KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
PERTARUNGAN DEWA SUCI


__ADS_3

" Hiyaaaaaa.....Hiyaaaaa..." Raja Ow dan Xun Gan sama sama mendorong energi masing masing.


Raja Ow mengambil inisiatif menyerang, sebaliknya Ketua Sekte Mata Dewa menggunakan teknik bertahan.


Dengan cepat kedua energi raksasa tersebut melaju dan bertabrakan. Akan tetapi tidak ada ledakan yang terjadi pada benturan energi tersebut. Secara perlahan, Tapak Pemusnah yang dilepaskan Raja Ow, mulai ditelan oleh Mata Ilusi Xun Gan.


Raja Ow kelihatan geram melihat serangannya malah diserap oleh lawan. Ia langsung melesat dengan tinju terbuka untuk melakukan pertarungan jarak dekat. Dalam sekejap, keduanya telah bertukar teknik berkali-kali.


Xun Gan selalu mampu mengatisipasi serangan Raja Ow, bahkan sesekali ia kelihatan juga balas menyerang. Dalam pertarungan jarak dekat, perbedaan tingkatan mereka jadi tidak begitu kelihatan. Sehingga Raja Ow terus menggempur lawan tanpa henti. Sampai akhirnya,


" Energi Dewa Kematian, Tapak Pemetik Bintang.!"


Hiyaaaaa......Seru Raja Ow.


" Energi Dewa Perang, Jari Berdarah..Hiyaaa..!" Xun Gan juga melepaskan energi jarinya dan menghalau serangan tapak Raja Ow.


Bummmm..bummmm..bummmm..benturan demi benturan yang menggelegar terjadi berkali kali.


Dalam benturan kekuatan tersebut, Raja Ow merasakan telapak tangannya merasa kebas dan kesemutan. Sehingga ia kembali mengubah pola serangannya. Tanpa terasa pertarungan keduanya masih berlangsung imbang, meskipun matahari sudah mulai condong ke arah barat.


Kedua kubu yang bertempur di alun-alun kota Muitung, sesekali mendongak ke atas udara untuk melihat pertarungan tingkat Dewa Suci. Kadang mereka terganggu dengan goncangan yang cukup terasa ditempat mereka bertarung, sehingga serangan yang sudah jelas akan mengenai lawan terkadang meleset oleh goncangan tersebut.


Mereka semua merasa merinding oleh kekuatan pertarungan antara Raja Ow dan Ketua Sekte Mata Dewa, beruntung seluruh kota sudah dilindungi oleh orang yang belum mereka kenal. Jika tidak, maka mereka tentu sudah musnah.


* Di Luar Gerbang Kota Muyang *


Setelah mengamankan areal pertarungan para komandan bendera menghadapi 4 tetua Sekte Mata Dewa, Zou Kim kemudian memantau jalannya pertarungan dan apa bila kondisi mendesak ia baru akan mengambil tindakan.


Zou Kim sengaja membiarkan para komandannya berada dalam pertarungan hidup mati dengan lawan yang satu tingkat di atas mereka. Ia berharap dengan demikian maka pada saat nanti ia tinggalkan, Jiang Wan dan lainnya akan terus tumbuh dan bertambah kuat.


" Hati Pedang, Seribu Pedang Berpadu.!"


Jiang Wan mempersiapkan salah satu serangannya.


"Energi Raja Api, Tebasan Pedang Lahar.!"

__ADS_1


Mou Luang juga mempersiapkan serangannya.


Tetua Jun Fey tersenyum mengejek melihat persiapan serangan kedua lawannya.


" Kemampuan bocah-bocah ini lumayan juga "


Dalam hati Tetua Jun membatin.


" Energi Dewa Perang, Mata Ilusi." Blugg...


Sebuah hologram mata yang berukuran sekitar 50 meteran kini muncul dihadapan Tetua Jun Fey. Sebaliknya, hologram pedang api milik komandan Bendera Kuning Mou Luang, hanya berukuran 20an meter. Sedangkan Jiang Wan telah menciptakan ratusan pedang di atas langit.


" Hiyaaaaa.......Haittt.."


