
Zou Kim yang tiba lebih dulu di Kota Raja Ow, merasakan bahwa keindahan dan kemegahan Kota di Dunia Tengah, setingkat lebih baik dari bangunan bangunan di Dunia Bawah. Sembari terus mengayun langkah, Zou Kim berusaha mencari penginapan yang letaknya tidak begitu jauh dari pusat kota, ia sengaja agar kehadirannya tidak begitu diperhatikan.
Sebuah penginapan sederhana bernama "Embun Purnama" tepat berada dipinggiran timur Kota Raja Ow bagian luar. Zou Kim melangkahkan kaki memasuki penginapan dan ia diterima oleh seorang pelayan wanita yang berumur lima puluhan.
"Selamat pagi Tuan Muda, apakah Tuan Muda membutuhkan kamar" tanya wanita itu.
"Iya Nyonya, tolong sediakan aku kamar, sekaligus hidangan untuk sarapan ya"
"Baik Tuan Muda, harap tunggu sebentar" seru pelayan itu.
Beberapa waktu kemudian Zou Kim telah menempati kamar yang sudah disediakan, kemudian ia memilih untuk mandi terlebih dahulu sebelum pesanannya diantar. Setelah mandi Zou Kim berpakaian tetapi tiba tiba, ia mendengarkan suara yang cukup dikenal melintas didepan kamarnya. Ia tersenyum, karena ia baru ingat ternyata suara yang didengarnya adalah suara Jiang Wan, Kwi San, Bun Siow dan Huang Bian berempat.
"Ternyata mereka juga mengambil penginapan yang sama dengan ku," gumam Zou Kim tersenyum.
__ADS_1
"Tuan Muda, sarapan paginya sudah siap," terdengar suara perempuan dari luar kamarnya. Kemudian Zou Kim membukakan pintu sedangkan wanita tadi masuk dan meletakan nampan hidangan tersebut diatas meja. Setelah sarapan, Zou Kim keluar dari kamarnya secara perlahan lahan, karena ia khawatir keberadaannya dipenginapan itu akan segera diketahui oleh Jiang Wan dan kawan kawannya.
Setibanya diluar, Zou Kim selanjutnya melangkahkan kaki menuju pusat Kota kerajaan Ow. Ia semakin takjub dengan pengaturan kota raja yang begitu indahnya. Tanpa terasa, Zou Kim mendekati tembok setinggi delapan meter yang dibangun mengelilingi seluruh Pusat Kota dan pemerintahan Ow. Ketika ia mendekati gerbang, ia langsung dihentikan oleh Penjaga dengan seragam dan senjata pedang serta tombak yang lengkap.
"Hei anak muda, ada keperluan apa kamu kemari," tanya penjaga itu.
"Maaf tuan prajurit, aku pikir bisa masuk dan melihat lihat kedalam.
"Hanya mereka yang memiliki pengenal khusus dan tamu undangan Yang Mulia raja saja yang boleh memasuki kawasan ini." seru si prajurit.
"Hahahah..kamu mau mengikuti pertandingan itu ya, kamu jalan aja kearah utara, disana ada sebuah mansion besar nah kamu boleh daftar disitu," Seru si prajurit meremehkan Zou Kim.
Zou Kim akhirnya mengundurkan diri dan terus menuju tempat yang ditunjuk oleh si prajurit. ketika berjerak beberapa meter dengan tempat pendaftaran ia, melihan Jiang Wan berempat, sehingga ia mengurungkan rencana daftarnya dan menjauhi tempat itu. Baru sekitaran setangah Pembakaran Hio, Zou Kim menuju tempat pendaftaran setelah Jiang Wan pergi. Tanpa ada halangan ia mengambil antrian dibelakang peserta lainnya.
