
Raja Ow yang melihat korban sudah berjatuhan labih dari 1000 di pihaknya, sedangkan di pihak lawan belum mencapai 300an, akhirnya ia memberi perintah kepada 8000 pasukan lapis untuk maju meberikan bantuan. Sedangkan ia sendiri ikut terjun langsung membantai pihak musuh.
Xun Gan melihat lawannya sudah membaur dalam peperangan, kini tidak mau tertinggal..ia langsung terjun dan semakin menambah jumlah korban di pihak raja ow.
Zou Kim yang baru saja terjun bersama dengan 8000 bala tentara, secara perlahan tetapi pasti pihak sekte Mata Dewa mulai berkurang.
" bughhh uaghhh...braggg..ahhhhh.."
Teriakan beberapa korban Zou Kim yang begitu terkena pukulannya, mereka langsung terpental mundur, muntah darah dan kehilangan kultivasi.
Setiap pukulannya mengenai lawan, selalu lawannya mendirita kehilangan kultivasi. Kim berpikir bahwa, tidak perlu harus mengotori tangannya dengan darah.
Jendral Bu Yang Li di sisi yang lain, mulai terlihat kewalahan menghadapi tetua Ning Zu. Pertemuan Tingkat Dewa dan Dewa Sakti, tidak sampai sembilan gebrakan sudah sangat nyata siapa yang akan kalah. Sampai Bummmmm.....Uaghhhh...
Jendral Bu Yang Li terkena pukulan telak di dadanya yang membuat ia terlempar smpai belasan meter. Untung saja dia mengenakan zirah perang, jika tidak maka dipastikan dadanya akan hancur.
Melihat nasib jendral Bu, Zou Kim mengirim pesan suara kepada Kwi San untuk membantu sang jendral.
Kwi San yang mendapatkan pesan dari Zou Kim,
langsung saja melayang menuju lokasi terhempasnya jendral Bu.
" Apakah kamu baik-baik saja Jendral Bu ?"
Kwi San bertanya sembari mengangkat Jendral Bu.
" Telan ini jendral, pil ini akan membantu mu pulih lebih cepat."
" Terima kasih Komandan Kwi. Aku merasakan luka dalam yang lumayan.!"
Jendral Bu menjawab dan langsung menelan pil yang diberikan.
" Prajurit, bantu kawal jendral Bu untuk pemulihan..!"
perintah Kwisan kepada 10 orang prajurit. Setelah kondisi jendral cukup aman dengan pengawalan, Kwi San mengedarkan pandangannya untuk mencari tetua Ning Zu. Dalam jarak 200 meter ia melihat Ning Zu sedang asik membantai sebagian anggotanya yang kebetulan tadi ia tinggalkan untuk membantu jendral Bu.
" Hey..Tua Bangka..akulah lawan mu.!"
Kwi San berteriak dan melesat melepaskan serangan kepada Ning Zu.
__ADS_1
Disisi lain Ning Zu merasa kaget merasakan aura dan kekuatan tinju berwarna kebiruan mengarah kepadanya.
" Prisai Halimun." serunya sekaligus memblokade serangan yang datang.
Bummmmm...ledakan cukup keras membuat prisai yang dibuat oleh Ning Zu sedikit mengalami keretakan.
" Beraninya kamu melakukan serangan gelap.! jendral mu saja tidak pantas melawan ku..apalagi bocah tua seperti mu.! hardik Ning Zu dengan mendelik.
Baru saja selesai menghardik, wuzzz...satu orang lagi turun di samping Kwi San.
" Hey komandan Ow Zung Na..terima kasih..mari kita hadapi tetua kurus ini berdua.!" ajak Kwi San
" Ha..ha..ha..cuma kalian berdua, apa kalian pikir sudah cukup untuk mengalahkan ku, mimpi..!"
Ejek Ning Zu dengan keyakinan penuh.
" Kami menantang mu di luar benteng kota, itupun jika kamu berani menghadapi gabungan kami berdua.."
Ow Zung Na melemparkan tantangan kepada lawannya.
" Sudah bosan hidup rupanya..baik ayo keluar.."
