KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
DEWA SUCI


__ADS_3

Ledakan petir terlihat menghujam langsung keatas ubun ubun seorang pemuda di dasar jurang.


Aghhhhhhhh....teriak pemuda itu dengan begitu keras..akibat hantaman petir tadi seluruh tebing jurang yang begitu dalam telah rata menjadi puing puing.


Cang Guang yang melihat hebatnya petir itu dari kejauhan sangat mengkhawatirkan saudara angkatnya, mengingat petir itu tepat bergemuruh diatas gunung yang ia tinggalkan.


Ia berusaha menenangkan dirinya dengan meyakini kemampuan yang dimiliki saudaranya, hampir tidak mungkin akan bisa dihantam petir secepat apapun.


Kembali ke gunung tadi, tubuh Zou Kim yang dihantam petir telah tertimbun oleh jutaan ton batu dan tanah akibat ledakan petir yang bahkan membuat hampir seluruh Benua Barat mengalami gempa kecil.


Selang beberapa waktu kemudian, dari celah batu dan tanah tiba tiba memancar keluar sembilan cahaya terang dan Bummmmm..ledakan dahsyat menggoncang gunung itu sehingga banyak pepohonan yang berjarak sangat jauh langsung tertelan oleh sembilan cahaya yang muncul tadi.


Ditengah tengah cahaya itu, terlihat sosok tubuh dengan pakai yang hancur hampir seluruhnya. Adapun yang tersisa hanya beberapa helai pada bagian bawah pusar saja.


" Inikah Kemampuan Dewa Suci, sepertinya dengan kekuatan ini aku akan segera dijemput oleh guru menuju Dunianya."


" Sumber pengetahuan yang ku miliki mengatakan bahwa waktuku di dunia ini hanya bersisa sepuluh hari lagi,"


Zou Kim mulai menormalkan energi Qi yang dia miliki. Ia merasa ada perbedaan besar pada tubuhnya yang kemarin berotot dan bercahaya, sekarang agak menurun dan kelihatan seperti tanpa kamampuan apa apa.

__ADS_1


" Ahhh tumben aku bisa begitu lapar..sebaiknya aku mandi dan mengganti pakaian dulu" gumam Zou Kim.


Sebelum bergegas menuju sungai terdekat, ia melihat kerusakan parah sampai hampir total satu pegunungan. Ia merasa sedih melihat hasil yang terjadi atas ulahnya dan ia merasa menyesal.


" Buzzzzz..Swinggggg..Zou Kim melepas tingkatan yang ia meiliki.


Dengan bekal pengetahuan hasil transfer Nan Hui kepadanya, ia mengetahui bahwa pada tingkatannya saat ini, selain pepohonan atau jenis tumbuhan lainnya yang tidak dapat ia pulihkan, batu tanah dan jurang masih bisa dipulihkan dengan kekuatannya.


Terlihat sembilan cahaya berputar dengan keras mengelilinginya, meskipun putaran itu begitu kecangnya, tetapi angin seolah terhisap dan tanah serta babatuan mulai terangkat.


" Cahaya Agung Maha Dewa..Sentuhan Kehidupan" Zou Kim merapal tekniknya.


Sembilan cahaya tadi sebagian berubah menjadi tanah kemudian mulai membentuk tebing dengan proses air dan api serta kayu yang menopangnya. Andai ada pemburu atau kultivator yang melihat kejadian tersebut, maka pasti Zou Kim sudah bukan dianggap sebagai manusia lagi, melainkan seorang dewa.


Zou Kim tersenyum puas, meskipun ia kelihatan sangat lelah, bagaimana tidak, ia baru saja habis dihantam Petir Peningkatan Dewa, yang meskipun berhasil ia serap sehingga saat ini seluruh tulang ditubuhnya hampir seperti cahaya yang tentu akan sangat bermanfaat bagi Zou Kim pada saat harus menembus benda benda padat.


