
Pertandingan itu dilaksanakan dengan tujuan untuk mencari bakat bakat hebat yang akan diangkat sebagai pasukan atau petinggi militer kerajaan, maka pesertanya di batasi sampai usia 42 tahun, sedangkan aturan pertandingan dilarang untuk melukai berat apa lagi sampai membunuh lawan, apabila dilanggar maka peserta yang malakukannya berikut partai atau sektenya akan di diskualifikasi.
Akhirnya babak awal yang dinantikan oleh banyak orang dimulai, para penyelenggara atau wasit mulai memanggil 20 nama yang akan bertarung di babak awal dan yang menarik diataranya terdapat beberapa nama sekte yang ikut maju dalam babak itu seperti Sekte Hantu Darah, Sekte Lonceng Emas, Sekte Pedang Bijak dan Sekte Pedang Iblis.
Sekte Pedang Bijak diwakili oleh Bi Han Sim berhadapan dengan Sui Kang perwakilan Klan Sui. Perwakilan Sekte Lonceng Emas Zhu hui Chu berhadapan dengan petarung lepas dari Gunung Halimun Ham Gi. Dari Sekte Hantu Darah Man Chui berhadapan dengan Bing Lay dari Klan Bing, An Thek Li dari Pedang Iblis menghadapi salah satu anggota Kelompok Pengawalan Naga Terbang Bun Siow. Pertandingan keempat pasang petarung tersebut, sedikit lebih menarik dari enam arena lainnya. Masing masing petarung sudah melepas tingkatan serta tekninya yang membuat para penonton merasa takjub dan berdebat tentang siapa yang mereka jagokan.
Keempat arena terlihat masing masing berada pada tingkatan Bintang Cahaya Awal dan Menengah. Sehingga pertarungan yang tersaji di keempat arena benar benar menarik perhatian penonton.
"Pedang Iblis, Iblis Membabat Gunung" ucap An Thek Li melepas sebuah tebasan kearah lawannya.
"Naga Langit, Naga Membelah Samudra, Hiyaaa," teriak Bun Siow, Trang Tring..benturan pedang keduanya membuat tangan An Thek Li yang berusia 35 tahun merasa kebas, sedangkan Bun Siow karena usianya 41 tahun jadi penguasaannya pada tingkatan yang sama dengan lawan, masih membuatnya lebih unggul, sebab ia memiliki lingkaran Qi lebih banyak dari pada lawannya. Sehingga selang beberapa kali pertukaran jurus kemudian An Thek Li, mulai keteter hebat.
"Naga Langit, Tebasan Pembelah Langit" Bun Siow melepas salah satu teknik andalannya pada saat An Thek Li sudah berada disudut mati sehingga ia hanya mampu menangkis apa adanya.
Tranggggggg..suara benturan pedang yang cukup panjang dan menggema. Pedang yang dimiliki oleh An Thek Li telah terbang meninggalkan arena sementara tangannya sendiri sudah banyak yang pecah dan menglirkan darah. Akhirnya penyelenggara di arena tersebut langsung mengumumkan kemenangan pertama diraih oleh Bun Siow yang kemudian langsung kembali kebaraknya.
__ADS_1
Pada arena lainnya, Zhu Hui Chu barhasil ditaklukan oleh petarung lepas Gunung Halimun, Ham Gi itupun setelah melalui pertukaran lebih dari 70 teknik. Tidak lama kemudian terdengar wasit juga mengumumkan Bing Lay dari Klan Bing berhasil menaklukan Man Chui dari Sekte Hantu Darah. Sedangkan Sui Kang dari klan Sui berhasil mengungguli Bi Han Sim dari Sekte Pedang Bijak. Demikian pula dengan keenam arena lainnya berturut turut sudah diumumkan pemenangnya.
Berikutnya ke sepeluh orang wasit mulai memanggil peserta yang akan bertanding pada babak penyisihan kedua.
"Nomor 65 Yu Jin dari Sekte Pedang Matahari akan berhadapan dengan Nomor 52 Suan Tek dari Sekte Kelabang Ungu.
