
Zou Kim terus mengamati keberadaan orang-orang yang berkumpul di Aula Sekte Bintang Dewa. Terutama pria yang sudah memutih semua rambutnya. Ia mengetahui bahwa pria tua itu akan menjadi lawan berat baginya. Lebih dari satu pembakaran hio, ia berdiam ditempatnya. Setelah ia melihat pelaporan Ko Yang dan Ma Kuan selesai dan orangnya bintang dewa bubar, akhirnya Zou Kim memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.
Menjelang malam hari, ia memilih untuk memasuki sebuah desa dan mencari penginapan. Ia menginap semata-mata agar bisa menyelidiki identitas Patriak dan Pelindung Sekte Bintang Dewa.
"Penginapan Dewi Bulan"
Seorang pemuda berusia sekitaran 18 tahun terlihat memasuki penginapan Dewi Bulan.
" Silahkan tuan muda..!! apakah tuan muda mau menginap tegur seorang pelayan yang berusia sekitar 50an tahun?
" Apa paman ada kamar kosong..??
" Masih banyak tuan muda, silahkan menunggu sebentar aku persiapkan kamarnya..!! seru pelayang itu.
" Satu kamar semalam berapa paman..? tanya pemuda itu sopan.
" Hanya satu koin perak tuan muda..!!" jawab si pelayan yang kemudian bergegas membersihkan kamar untuk tamunya.
Tidak terlalu lama, pria tadi sudah kembali dan mempersilahkan kepada tamunya untuk memasuki kamarnya.
" Paman aku minta tolong disediakan makan dan diantar kemari saja ya..!! pinta si pemuda yang bukan lain adalah Zou Kim.
Beberapa waktu kemudian pelayan tadi kembali dengan membawa nampan masakan dan meletakkannya di atas meja. Ketika ia mau undur diri.." Paman tunggu sebentar..!!
" Ada apa tuan muda apa masih ada yang bisa aku kerjakan buat tuan muda..? tanyanya.
" Aku hanya ingin mengobrol sambil makan bersama paman, bolehkan paman..?
" Kalau untuk makan aku tidak berani tuan muda, tapi kalau tuan muda ingin mengobrol, si tua ini siap menemani tuan muda." jawab sang pelayan.
" Perkenalkan aku Zou Kim Paman"
__ADS_1
"Ohh tidak berani tuan muda, aku yang tua ini Duan Lam."
" Paman asli dari desa ini ya..?
"Benar tuan muda, desa ini adalah desa kelahiran paman, apakah tuan muda punya keluarga disini.?
"Ahh..itu sih tidak ada Paman Duan, aku hanya ingin mengetahui..sekte terhebat di benua ini saja."
" Apakah tuan muda ingin menjadi murid sekte ya..?"
" Kalau beruntung diterima, memang itulah tujuan ku kemari paman." Jawab Zou Kim dan Duan Lam sendiri kelihatan manggut-manggut.
" Di Benua ini..Sekte terkuat adalah Sekte Bintang Dewa. Jika tuan muda ingin melamar menjadi murid mereka, maka tuan muda paling tidak harus berada pada tingkatan Bintang Awal..itu berita yang aku dengar." Duan Lam menerangkan.
" Kalau begitu, apakah siapapun boleh mendaftar kapanpun paman.?
" Menurut berita yang aku dengar dari beberapa tamu hotel, mereka menerima calon murid untuk diseleksi setiap akhir bulan sekali. Kebetulan besok adalah akhir bulan, jadi silahkan tuan muda mencobanya..meskipun kabarnya dalam 1 tahun belum tentu yang lulus mencapai 5 orang.
" Kalau masalah itu aku sendiri tidak tau seleksinya dilaksanakan dalam bentuk seperti apa."
" Terus paman, apakah Patriak mereka sanggat kuat ya, karena kalau kekuatannya tidak hebat, aku tidak akan jadi memasuki sekte itu..!!
" Dari yang aku dengar, Patriak Sekte Bintang Dewa Cang Song, sudah mencapai tingkatan Master atau Dewa sedangkan pelindung mereka Cang Guang itu lebih hebat lagi.."
"Hemmmmmm....kita tunggu saja waktu yang baik untuk menguji kemampuan..!!" gumam Zou Kim.
