidak mungkin Saudara Huang, sebab mereka dibekali giok informasi yang menurut ketua agung, jika dalam keadaan darurat, mereka bisa memecahkannya dan akan menjadi penanda atas kegagalan mereka" jawab Mou Luang.


"Hemmm..rasa rasanya...jika tidak sedikitpun berita terkecil kita dapatkan dalam beberapa puluh hari ini, aku khawatir mereka sedang mempersiapkan sesuatu yang tidak dapat kita duga."


"Sebaiknya Para Komandan semua tetap siaga karena sejujurnya aku punya firasat akan datangnya badai yang bergelombang silih berganti dan kita benar benar akan mnghadapi pertempuran panjang yang sesungguhnya. Jadi persiapkan semua pasukan kita."


"Baik Komandan Agung !" serentak kelima komandan bendera dan Penegak Hukum mengiakan.


Rapat rutin sore itu akhirnya dibubarkan dan semua komandan kembali melakukan tugas tugasnya.Sedangkan Zou Kim bersama Jiang Wan dan Huang Bian masih melanjutkan pembicaraan.

__ADS_1


Dikegelapan malam pada jarak sekitar 100 li dari kota raja, tepatnya disebuah lembah yang ditumbuhi pepohonan lebat , seorang pria terlihat berjalan masuk dengan mengenakan pakaian sutra keabuan. Dialah Ham Gi, komandan Garda perbatasan Selatan. Ia terlihat memasuki lembah tersebut seorang diri.


Belum begitu dalam ia memasuki lembah tersebut, tiba-tiba muncul 2 orang berpakaian hitam dengan wajah yang hampir serupa. Kedua orang tersebut kelihatan pucat hampir tidak kelihatan aliran darah diwajahnya.


"Salam hormat kami, kepada Tuan Muda Pewaris !"


"Dua paman pelindung kiri dan kanan rupanya, bagaimana dengan keadaan guru selama 1 minggu ini ?"


"Ketua sudah mendekati Kultivator Puncak, kemungkinan malam ini ketua akan segera mencapainya"


"Hemmm..bagus itu akan menjadi bintang terang untuk perjuangan kita. Selanjutnya di Benua Selatan inilah kita akan memulai sumua rencana besar kita"


Mereka terus mengobrol sampai memasuki lembah semakin dalam dan tepatnya di depan sebuah benteng kayu mereka serempak berhenti. Seperti sebelumnya beberapa orang penjaga benteng juga memberikan salam hormat mereka kepada Ham Gi.


Benteng tersebut memiliki sekitaran 600 orang anggota yang sebagian besar telah direkrut oleh Ham Gi selama kurang lebih 4 bulan. Ham Gi didampingi oleh kedua Pelindung kiri dan Kanan bergegas masuk kedalam salah satu rumah pohon yang paling besar. Adapun pada bagian belakang rumah pohon tersebut terdapat sebuah goa alam yang cukup dalam. Ham Gi didampingi Ting Ho Dan Ting Wan atau pelindung kiri dan kanan terus menuju ke goa tersebut.


Setibanya di dalam goa, mereka disambut oleh 4 orang Tetua.


"Salam buat 4 Tetua Sekte Mata Dewa" seru Ham Gi sambil beranjak menuju kehadapan 4 orang tetuanya.

__ADS_1


"Wah wah cuma satu minggu tidak bertemu, Tuan Muda Pewaris semakin pandai mengumpak kami, padahal kami sudah tidak memiliki ilmu hebat apapun yang dapat kami turunkan kepada mu" jawab salah satu tetua.


"Paman Muan Lo, jangan salah paham, keponakan hari ini mengunjuk hormat buat paman sekalian yang telah membuang waktu dan tenaga menjaga kenyaman guru"


"Bagaimana dengan guru, apakah sudah ada tanda tanda mau berakhir paman ?" tanya Ham Gi.


"Sepertinya Ketua akan mengakhiri kultivasinya dalam beberapa waktu lagi" Jawab Muan Lo yang merupakan Tetua Kedua Partai Mata Dewa.


Kreettt..terdangar bunyi yang memakan waktu beberapa detik, yang kemudian disusul oleh munculnya orang tua berumur sekitar 70 tahunan.


"Salam hormat kepada ketua" seru Ham Gi, Muan Lo dan 3 tetua lainnya.


"Haa..ha..ha..ha..Mulai sekarang, Mata Dewa akan menjadi penguasa tunggal di Benua Selatan dan sejak saat ini aku pastikan dendam lama kita akan kita balas dengan memusnahkan Kerajaan Ow." Kata peria tua itu dengan semangat.


"Jun Fey, Muan Lo, Quan Lam dan Ning Zu, kalian berempat segera persiapkan semua anggota, persiapkan rencananya. Paling telat lusa kita akan memulai serangan dan harus menguasai beberapa kota diperbatasan dengan cepat" seru Ketua Sekte Mata Dewa.


Ketua sekte Mata Dewa adalah Xun Gang yang berumur 74 tahun dan sudah berada pada tingkatan Dewa Suci menengah setelah menjalani kultivasi tertutup selama 2 tahun. Xun Gan merupakan salah satu perwakilan sekte yang tersisa setelah perang besar melawan istana 40 tahun lalu. Saat ini dengan anggota sekitar 5000 orang termasuk 600 pasukan khusus yang sudah di tingkatan Galaxy puncak, 4 orang tetua pada tingkat Dewa Sakti serta dia yang berada pada puncak kultivasi pertengahan, merasa sudah merasa cukup kuat untuk memusnahkan kerajaan OW.


Keesokan harinya Xun Gang mengadakan rapat terbatas bersama Tetua Agung, Pelindung Kiri/Kanan dan Ham Gi.

__ADS_1


" Ham Gi, 1000 prajurit yang menjadi bawahan mu, pastikan mereka sebagai pasukan tambahan yang akan menggempur kota dari dalam. Dan Kepada semuanya persiapkan besok pagi kita berangkat" seru Ketua Xun kepada seluruh yang hadir.


Tidak terasa setelah 5 hari perjalanan, jarak 100li telah ditempuh oleh pasukan Sekte Mata Dewa. Tidak satupun yang menyadari bahwa pasukan besar ini bahkan memasuki gerbang selatan dengan leluasa sehingga gelombang badai yang dikhawatirkan Zou Kim akhirnya mulai terjadi.


__ADS_2