
Sejak memasuki Gerbang Kota Muyang yang merupakan kota terluar bagian selatan kerjaan Ow, pasukan yang berjumlah 7000 orang mulai membantai para penduduk. Wanita tua dan 40 tahunan di bunuh, Pria tua sampai 50 tahunan ikut dibantai tanpa kecuali sampai ke anak anak. Yang tersisa hanya pria dan wanita mulai 15 sampai 39 tahun. Para remaja wanita tentu saja untuk mereka gagahi, sedangkan yang muda diwajibkan ikut berperang dan bagi yang menolak sudah pasti hukumannya adalah kematian.
Kota raja Ow mendapat berita kilat setelah hampir dua hari penyerangan di Kota Muyang diduduki. Zou Kim sendiri mendapat berita kilat dari mata mata yang mereka kirim. Tak lama kemudian seorang utusan kerajan terlihat memasuki Paviliuan Angsa Emas untuk menemui Zou Kim, yang kebetulan saat itu sedang bersama dengan kelima komandan bendera serta Jiang Wan dan Bun Siaw yaitu penegak hukum.
"salam komandan, hamba diminta oleh yang mulia raja untuk mengundang komandan" kata prajurit tersebut.
"Baiklah..kalau begitu mari kita kembali ke istana bersama" ajak Zou Kim.
"jangan berlebihan komandan, hamba tidak akan berani sejajar dengan komandan" tolak prajurit tersebut. Mendengar itu, Zou Kim tidak membantah lagi, ia sangat mengetahui aturan kepangkatan kerajaan sangatlah kontras dan pantang dilanggar. Tidak sampai 20 menit mereka sudah berada di undakan tangga istana, Zou Kim langsung masuk dan menghadap kepada raja.
Ternyata di Istana sudah berkumpul semua Jendral dan Mentri sedangkan penyandang pangkat Komandan, yang hadir hanya Zou Kim seorang. Hal itu wajar saja, mengingat Zou Kim adalah komandan pelindung keluarga raja. Semua peserta yang hadir ada 5 orang menteri dan 4 orang jendral serta Zou Kim dan raja Ow Yun Ping 11 orang.
Dari 5 menteri, 4 orang berada ditingkat Dewa Puncak dan 1 orang di tingkat Dewa Sakti Menengah. Sedangkan ke 4 Jendral sudah menginjak tingkat Dewa Sakti Puncak. Sebaliknya raja Ow sendiri sudah ditahapan Dewa Suci Awal. Hal itu membuat Zou Kim sangat takjub. sebab dengan tingkatan seperti mereka, di dunianya sudah sangat sulit ditemukan. Yang luar biasa adalah, di kerajaan Ow, para tetua Klan Ow, tidak menjabat sebagai menteri atau Jendral.
" Silahkan semuanya untuk mengambil tempat. Baik..sekarang aku yakin berita yang sama telah kalian dengar, jadi apa saran kalian untuk menggempur musuh dan seperti apa kekuatan musuh" Raja Ow meminta pendapat.
__ADS_1
" Ampunkan hamba yang mulia..sesungguhnya penyerangan itu muncul di wilayah saya, maka sayalah yang harus menuntaskannya" tanggap seorang jendral bernama Duan Rui.
"Jangan berlebihan Jendral Duan, masalah ini sudah bukan menjadi tanggung jawab mu seorang, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Sekarang persiapkan 15.000 pasukan kita gempur mereka sehabis habisnya. Jendral Duan memimpin 6000 pasukan penggempur, sedangkan Jendral Qin How memimpin 9000 pasukan lapis termasuk pasukan panah dan tombak." Sigap sekali raja Ow mengatur rencana peperangan.
"Semua menteri didukung 10.000 tentara mengamankan ibu kota, kemudian Jendral Kim Rang dan Jendral Bu Yang Li membawa 15.000 tentara lainnya bersiap di dua kota yaitu kota Moeng dan kota Muitung. 2 kota itu adalah kota terdekat yang bisa saja berada dibawah invasi. Sekarang juga segera berangkatkan pasukan" perintah raja Ow.
