KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
SEKTE AWAN KEGELAPAN


__ADS_3

Pada saat langit sudah mulai kemerahan yang menandakan akan segera terbitnya matahari, Dua pasang mata dari balik bebatuan dikejauhan masih terus melotot melihat apa yang dialami oleh Panglima Iblis Mo Jin.


"Kuan Er, kita harus berdiam diri sampai kedua orang itu pergi, kita berdua bukanlah lawannya sama sekali"


Perlahan tubuh Panglima Iblis Mo Jin mulai hancur ditelan oleh lubang hitam, kini suara ratapannya sudah tidak terdengar lagi dan ketika semua tubuh itu lenyap, Zou Kim langsung melayang cepat untuk memeriksa kondisi Cang Guang.


Dari udara Zou Kim menghisap tubuh Cang Guang yang melesak didalam tanah dalam keadaan pingsan. Zou Kim kemudian membuat tubuh tua Cang Guang untuk duduk bersila. Upaya pemeriksaanpun mulai dilakukan Zou Kim.


" Untung saja Si Iblis itu membagi kekuatannya sebagian kepada ku. Jika tidak aku tidak yakin Cang Tua masih bisa aku selamatkan" gumam Zou Kim.


Ia memulai penyaluran Qi untuk memusnahkan sumbatan pada aliran darah Cang Guang, sampai hampir sepembakaran Hio


Huaggghhhh...Huaghhh dua kali Cang Guang memuntahkan darah hitam yang cukup banyak.


" Kamu sudah aman Cang Tua, selanjutnya teruskan dengan pemulihan sendiri" terdengar Zou Kim berbisik dibelakang Cang Guang.


Cang Guang tanpa menjawab langsut melaksanakan perintah Zou Kim, sedangkan Zou Kim sendiri ikut memulihkan sebagian Qi yang lumayan banyak terkuras untuk penyembuhan saudara tuanya.


Sampai matahari telah naik proses pemulihan Zou Kim selesai, kemudian diikuti oleh Cang Guang.


"Zou Muda, kurang ajar sekali, kamu ternyata membohongi situa ini" seru Cang Guang yang langsung kesal.


"Hahh..Cang Tua, bukannya berterimakasih, kok malah menyalahkan aku," jawab Zou Kim.


"Kalau tidak mau disalahkan, kenapa kau harus membohongi ku, andai saja kekuatan mu secara penuh telah kau lepaskan, mungkin pada saat bertarung melawan mu aku sudah binasa,"

__ADS_1


"Cang Tua sudahlah, kemarin aku memang sengaja berbohong kepada mu, itu agar kamu tidak merasa menjadi beban bagi ku, sehingga kamupun bisa bertarung lepaskan,"


" Ahhh sudahlah, aku situa ini memang sudah tidak berguna, kemampuan ku tidak mungkin akan meningkat lagi," Ucap Cang Guang sedih.


"Jangan seperti itu Cang Tua, kelihatan jadi kayak anak kecil saja,"


"Sekarang kita harus memusnahkan salah satu tirani yang ada di benua ini yaitu Sekte Awan Kegelapan, kemudian Sekte Surgawi bukankah merupakan sekte aliran netral, jadi ku rasa mereka cukup kita taklukkan,"


"Mungkin aku harus kembali ke Benua Tengah saja Zou Muda, aku tidak ingin merepotkan mu," Ucap Cang Guang sedih.


" Cang Tua kemana semangat mu yang luar biasa, jangan buat aku jadi kecewa aku mohon kepada mu, sebab aku hanya memiliki sedikit sisa waktu lagi di dunia ini,"


" Hehhh apa maksudmu Zou Muda, terangkan pada ku, jika tidak aku tidak akan memaafkan mu,"


"Tapi, bagaimana cara kita membuat ketiga dunia saling berdamai," tanya Cang Guang.


" Sederhana, misalnya Benua Barat, karena mereka merasa memiliki kekuatan lebih, maka mereka memiliki ambisi besar dengan dukungan kekuatan tadi. Jadi kurangi kekuatan itu, maka mereka akan berpikir ulang untuk menyerang benua lainnya," terang Zou Kim.


