KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
PORTAL DUNIA TENGAH


__ADS_3

Hari yang cerah dan begitu indah, warga sekitarnya menyambut hari itu dengan suka cita, para petani, pedagang, nelayan dan lainnya bekerja dengan semangat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka. Seorang pemuda berumur sembilan belasan tahun berjalan dengan santainya menuju pusat kediaman Klan Zou. Setiap warga yang berpapasan dengannya, selalu memberi senyum hormat yang tulus.


Pemuda itu berjalan memasuki gerbang induk Klan Zou.


"Eh Tuan Muda, bagaimana keadaan mu..? tanya kepala kemanan Klan Zou.


"Aku baik baik saja Paman Lam, kamu sendiri bagaimana ? tanya pemuda tersebut.


"Seperti yang Tuan Muda lihat, sampai saat ini aku masih seperti puluhan hari yang lalu, cuma untuk penjaga keamanan kita sekarang telah bertambah, sehingga berjumlah dua ratus lima puluh orang." Jawabnya.


"Pencapaian yang bagus Paman Lam, lalu bagaimana dengan kondisi Klan dan benua kita sejauh ini ?"


"Tepatnya lima hari lalu, yang mulia Raja Yang Mu beserta keluarga telah detang berkunjung, mereka menginap hanya dua malam saja, selain hal itu tidak ada hal hal yang tidak menyenangkan atau hal buruk yang aku dengar".


"Baiklah, kalau begitu aku masuk kedalam dulu ya Paman Lam" seru pemuda itu yang kemudian kembali melanjutkan perjalanannya menuju bagian dalam Klan Zou.


Karena matahari belum begitu tinggi, pemuda tadi mengayun langkahnya kesebuah Paviliun yang cukup besar dan bertuliskan Paviliun Cemara. Para pelayan dan dayang yang kebetulan juga melihatnya pada tersenyum dan memberi hormat yang ditanggapi pula dengan senyum oleh pemuda itu.


"Kim Er...Kim Gege.." suara duara orang wanita yang membuatnya menoleh seketika.


"Ehhh Ibu, anak pulang dan menghatur hormat buat ibu" pemuda yang tak lain adalah Zou Kim itu langsung berlutut dihadapan ibunya.


"Sudahlah, kamu jangan seperti itu anak ku, kamu sudah kembali dengan selamat itu lebih dari cukup buat ibu" jawab ibunya.

__ADS_1


"Gege, kenapa aku kau abaikan," gerutu gadis liama belasan tahun yang berdiri disamping ibunya.


" Maafkan gege mu mei mei ku yang cantik, bukankah kita sebagai anak harus mendahulukan orang tua," jawabnya sembari menoel hidung adiknya.


Mereka bertiga bergegas keruang makan dan melepas rindu dengan saling bercerita. Selagi asik bercerita, seorang pria lima puluhan tahun berjalan menghampiri mereka.


"Wahhh rupanya kita kedatangan tamu," seru proa tersebut.


"Ayah, maafkan aku ayah, karena terlalu rindu masakan ibu jadinya aku belum sempat menghaturkan hormat kepada ayah". seru Zou Kim.


Pertemuan sebuah keluarga kecil yang sangat memberikan kesan begitu mendalam bagi Zou Kim ia begitu bersemangat menceritakan banyak hal tentang pengalamannya kepada ayah, ibu dan adiknya. Setelah acara makan bersama, keluarga kecil itu akhirnya kembali dengan rutinitas mereka.Adapun Zou Kim sendiri telah kembali ke paviliunnya untuk beristirahat. Sebelum pergi mereka berempat telah sepakat untuk berkumpul kembali pada malam harinya, karena Zou Kim ingin bercerita tentang hal penting kepada ayah, ibu beserta adiknya.


Malam yang ditunggupun tiba, diruangan tengah Paviliun Cemara telah berkumpul Zou Kun dan istri kemudian kedua anak anaknya.


Zou Kim terlihat menarik napas dan wajahnya sedikit kelihatan murung.


