KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
ZOU KIM MEMENUHI JANJI


__ADS_3

Zou Kim masih mengamati kawah yang telah diciptakannya. Selanjutnya ia berencana mengajak Cang Guang untuk menuju Sekte Surgawi. Sampai hari mulai gelap, Zou Kim dan Cang Guang beranjak meninggalkan lokasi bekas Sekte Awan Kegelapan. Mereka sengaja menggunakan jalur darat agar bisa sedikit bersantai untuk menuju Sekte Surgawi.


Disepanjang perjalanan menuju utara, mereka mendengar bahwa Sekte Surgawi adalah sekte yang berdiri diatas danau es yang dikenal dengan nama Danau Shu Bis. Pada hari ketiga sejak musnahnya sekte Awan Kegelapan, berita yang beredar telah sampai ketelinga Du Yan dan lainnya, sehingga Du Yan semakin yakin bahwa kedua orang tamunya yang kemarin, adalah Kultivator tingkat Dewa, segingga ia percaya bahwa kedua orang itulah yang telah memusnahkan Sekte Awan Kegelapan.


Dipihak Zou dan Cang sendiri, mereka tidak menyadari bahwa berita tentang dewa super yang menghancurkan Sekte Awan Kegelapan telah tersebar sampai ke Danau Shu Bis. Patriak Sekte Surgawi Cung Hui Yan adalah seorang pria berumur lima puluh satu tahun. Hari itu sebelum matahari naik dipuncaknya ia memutuskan untuk membahas masalah yang sejak pagi tadi membuatnya berpikir keras mencari jawabannya.


"Kumpulkan para tetua, kita harus membahas persiapan terkait kemungkinan akan adanya kunjungan dari orang orang yang telah memusnahkan Sekte Awan Kegelapan" perintah Patriak Cung Hui Yang kepada salah satu muridnya. Beberapa waktu kemudian, tujuh orang tetua Sekte terlihat berdatangan satu persatu sehingga tidak sampai setengah pembakaran Hio, semuanya sudah berkumpul.


"Para tetua, aku minta maaf karena harus mengajak kalian membahas sebuah masalah penting dalam suasana mendadak" Kata ketua Sekte Surgawi.


"Ada apa sebenarnya ketua, sejak kami menjabat sebagai tetua, baru kali ini ketua dengan mendadak mengajak kami berkumpul" tanya salah satu tetua bernama Sian Him.


"Apakah kalian telah mendengar berita yang menggemparkan empat hari lalu"


"Belum Ketua, berita apa sebenarnya" tanya beberapa tetua berbarengan.


"Salah satu Pelindung Sekte Naga Iblis yang tertua, Sun Ko telah tewas ditangan dua orang yang dikabarkan merupakan orang terkuat di Benua Timur dan Benua Tengah. Kemudian pagi tadi aku kembali mendapatkan laporan, bahwa Sekte Awan Kegelapan telah musnah, sedangkan pada lokasi berdirinya Sekte tersebut telah musnah digantikan dengan kawah yang cukup luas dan dalam" Ketua Sekte Surgawi mengakhiri keterangannya.


Kembali Sian Him bertanya, " Lalu sekarang bagaimana rencana ketua,"


"Justru itulah maksudku mengundang kalian semua, Sekte Naga Iblis dan Sekte Awan Kegelapan adalah dua sekte yang termasuk sebagai pelopor rencana penyerangan ke Benua Tengah, jadi aku yakin kedatangan kedua orang dari Benua Timur dan Tengah itu adalah untuk menghapus niat Benua Barat" Jawab Ketua Sekte Surgawi.


"Jika demikian, aku rasa kita harus bersiap memberikan perlawanan sampai akhir, karena aku yakin mereka akan datang pula untuk memusnahkan kita," Kata Sian Him


"Inilah yang sulit, mendengar kemampuan mereka, tidak satupun dari kita yang mampu melawannya, sebaliknya meskipun kita terpaksa, bukankah kita juga memang tidak begitu setuju untuk ikut menyerang Benua Tengah" terang katua sekte.


"Ketuaaa...menurutku dalam hal ini, kita harus mengundang Pelindung Sekte, karna hanya beliau yang bisa memberikan keputusan tepat terhadap langkah kita selanjutnya" usul tetua ke empat Hung Wuan.

__ADS_1


Cung Hui Yan pada akhirnya sepakat untuk mengundang Pelindung Sekte yang masih merupakan pamannya sendiri. Ketua klan dan para tetua sekte sangat tertib menunggu kedatangan pelindung mereka.


"Maaf telah membuat kalian menunggu agak lama" sebuah suara yang kedengaran serak terlihat berjalan memasuki ruangan.