* Alun-alun Kota Muitung *
Pertempuran masih terus berlangsung dan saat ini, di atas udara Raja Ow sudah saling berhadapan dengan ketua sekte Mata Dewa Xun Gan.
Tetua Jun Fey, Muan Lo dan Quan Lam ternyata sedang melayang menuju luar gerbang kota Muitung. Rupanya mereka berhasil dipancing oleh lawan untuk bertarung di luar kota.
Sebelum mereka keluar, Zou Kim telah lebih dahulu mengirim suara kepada 4 komandan bendera untuk menantang tetua sekte Mata Dewa bertarung di luar kota. Hal itu dilakukan demi mengurangi resiko kerusakan yang akan terjadi akibat pertarungan mereka.
Melihat pertarungan Xun Gan dan Raja Ow, Zou Kim yakin, Kota Muyang akan hancur bila tidak dilindungi
" Tubuh Dewa Agung.., Kubah Emas "
Wuzzzzz....
Zou Kim melepaskan kubah emas transparan yang langsung membesar menutupi Kota Muitung. Setelah memasang kubah untuk melindungi kota. Zou Kim kemudian melayang keluar gerbang untuk melihat pertarungan ke 5 komandan dan penegak hukumnya.
Sementara di atas udara, Raja Ow yang melihat kota sudah terlindungi, dalam hati ia sudah tau siapa yang melakukannya. Meskipun ia sedikit tidak percaya kemampuan yang dimiliki komandannya, tetapi ia tetap berterimakasih.
__ADS_1
" Xun Gan, bersiaplah untuk menentukan hidup dan mati antara kita.! seru Raja Ow.
" Kamu pikir kamu mampu mengajak ku untuk bertarung hidup mati, huhh terlalu naif.!, Wahai Klan Ow, kamu pasti mati hari ini, ha..ha..haa.."
Xun Gan menjawab dengan keyakinan diatas 100%.
Mendengar respon lawan, Raja Ow langsung melepaskan seluruh kekuatan puncaknya..
Wuzzhhhhh......Bummmmm....
Badai angin yang berkekuatan dahsyat langsung menghempas ke segala arah. Andai saja Kota Muyang sebelumnya tidak dilindungi, saat ini pasti hancur menjadi puing.
" Huhhhh..sudah ku duga..kamu tidak akan lebih dari itu. Sekarang buka mata mu Ow Yun Ping. Akan ku perlihatkan pada mu kekuatan sejati.!"
Wuzzzhhhhh..Bummmm..
Kekuatan yang setingkat lebih kuat kini dilepaskan oleh Xun Gan.
Raja Ow sedikit tergetar melihat kekuatan lawan yang berada ditingkat Dewa Suci tahap menengah. Hal itu berarti berada setingkat di atasnya. Meski demikian, diwajahnya tak sedikitpun tercetak rasa takut.
Di lokasi berbeda, Zou Kim seketika mengeluarkan kubah yang sama untuk melindungi pertarungan komandan dan penegak hukumnya. Jika ia tidak mengambil tindakan tersebut, maka pasti mereka yang bertarung di luar gerbang akan mengalami nasib yang sial.
" Siapa pemuda ini, Kekuatan kubahnya, bahkan mampu menahan lesatan energi 2 orang Dewa Suci, jika dia lawan akan sangat berbahaya." Gumam tetua Jun Fey yang sebelumnya tidak menyadari Zou Kim sebagai bagian dari kerajaan Ow.
"Energi Dewa Kematian, Tapak Pemusnah.!"
Swinggggg.......!!!
Dihadapan Raja Ow kini muncul energi telapak hitam raksasa seluas hampir satu lapangan bola.
" Energi Dewa Perang, Mata Ilusi." Blugggg....
Mata berwarna merah darah juga muncul dihadapan Xun Gan. Ia tidak mau kalah terhadap lawannya.
" Bersiaplah menerima serangan pembuka ku Xun Gan..!" seru Raja Ow.
" Hemm...serangan konyol mu tidak akan mampu menerbangkan jubah ku sedikitpun.! "
Xun Gan menjawab dengan santai sembari mengejek lawan.
__ADS_1