KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
TANTANGAN TERBUKA


__ADS_3

Menjelang sore hari, terlihat seorang pemuda yang cukup tampan berjalan mendekati gerbang Klan Zou. Tanpa di perintah, gerbang besar setinggi 5 meter pintunya terbuka dan pemuda itu langsung melangkahkan kakinya memasuki Pusat pemukiman Klan Zou.


" Salam Tuan Muda..!!! terdengar seorang penjaga yang menyalaminya. Dengan senyum khas, pemuda itu ikut membalas salamnya.


Perjalanan pemuda itu diikuti oleh beberapa tatapan prihatin, " sayang sekali pemuda segagah tuan muda Kim tidak memiliki kemampuan yang bisa diandalkan" gumam penjaga tadi sembari menghela napas.


Tanpa adanya halangan dan hambatan, Zou Kim menuju Paviliun cemara tempat ayah dan ibunya.


" Kim Er...tegur seorang wanita paruh baya yang kebetulan telah melihat anaknya baru pulang. Yang Yin bergegas keluar menemui anaknya..


" Bagaimana keadaan Mu Kim Er...tadinya aku sangat mengkhawatirkan mu anak ku...keluh ibunya..


" Anak mu tidak kekurangan apapun ibu. Ayah kemana bu.? tanya Zou Kim.


" Saat ini ayahmu masih memusatkan pelatihannya, mungkin 2 hari lagi ia baru bisa kita temui..sudah jangan cari ayah mu dulu, kamu pasti kebanyakan tidak mandi dan makan enak.


" Kamu mandi dulu dan baru kembali kemari untuk makan ya..!!


" Ye Mei sekarang lagi ngapain bu? kembali ia bertanya sebelum beranjak..


"Adikmu juga sedang bersama ayah mu nak..!! jawab ibunya..akhirnya Zou Kim kembali ke Paviliunnya untuk membersihkan diri. Yang Yin mengiringi langkah anaknya dengan senyum bahagia atas kepulangannya.


Pada hari ke 28 perjanjian Sekte Gunung Pedang, suasana Klan Zou dihiasi dengan senyum keyakinan dan kepercayaan atas kemampuan masing masing..Zou Kim mampu melihat ayahnya sebagai satu satunya orang Benua Timur yang berada pada tingkatan Permulaan Dewa, meskipun ia belum mampu menguasai tingkatan tersebut sepenuhnya. Sementara para tetua sudah menginjak tingkat Galaxy menengah, kecuali Zou Ho yang berada di tingkat Galaxy Mahir.


Zou Ye adiknya dan Zou Ruan Putra Tetua IV pada Bintang Cahaya Mahir, Zou Hung Galaxy awal, Zou Lam dan Zou Ma sudah mencapai tingkat Bintang Cahaya Mahir. Alhasil sebanyak 30 orang penerima Pil yang ia buatkan mengalami peningkatan kultivasi yang mencengangkan.


Keesokan paginya, di depan gerbang Klan Zou terlihat kartu nama yang ditunjukan kepada penjaga gerbang Klan Zou. Kartu itu merupakan cetakan Gunung tertancap pedang. Zou Lam langsung memahami siapa tamunya..ia kemudian membuka gerbang dan mempersilahkan tamunya..sementara seorang penjaga telah ia printahkan untuk memberikan laporan lewat giok informasi.


Dari dalam terlihat beriringan keluar menyambut tamunya, ketua Klan Zou dan empat tetua Klan.

__ADS_1


" Selamat datang..kepada tamu dari benua Tengah mungkin ada hal hal yang bisa kami bantu, silahkan untuk menyampaikan kepada ku selaku ketua Klan" sambut ketua Klan Zou dengan merangkap tangan.


" Hemmm..aku Yu Ming Patriak Sekte Gunung Pedang tidak berani menerima segala sambutan semacam..aku kemari untuk menantang kalian bertarung secara terbuka"


"Untuk itu aku akan mengajukan taruhan kepada kalian"


"Baik..!! silahkan diajukan, kami akan mengiringi maksud Patriak, akan tetapi pertarungan semacam apa yang akan kita lakukakan" Tanya Zou Kun dengan ramah.