" Baik yang mulia " serentak ke 4 jendral mengiakan dengan hormat.
"Komandan Zou, ajak ke 500 orang pasukan Harimau Baja, kita akan bergerak mendahului pasukan penggempur, sebab kita harus mengurangi jumlah korban dipihak kita dengan mempelajari kekuatan lawan dan menyerang mereka secara gerilya." Perintah Raja Ow.
" Kapan kita akan berangkat yang mulia " tanya Zou Kim. " Tentu saja sekarang komandan " jawab Raja Ow yang dikuti dengan anggukan kepala oleh Zou Kim.
Selama perjalanan, pasukan Harimau Baja beserta Raja Ow hanya beristrahat makan dan sempat mandi sekali di sungai sehingga tepat seperti perkiraan, 2 hari kemudian mereka sudah berada dikota Angbin, yaitu kota terdekat dari kota Muitung. Disitu mereka mendapat informasi bahwa Kota Muitung dan Kota Moeng sudah di duduki oleh pasukan Mata Dewa. Mendengar bahwa sudah 3 kota dalam yuridiksinya yang diduduki, Raja Ow terlihat melotot dan sangat geram.
" Kurang ajar si Ham Gi, berani-beraninya menggunakan kekuasaan yang ku berikan untuk melawan ku" Raja Ow marah.
__ADS_1
" Kirim berita kilat melalui giok informasi kepada Jendral Kim Rang dan Bu Yang Li agar mereka menempatkan pasukannya di kota Angbin." perintah Raja Ow langsung diteruskan oleh Ow Du Xin komandan bendera merah.
Beberapa waktu kemudian, raja Ow dengan Zou Kim membahas beberapa strategi dengan membuka selembar peta.
"Komadan Zou, bawa 300 pasukan dan gempur kota Muyang secara gerilya dari arah depan dan usahakan mengurangi korban di pihak kita. Aku sendiri akan membawa 200 lainnya untuk menggempur dari arah belakang". " Baik Yang Mulia..malam ini kontongan kedua kami akan bergerak. Jaga diri yang mulia." kata Zao Kim yang diikuti dengan anggukan raja Ow.
Pada waktu yang sudah ditentukan, Zou Kim bersama dengan Ow Zung Na, Huang Bian dan Kwi San yang merupakan komandan bendera hijau, Hitam dan Putih. Sedangkan Raja Ow didampingi oleh Komandan merah dan kuning, Ow Du Xin dan Mou Luang, serta Jiang Wan dan Bun Siow.
*Gerbang Kota Muyang*
" Komandan besar, aku dengar bahwa Ketua Sekte Mata Dewa yang menyerang kita bernama Xuan Gang, entah tingkat kultivasinya apakah bisa kita hadapi atau tidak" ucap Huang Bian dengan sedikit ngeri.
" Menurut yang aku dengar bahwa pada 40 tahun lalu, Sekte Mata Dewa telah dimusnahkan oleh perserikatan Klan Ow dan klan lain di Benua Selatan " Ow Zung Na ikut menambahkan informasi.
" Bersiaplah kita akan melumpuhkan penjaga gerbang kota kemudian kita akan terus maju sambil menyerap informasi. Masuk dengan membagi diri dalam 10 orang perkelompok" perintah Zou Kim.
__ADS_1
Dengan sangat mudah, 300 pasukan Harimau Baja sudah menguasai benteng dan terus maju membantai murid dan pasukan Mata Dewa yang berada di Kota Muyang. Ternyata saat ini kota muyang dikuasakan kepada murid kepala tetua Jun Fey yang bernama Zhu Lam. Zhu Lam sendiri adalah kultivator tingkat dewa menengah, ia dibantu oleh 700 orang murid Sekte Mata Dewa.
" Kita diserang..!!!" seru salah seorang komandan dari Sekte Mata Dewa, diikuti dengon kentongan yang dipukul sekerasnya untuk membangunakan semua pasukan.