"Baiklah, aku setuju untuk ikut bersama mu, lalu kapan kita berangkat menuju Sekte Awan Kegelapan,"


"Tentu saja sekarang, asal dengan semangat Cang Tua, Sekte Awan Kegelapan pasti musnah,"


"Sudahlah, kamu jangan meledek ku Zou Muda, Ayo kita berangkat," ajak Cang Guang.


Kedua orang itu langsung berlarian kencang menuju arah timur sampai mendekati sebuah kota mereka mulai berjalan pelan. Melihat pintu gerbang terbuka, mereka berdua mengerutkan kening bersamaan.

__ADS_1


" Hey Zou Muda, aku yakin didalam kota ini, tentu terjadi hal hal yang tidak baik," Cang Guang coba menebak.


" Mari kita masuk untuk melihat kedalam," ajak Zou Kim.


Mereka berdua berjalan sampai puluhan meter kedalam kota, tetapi yang ada hanya suguhan kesepian, tidak ada suara obrolan dan tidak ada pula suara anjing ayam atau lainnya. Hal ini membuat mereka semakin heran dan terus melangkahkan kaki.


"Keluarlah, kami tidak bermaksud jahat kepada kalian dan kami hanya pengelana biasa yang kebetulan mencari tempat untuk makan dan berteduh" seru Zou Kim tiba tiba.


Dari balik pintu beberapa rumah terlihat 3 orang lelaki dan 7 orang perempuan yang mendekati mereka dengan parang, sapu dan senjata senjata seadanya.


"Aaa apakah kalian ingin merampok lagi kota kami," tanya seorang pria tua.


" Maafkan kami saudara, telah megusik kalian, tetapi sungguh kami kemari benar benar hanya kebetulan saja. Bahkan jika kalian tidak keberatan kami ingin mendengar cerita kalian tentang kejadian yang telah menimpa kota ini," jawab Cang Guang"


Pria itu memandang sembilan orang lainnya, setelah mendapat anggukan setuju dari kesembilan orang itu, ia mengajak Cang Guang dan Zou Kim keruang dalam rumahnya yang diikuti oleh sembilan orang lainnya. Setibanya didalam mereka duduk bersama dilantai sedangkan dua orang dari mereka masuk keruang belakang kemudian kembali dengan membawa air putih dan roti kering.


"Maafkan kami tuan tuan, perkenalkan aku Du Yan, dan sembilan orang ini adalah sebagian dari kami yang selamat, Silahkan dimakan seadanya karena hanya itu yang kami punya" seru Du Yan.


" Ohhh lalu apa sebenarnya yang telah menyerang kalian" tanya Cang Guang.


Du yan terlihat menarik napas," Sebelas hari yang lalu, entah karena apa terlihat dua puluhan orang berpakaian kuning dengan gambar awan hitam didadanya mendatangi kota kami,mereka langsung saja memaksa kami untuk tunduk dan memberikan upeti kepada mereka setiap bulannya. Akhirnya kami semua malah mengangkat senjata dan memberikan perlawanan kepada mereka. Akan tetapi, tidak sampai sepembakaran hio telah ada ratusan dari kami yang tergelatak tanpa kepala dan binasa.


"Kami beberapa orang berhasil selamat dengan membaluri darah kawan sendiri sehingga mereka kira kami telah meninggal. Pada saat mereka mengumpulkan mayat mayat, pada saat itulah perlahan kami meloloskan diri. Kami melihat ternyata mayat mayat teman teman dan keluarga kami dihisap oleh telapak tangan seorang lelaki yang membelakangi ku sehingga tidak dapat ku lihat wajahnya.


" Hemmmm Sekte Awan Kegelapan rupanya menjadi bagian dari pemuja Iblis" gumam Zou Kim dengan sorot mata yang berkilat menahan amarah atas ulah sekte Awan Kegelapan.

__ADS_1


__ADS_2