" Yo Xio dari Sekte Pengemis akan berhadapan dengan Ow Liang perwakilan dari klan Ow,".
"Houw Bu perwakilan Sekte Puncak Terang akan berhadapan dengan Huang Bian dari Kelompok Pengawalan Barang Naga Terbang," terdengar suara panggilan para wasit kepada para peserta yang diikuti tampik sorak dan tepukan tangan penonton dan beberapa peserta yang lainnya. Begitu pula para wasit di tujuh arena lainnya juga sudah memanggil nama nama peserta yang akan bertarung.
"Hey Bun Siow, Kwi San bukankah itu anak muda yang pertama kita lihat di Penginapan Pohon Emas dan kemudian terakhir pada saat kita istirahat dibawah gunung kemarin," seru Jiang Wan kepada kedua temannya.
"Kamu benar Jiang Wan, apakah dia juga ikut menjadi peserta ya," jawab Bun Siow agak meremehkan.
"Sudahlah toh nanti kita bersama sama akan melihat kemampuan pemuda itu" kata Kwi San. Kemudian mereka bertiga tidak lagi membahas si pemuda atau Zou Kim, melainkan fokus kepada pertandingan antara sahabat mereka yang menghadapi perwakilan Sekte Puncak Terang, Houw Bu.
__ADS_1
Pertarungan sudah dimulai, masing masing pihak bertarung dengan semangat penuh dengan teknik teknik yang indah, unik dan banyak tipu daya. Zou Kim sendiri tidak tinggal diam, dengan kemampuannya saat ini, terlebih setelah menelan Pil Dewa Sastra, berbagai teknik dan ilmu pengetahuan yang baru ia lihat akan bisa dengan mudah ia hafal dan kuasai.
"Pengemis Gila, Seribu Tongkat Pemusnah, Hiyaaa" teriak perwakilan Sekte Pengemis Yo Xio berusaha melumpuhkan lawannya. Sebaliknya Ow Liang tersenyum sinis melihat serangan lawannya yang datang dari arah sebelah atas.
"Hemmm cari mati rupanya, " Dewa Kematian, Tangan Memetik Bintang,"
Bummmmm...bummmm bayangan tongkat berbenturan dengan bayangan telapak tangan yang hampir sama banyaknya membuat Ow Liang dan Yo Xio sama sama terlempar mundur.
Pada arena yang lain, pertarungan antara Yu Jin dari Sekte Pedang Matahari yang menghadapi Sekte Hitam terkuat yaitu Kelabang Ungu, Suan Tek berlangsung dengan imbang. Cuma dalam hal ini ada sedikit perbedaan, dimana dengan sama sama memiliki tingkatan Bintang Cahaya Puncak hembusan angin dari senjata keduanya bahkan sampai memberikan goresan yang lumayan dalam pada lantai arena.
"Pedang Matahari, Membakar Jagat Raya" Hiyaaa..teriak Yu Jin yang meloncat ke udara dan sembari bersalto melepaskan serangannya. Melihat serangan lawan datang kearahnya, Suan Tek tidak tinggal diam. Dengan menggunakan pedang kelabang yang memiliki bentuk meliuk seperti keris ia memberikan perlawanan yang tidak kalah kuatnya.
"Energi Kelabang Ungu, Kelabang Racun, Haittt..teriak Suan Tek. Terlihat semburan kabut berwarna ungu yang menguap keluar dari batang pedang tersebut. Hal itu membuat Yu Jin terpaksa langsung melepas serangannya dari jarak beberapa meter sebelum terjadinya benturan pedang. Yu Jin memanfaatkan tempo untuk langsung mengundurkan diri beberapa tombak dari lawannya.
"Wahhh kabut kelabang ungu telah mulai keluar" gerutu si penyelenggara. Kemudian penyelenggara yang menjadi wasit di arena tersebut serta merta langsung memasang aray energi pelindung agar racun tidak menyebar dan membahayakan peserta lainnya.
__ADS_1