" Hormat kami kepada Pelindung Cung Man" serentak ketua dan para tetua berdiri memberi hormat kepada pria tua yang beumur sekitar delapan puluh tahun dan mengenakan pakaian biru.


"Hemmm sudahlah, kalian duduklah kembali" perintah Pelindung Sekte Surgawi.


"Aku sudah mengetahui semua yang kalian bicarakan. Jadi, dalam hal ini kita akan mengambil sikap netral. Kita akan melawan sampai mati jika dihina atau ditantang dan kita akan berdamai jika kita diminta berdamai. Lagipula menyerang benua lain seperti harapan Raja Song Mui, bukanlah hal yang baik bagi kita". Semua hadirin menganggukan kepala setelah mendengar rencana pelindung sekte mereka.


Pelindung Sekte, Ketua dan para tetua selanjutnya melanjutkan acara makan siang. Tepat beberapa waktu setelah makan, terlihat salah seorang penjaga gerbang datang untuk memberikan laporan"


"Lapor ketua, ada dua orang tamu tua dan muda didepan gerbang kita, mereka meminta untuk bisa bertemu dengan ketua"


Cung Hui Yan sedikit tersentak mendengar laporan itu, tanpa sadar ia kemudian menoleh kepada Cung Man.


" Baik Pelindung Sekte" jawab pengantar laporan tadi.


Seorang Pria berusia antara delapan puluh tahun bersama seorang pemuda delapan belas tahunan didampingi oleh salah satu murid penerima tamu, berjalan memasuki ruangan tempat pelindung, ketua dan tetua Sekte Surgawi berkumpul.


"Salam hormat kami kepada Ketua, Pelindung dan tetua Sekte Surgawi" Sapa pria tua yang tidak lain adalah Cang Guang.


"Salam hormat juga kami sampaikan kepada tuan tuan berdua," jawab Cung Hui Yan.


"Tuan tuan tentu telah melalui perjalan jauh, mari silahkan duduk dulu" Ketua sekte mempersilahkan tamunya.


"Terimakasih ketua, perkenalkan Aku si tua ini Cang Guang dan ini cucuku Zou Kim"

__ADS_1


"Maafkan kami yang mungkin mengganggu kesibukan ketua, maksud kedatangan kami kemari adalah ingin meminta kepada ketua agar rencana penyerangan ke Benua Tengah bisa dihentikan, karena sungguh itu akan memberikan kerugian kepada kedua pihak" harap Cang Guang.


"Hemmm tidak semudah itu !!! setidaknya berikan kami petunjuk sebagai dasar kami menolak bergabung dalam misi yang diamanatkan Raja Song" terdengar Cung Man yang mengambil alih pembicaraan.


Melihat Ketua partai tidak berkutik karena pembicaraannya diserobot, Cang Guang langsung paham bahwa saat ini ia berhadapan dengan Cung Man, Pelindung Sekte Surgawi.


"Apakah aku sedang berhadapan dengan pelindung Man," tanyanya.


Tanpa menunggu jawaban Cang Guang langsung bertanya," Alasan yang bagaimana yang mungkin Pelindung sekte maksudkan" kembali Cang Guang bertanya.


"Kalian harus mengalahkan aku" jawab Cung Man tegas.


"Ah..kami mana berani berlaku demikian, tetapi jika seperti otu harapan pelindung sekte, baiklah kami akan memenuhinya. Lalu dimana kita akan memulainya.


Serombongan orang menuju lapangan di bagian depan Sekte Surgawi mereka bertujuan untuk menyaksikan pertarungan Pelindung mereka menghadapi salah seorang tamu yang berasal dari Benua lain.


"Energi Surgawi, Naga Es Abadi" ucap pelindung sekte dengan santai.


Biarkan aku yang menghadapinya jawab Zou Kim yang kemudian maju bersiap menerima serangan Es milik Cung Man. Pukulan Es yang dilepas Cung man dengan tingkatan Galaxy mahir ditangkis oleh Zou Kim tanpa penggunaan tingkatan apapun. Beruntung Cung Man segera menyadari sesuatu.


" Terimakasih Saudara Muda, kini mata tua ini telah terbuka atas arti sebuah kekuatan. Untuk itu, permintaan kalian tadi aku penuhi"


Tanpa berbasa basi, Zou dan Cang langsung meminta diri untuk kembali ke benua mereka. Pada malam ke tujuh sejak Zou Kim memasuki tingkatan Dewa Suci, ia bersama Cang Guang sedang dalam perjalanan diatas kapal laut menuju Benua Tengah.


"Cang Tua, aku rasa saat inilah waktunya bagi ku untuk menepati janji dan menceritakan semuanya kepada mu,"


...#######...

__ADS_1


__ADS_2