"Ayah, Ibu dan mei mei, dalam hal ini mungkin ayah sudah tahu sebagian besar rahasia ku, sekarang akan aku terangkan seluruhnya," terang Zou Kim yang membuat ibu dan adiknya semakin penasaran.


"Ibu dan mei mei, maafkanlah aku karena selama ini hanya ayahlah yang tau bahwa sesungguhnya akulah yang orang kenal sebagai Pelindung Benua Timur,"


"Apaaaa..jadiii..gege selama ini," seru Zou Ye yang terperangah tidak percaya.


"Benar mei mei, karena itulah aku memintaa maaf, telah cukup lama aku membohongi mu dan ibu."

__ADS_1


"Saat ini Ayah, Ibu dan mei mei, aku telah mencapai tingkatan tertinggi di dunia kita yaitu tingkatan Dewa Suci."


"Hahhh..hebat sekali kamu Kim Er," seru Zou Kun tersenyum.


"Justru itulah ayah, karna telah mencapai tingkatan itu, menurut guru aku akan segera naik ke Dunia Tengah. Perkiraan ku, lusa akan terbuka portal antar dunia yang akan menghisap siapapun yang telah mencapai tingkatan Dewa Suci"


"Jadi kau akan meninggalkan ibu Kim Er," tanya ibunya yang kelihatan sangat sedih.


"Ibu jangan sedih, karena aku pasti akan kembali lagi ibu, sedangkan sisa waktu mulai besok, aku akan pergunakan untuk membahas banyak hal dengan ayah sekaligus melatih Ye mei untuk segera menembus tingkat Galaxy atau bahkan tingkat dewa".


Akhirnya pembicaraan malam itu berakhir dengan kesedihan Zou Kun, Zou Ye dan Yang Yin. Sebelum kembali ke Paviliunnya, Zou Kim sempatkan untuk membagi Pil Dewa Sastra untuk ayah ibu dan adiknya masing masing dua butir. Sedangkan untuk adiknya ia telah berpesan agar malam ini ia langsung mencobanya.


Keesokan harinya Zou Kim pertama tama melakukan pengecekan hasil yang dicapai adiknya. melihat adiknya belum keluar ia kemudian meneruskan untuk menemui ayahnya. Kebetulan pagi itu Zuo Kun ada di Paviliun pustaka., sehingga ia dengan mudah menemukannya.


"Ayah, aku ingin membicarakan hal penting lainnya dengan ayah," seru Zou Kim.


"Kemarilah anak ku, apa sebenarnya yang masih belum mengganjal dihatimu" tanya Zou Kun.


Zou Kim menuturkan kepada ayahnya tentang potensi turunnya iblis ke benua mereka. ia berpesan agar pengamanan dan penyerapan informasi. Karena dengan kuatnya informasi maka bisa mengatasi masalah itu secepatnya.


Zou Ye yang setelah menelan Pil pemberian kakanya, kini telah mencapai tingkatan Galaxy Mahir, sedikit lagi akan mencapai tingkat Dewa. Keberhasilan Zou Ye membuat Zou Kim tersenyum puas.


Keesokan hari, tepat menjelang sore tiba tiba awan hitam berarak tepat diatas klan Zou, terlihat diatas langi sebuah aurora yang disusul dengan ledakan petir yang menggelegar beberapa kali. Zou Kim melangkahkan kaki keluar dari Paviliunnya. Terlihat Zou Ye datang berlari menemui kakanya.

__ADS_1


"Gege jangan tinggalkan aku," teriak Zou Ye. Tidak jauh dibelakang Zou Ye, berdatangan Ketua Klan dan istrinya diikuti oleh para tetua klan Zou. Zou Kim meminta mereka semua untuk mundur kemudian turunlah petir yang begitu keras menghantam Zou Kim, tiba tiba bayangan Zou Kim lenyap dari pandangan mereka dan aurora yang terlihat langsung menghilang.


__ADS_2