Mereka berdua masih terus asik mengobrol, sampai akhirnya Duan Lam pamit untuk beristirahat.
Malam itu, Zou Kim memutuskan harus memasuki Sekte Bintang Dewa, setelah mengetahui dengan persis posisi kediaman Pelindungnya, barulah ia akan melakukan rencananya.
Zou Kim mengambil posisi bersila di atas dipan dan memulai Teknik Napas Dewa Agung untuk memulihkan diri sekaligus menambah kekuatannya.
__ADS_1
Pagi harinya, Zou Kim membayar hotel dan menambahkan 2 tael perak kepada Duan Lam. " Iiii...ini apa tuan muda..? tanyanya.
"Sudahlah..aku berharap paman mau terima dan memanfaatkannya. Aku langsung jalan paman..!! seru Zou Kim.
"Baik, hati hati dijalan tuan muda".
Zou Kim mengambil jalan darat agar kelihatan tidak memiliki keistimewaan, bahkan ia telah menurunkan kemampuannya sampai ketingkat Bintang Awal. Sebelum tengah hari, Zou Kim mendekati gerbang Sekte Bintang Dewa dan menyampaikan maksudnya kepada penjaga gerbang.
" Aku Kim Zou ingin mencoba peruntungan dengan melamar menjadi murid Sekte Bintang Dewa" Ucap Zou Kim menutupi identitas sebenarnya.
"Heeemmmmmm...penjaga itu memperhatikan Zou Kim dengan seksama. " Kamu langsung berjalan lurus belasan tombak, disana ada tempat pendaftaran kamu bisa mencobanya mulai dari sana..!!
Baik..aku pergi dulu..jawab Zou Kim.
Zou Kim mendaftarkan diri tanpa masalah..kebetulan pada hari itu pendaftar hanya ada 3 orang sehingga mereka bertiga langsung diantarkan ke tempat seleksi.
Selain Zou Kim, pendaftar lainnya bernama Li Hui Yan dan Yong Suang. Seleksi dibagi dalam tiga tahap. Tahap pertama mereka harus mampu mengalahkan 4 orang petarung Setingkat dibawah mereka, kemudian Tahap Ke Dua..Tes Pengetahuan dan Tahap Ketiga mereka diharuskan bertahan melalui 10 serangan senior mereka yang berada pada tingkat Bintang Mahir.
Ketiga peserta berhasil melalui tahap pertama dan ke dua, sedangkan Li Hui Yan harus gugur pada tahap ke tiga.
" Untung saja aku berhasil menghindari serangan penguji terakhir meski dengan susah payah.." gumam Zou Kim yang membuat Yong Suang tersenyum.
" Sejujurnya aku sendiri masih bisa mengimbangi penguji tadi meskipun sampai sama sama terluka" Ucap Yong Suang dengan angkuh.
Zou Kim dan Yong Suang dipersilahkan menuju asrama para murid baru. Sedangkan Li Hui Yan telah pergi meninggalkan Sekte Bintang Dewa.
Zou Kim yang baru saja masuk, langsung mencari sumber informasi tempat kediaman Cang Guang. Rupanya Cang Guang menempati Paviliun paling belakang didalam sekte Bintang Dewa. Untuk menuju kesana, Zou Kim menyamar menjadi pengantar makanan. Jika ia menggunakan kemampuannya maka besar kemungkinan akan ketahuan, mengingat ia dan Cang Guang memiliki kemampuan setara.
Hari baru menjelang malam, terlihat seorang pengantar makanan berjalan membawa nampan makananan menuju sebuah Paviluan yang terbilang sederhana. Ia mengetuk pintu dan tanpa menunggu jawaban ia langsung masuk. Bagaimana untuk masuk, bersikap, berucap dan lainnya telah ia pelajari sebelumnya. Sehingga tanpa hambatan Zou Kim meletakan nampan berikut surat di atas meja setelah itu ia bergegas keluar.
" Aku harus berangkat lebih dulu..Pelindung Guang Aku akan menunggu mu.." Gumam Zou Kim dengan menggunakan teknik ilusi, perlahan melangkahkan kaki tampa hambatan meninggalkan gerbang sekte...
__ADS_1