" Pertarungan akan dilaksanakan antara jenius klan 1 babak, kemudian pertarungan Tetua 1 babak dan Patriak serta Ketua 1 babak"


" Jika kalian kalah dalam 2 banding 1 atau total,maka kalian harus menjadi bagian Sekte Gunung Pedang serta menghapus nama klan kalian.!!"


Sponton pernyataan itu menuai respon bergemuruh diantara anggota Klan Zou..


" Semuanya tenang..!! kata Ketua Klan Zou yang langsung membuat seluruh orang terdiam..


"Aku setujui permintaan Saudara, asalkan pertarungan berjalan tanpa kecurangan dan tidak pula sampai ada korban jiwa"


" Baik..aku setuju" jawab Yu Ming.


"Patriak Yu...!!! tadi telah kami dengar taruhan yang Patriak sampaikan, sekarang bagaimana jika kalian yang kalah..? tanya Zou Kim.


"Lalu apa yang ketua ingingkan.?"


" Aku harap kalian tidak lagi terlibat dalam pergerakan dalam bentuk apapun di Benua Timur, bahkan kalian juga harus menghormati Anggota Klan Zou dimanapun kalian menjumpainya.."


" Baik....itu hal mudah bagi kami..!!


Setelah kedua belah pihak setuju, akhirnya persiapan pertarungan dimulai dalam suasana yang serba cepat. Zou Ho memerintahkan Zou Lam dan anggotanya untuk mpersiapkan tempat duduk untuk 20 orang Sekte Gunung Pedang. Tidak sampai setengah pembakaran Hio, arena pertarungan sederhana yang langsung beralaskan tanah tepatnya di alun alunya klan zou telah rampung dipersiapkan.

__ADS_1


"Aku rasa arena pertarungan ini sudah lumyan cukup. semoga Patriak Sekte Gunung pedang tidak merasa kecewa."


" Ketua Klan tidak permu memusingkan hal semacam itu, yang terpenting sekarang silahkan ajukan 3 orang Jenius Klan yang akan menghadapi 3 Jenius kami.!!" Pinta Patriak Sekte Gunung Pedang masih dalam suasana cukup sungkan.


" Baiklah...Zou Ruan..Zou Hung.. dan satu lagiii....


" Aku Zou Kim harus ikut menjadi bagian dari babak pertama.!!


Anggota Klan Zou yang hadir pada waktu itu, kedengaran sedikit gaduh..


"Waduhhh kenapa harus tuan muda Kim"


" Habis sudah, Klan kita bakal dipermalukan habis habisan..


" huhhh wajah lumayan tampan tapi kemampuan dibawah rata rata..berani sekali"


Bermacam macam respon dan keluh yang hadir melihat Zou Kim mengajukan diri dalam babak pertama.


" Xun Juan, Wo Ci Min dan Ren Huan kalian maju dan buat lawan kalian tidak berkutik" perintah ketua Sekte Gunung Pedang. Serempak ketiganya bergegas mengambil tempat.


Xun Juan akan berhadapan dengan Zou Hung, Zou Kim berhadapan dengan Da Ren Li dan Wo Ci Min menghadapi Zou Ruan putra tetua IV klan Zou, Zou Ren.


Wo Ci Min ingin selekasnya menyelesaikan pertarungan sehingga ia mengambil inisiatif menyerang lebih duku sebelum teman temannya.


" Bersiaplah.." Pedang Angin..Memutar Balikan Bumi..Ci Min mengarahkan pedangnya berputar lurus kearah Zou Ruan. Sebaliknya Zou Ruan tidak menjadi gugup melihat teknik pedang lawannya. Pedang yang sebelumnya tersarung tiba tiba telah berada ditangannya


"Aliran Air....Segel Air..hiyaaaa..teriaknya menghalau putaran pedang Wo Ci Min..Tranggg...Trangg...Tang...benturan pedang keduanya membuat mata kedua pihak melotot melihat kemampuan mereka ternyata berimbang.


"Sepertinya harapan memenangkan pertarungan ini tidak akan mudah" batin Wo Ci Min.

__ADS_1


Pada jarak berbeda, dua petarung lainnya juga sudah mulai terlibat dalam pertarungan serius.


......######......


__ADS_2