Bluzzzzz..Bluzzzzz... pedang dengan elemen api dan ratusan pedang dengan eleman angin berbenturan dengan mata yang dilepaskan oleh tetua Jun.


Seperti yang terjadi pada Raja Ow saat menghadapi Xun Gan, serangan Jiang Wan dan Mou Luang sama-sama tidak membuahkan hasil apapun. Bahkan di atas udara, hologram mata ciptaan Tetua Jun, tidak tergoyahkan.


" Uaaa..ha..haa haaa..menggelikan. Kekuatan semacam itu mau kalian pamer ke siapa.?"


" Kamu jangan keburu senang dulu orang tua, pertarungan kita akan berakhir hanya dengan kematian. Jadi buktikanlah kemampuan mu."


Mou Luang tidak mau kalah dan balik mempropokasi lawan.


Tetua pertama Sekte Mata Dewa, ternyata termakan oleh ejekan lawan, sehingga menjadi sangat marah.


" Energi Dewa Perang, Dewa Perang Nirwana..!"


Wuzzzzz.... Bummmm..


Diikuti ledakan energi yang besar, kemudian di belakang Tetua Jun Fey, muncul hologram Dewa berlengan 4 dan berjubah Perak. Keempat lengannya memegang pedang yang berbeda-beda. Perwujudan energi yang membentuk tubuh dewa tersebut memiliki tinggi hampir 100 meter.


Jiang Wan dan Mou Luang menjadi sangat terkejut melihat kekuatan lawan. Akan tetapi mereka ternyata tetap bertahan dan tidak mau menyerah.


" Dengan ini, akan ku pertaruhkan semuanya. Energi Naga Langit, Tebasan Pembelah Langit."

__ADS_1


Qi pedang dalam jumlah maksimal telah dikerahkan Jiang Wan, sehingga dihadapannya telah muncul pedang hampir 50 meter dengan elemen angin yang menyelimuti seluruh tubuh pedang.


Ternyata Mou Luang juga ikut mengeluarkan seluruh Qi miliknya.


" Energi Raja Api, Pedang Pembakar Iblis."


Qi pedang Mou Luang seukuran dengan milik Jiang Wan, kedua pedang itu hanya dibedakan oleh elemen yang menyelimutinya. Yang satu elemen angin sedangkan satunya elemen api.


Hiyaaaa...Hiyaaaa..


Tanpa komanda, keduanya langsung melakukan tebasan yang saling menyilang kepada sosok dewa yang ada dihadapan mereka.


Dewa perang milik Jun Fey, menggerkan keempat tangannya dan dengan bersamaan, 4 pedang menghalau dua pedang yang datang.


Trang..trangg....Bummmmmmm...


Uaghhhh..Uaghhhhh...


Mou dan Jiang langsung terlempar setelah Qi pedang milik mereka berdua hancur ditebas oleh Dewa Perang.


Sebelum tubuh mereka terhempas dengan keras ketanah, sebuah sinar berwarna putih menyambar tubuh mereka. Alhasil mereka hanya mengulami luka dalam yang cukup parah. Beruntung mereka tidak terhempas ketanah. Sebab jika itu terjadi, bisa dipastikan mereka berdua akan menjadi manusia cacat dengan tulang yang remuk.


" Terima kasih Komandan Zou..! " ucap mereka serantak.


"Terima kasihnya nanti saja, sekarang kalian telan ke tiga pil ini bersamaan. Setelah agak baikan baru susul dengan menyerap dua pil lainnya."


Zou Kim memberikan mereka masing-masing lima butir pil pemulih.


" Hey anak muda, berani sakali kamu menyelamatkan mangsa yang hampir saja ku kirim keaherat.! atau kamu ingin menempati kereta yang sama dengan mereka.?"


Tetua Jun marah, setelah mengetahui kedua lawan yang nyaris ia bunuh, ternyata telah di selamatkan.


" Hah.....satu kereta pak tua..!! boleh saja, asal keretanya dikudikan oleh mu. Bagaimana, apakah kamu mau pak tua.?"


Hiyaaaaa...Dewa Perang mengayunkan salah satu pedang ditangan kanannya untuk menebas Zou Kim.

__ADS_1


__ADS_2