__ADS_1
Giliran Zou Kim untuk mendaftarpun tiba, ia mendapat nomor urut 123, sedangkan pada urutan pertama sampai 30 adalah perwakilan Klan Ow, Bing dan Klan Sui. Kemudian diikuti oleh 40 orang perwakilan Sekte yang ada di Benua Selatan. Diantara sekte yang menjadi peserta adalah Sekte Kelabang Ungu, Sekte Hantu Darah, Sekte Pedang Iblis, Sekte Puncak Terang, Sekte Pedang Matahari, Sekte Lonceng Emas, Sekte Pengemis dan Sekte Pedang Bijak.
Zou Kim mendaftarkan diri dengan nama Utusan Gunung Prajurit atau Utusan Wu Shi San, Zou Kim. Siang kemudian berganti malam dan pada saat malam hari tepatnya waktu makan malam, Zou Kim akhirnya tiba dengan wajah yang penuh debu dan kotor, ia melemparkan senyum dan anggukan kepala kepada Jiang Wan berempat, ia kelihatan seolah memesan kamar dan kemudian bergegas masuk. Setelah selesai berganti pakaian Zou Kim akhirnya beristarahat lebih awal. Jiang Wan berempat menganggap biasa biasa saja, karna menurut mereka si pemuda tentu sangat lelah.
Kicau burung dipagi hari membuat Zou Kim terbangun agak kesiangan, semalam ia menyibukan diri untuk mengolah teknik tiknik baru yang berusaha ia kembangkan sendiri. Setelah sarapan dan berganti pakaian, Zou Kim berangkat menuju tempat ia mendaftarkan dirinya kemarin dan dari sana ia kemudian diarahkan oleh petugas menuju arena pertandingan.
Percakapan, taruhan, senda gurau dan berbagai kesibukan lainnya membuat sebuah area pertandingan yang dibagi menjadi sepuluh arena begitu semarak. Para peserta diarahkan menuju barak masing masing. Peserta pertandingan kali ini ternyata tembus sampai 200 orang. Banyak diantara mereka berdebat tentang siapa siapa saja yang akan menjadi pemenang pada hari terakhir pertandingan.
Seorang Pembawa acara dengan pakaian hitam keabuan muncul diarena pertandingan. " Para Ketua Sekte, Ketuan Klan dan seluruh peserta kami sampaikan salam hormat dan selamat datang. Marilah acara ini kita buka dengan beberapa pemlnyampaian oleh Yang Mulia Raja Ow Yun Ping" seru pembawa acara. Terlihat Seorang peria dengan pakaian sederhana bangkit berdiri dan berjalan menuju tengah arena.
"Salam hormat kepada Sumua Ketua Klan, Semua Patriak Sekte masing masing, maafkanlah jika pertandingan yang kami laksanakan ini, telah menyita waktu kalian hanya untuk kepentingan kerajaan kita. Tetapi kalian semua tidak perlu khawatir karena banyak kompensasi serta keuntungan lainnya bagi kalian yang menjadi peserta bahkan menjadi juara. Untuk mereka yang pada babak pertama dinyatakan gugur akan mendapatkan 100 koin perak dan sumber daya menengah, Gugur di babak kedua akan mendapatkan sumberdaya dan100 koin emas." Raja Ow menarik napas kemudian melanjutkan
"Adapun bagi 10 besar terakhir akan mendapat kehormatan memangku jabatan di istana 1000 koin emas dan sumber daya. Juara Ke Tiga diangkat sebagai Panglima pelatih, 1500 koin emas dan sumberdaya, Juara Kedua Menjadi Panglima membawahi 1000 prajurit tempur, 2500 koin emas dan Sumber daya sedangkan Juara Satu mendapatkan kehormatan sebagai komandan Pasukan Harimau Baja pelindung keluarga raja yang membawahi 500 orang ditambah uang senilai 5000 koin emas dan Sumber daya kelas atas." Riuh sorak para penonton dan peserta membahana memenuhi tempat itu.
__ADS_1
"Akhirnya mari bersama sama kita membuka babak pertama pertandingan ini" Seru Raja Ow Yun Ping yang diikuti dengan pemukulan semacam gong.
Selanjutnya 10 orang juri mulai memanggil nama nama peserta dan pertandingan babak pertama resmi dimulai.