" Dewa Suci..cukup setimpal dengan rasa sakit yang telah aku lalui" gumam Zou Kim.


Akhirnya Zou Kim memilih mandi di air terjun dan sungai kecil buatannya. Setelah itu, iapun bergegas mengganti pakaian dan mencari hewan buruan untuk mengisi perutnya. Setelah ia selesai mandi dan makan, ia melanjutkan meneliti keadaan yang ada dipegunungan tersebut, Sampai menjelang sore terlihat bayangan Cang Guang telah kembali dan terbang untuk mencari posisinya.

__ADS_1


" Cang Tua, aku disini," Zou Kim memanggil


Cang Guang langsung melesat menuju kehadapan Zou Kim. Ia merasa heran melihat perubahan aura dan bentuk tubuh Zou Kim.


" Zou Muda, apa yang terjadi dengan mu, keee..kenapa bisa tubuhmu jadi terlihat sangat lemah semacam ini, apakah petir yang tadi menyambar kemari telah membuatmu begini" tanya Cang Guang.


" Kita duduk dulu Cang Tua, baru aku akan ceritakan kejadiannya pada mu" jawab Zou Kim.


Cang Guang memilih tempat duduk sembari mengadarkan pandangannya melihat banyaknya pohon yang hangus dan tumbang sehingga pegunungan yang begitu luas nyaris telah gundul seluruhnya.


" Nah, sekarang ceritakanlah kepada ku apa yang sebenarnya telah terjadi disini" pinta Cang Guang


" Baiklah," Zou Kim menarik napas dan melanjutkan.


"Pada saat Cang Tua menuju kota, aku tiba tiba melihat awan hitam berarak menuju kemari, melihat kilat yang bermunculan, akhirnya aku berusaha mencoba menghalau kekuatan yang mungkin saja akan menyerangku.


" Ternyata firasatku benar, belum ada beberapa waktu aku mempersiapkan diri, Petir berwarna merah kebiruan langsung turun dan menghantam sebuah batu yang ada didekatku. Meski telah mempersiapkan diri, aku bahkan terlempar sampai puluhan meter dan menabrak sebuah tebing. Meski demikian, petir itu belum juga mau berhenti, akhirnya aku coba membuat perisai Jubah Emas Dewa yang ternyata juga hancur dihantam petir yang begitu dahsyat" Zou Kim berusaha bercerita dengan serius.


" Kembali yang kedua kali aku terlempar dengan tubuh gemetar hampir tak kuat lagi untuk berdiri, kemudian tiba tiba petir ketiga kembali datang menerjang, saat itu aku mengeluarkan seluruh kemampuan ku untuk menghalau kekuatan petir tersebut. Lubang hitam yang ku buat untuk menyerap kekuatan petir malah hancur berantakan dan aku terhempas dengan begitu kerasnya. Selanjutnya aku sudah tak ingat lagi kejadian lain. Pada saat aku bangun aku merasakan retakan diseluruh tulang ku dan aku berusaha memulihkannya. Tetapi sampai saat ini, aku hanya mampu mengembalikan sebagian dari kekuatanku". Zou Kim mengakhiri ceritanya.

__ADS_1


Cang Guang yang mndengarkan semua cerita Zou Kim sampai habis malah menjadi terpana dan sedikit ngeri, bagaimana mungkin petir bisa mengincar manusia sampai beberapa kali, ini hampir mustahil bisa diterima akal sehat. Sebaliknya Zou Kim tersenyum dengan rasa tidak nyaman dalam hatinya karena telah berusaha mengelabui saudara tuanya.


"Cang Tua, pada waktunya kau akan mengetahui apa yang telah terjadi sesungguhnya, maafkan aku untuk saat ini belum bisa mengatakan hal yang sejujurnya. Aku khawatir kau akan mengajakku menghancurkan semua partai yang ada di sini".


__ADS_2