
Cang Guang masih belum bisa menerima apa yang telah Zou Kim jelaskan, sebab baginya hampir mustahil hal seperti itu bisa terjadi. Kecuali Zou Kim adalah salah satu Iblis yang diincar oleh para dewa.
"Zou Muda, aku ingin kamu jujur, kenapa bisa petir itu mengejar mu, sebab yang aku tahu, hanya iblis yang mungkin akan dikejar oleh petir kiriman para dewa"
"Aku bersumpah Cang Tua, Aku bersumpah bahwa aku hanya manusia biasa sepertimu dan petir tadi mungkin hanya kebetulan saja," Seru Zou Kim berusaha meyakinkan.
"Ah sudahlah aku percaya pada mu saudara muda ku,"
"Cang Tua, bagaimana hasil perjalanan mu tadi ke kota, apakah ada informasi yang bisa kita dapatkan untuk memulai penyelidikan kita" tanya Zou Kim mencairkan suasana.
" Aku jadi ragu untuk bercerita kepada mu, mungkin sebaiknya kita kembali saja ke Benua Tengah, aku khawatir kita malah akan menjadi sasaran empuk mereka" terang Cang Guang yang kelihatan ragu karena melihat menurunnya kemampuan Zou Kim.
" Cang Tua, kau tidak perlu terlalu mengkhawatirkan ku, aku bisa saja sembunyi jika kondisi sudah mendesak"
Cang Guang kelihatan berpikir, pada akhirnya iapun memulai cerita perjalanannya ke kota.
" Menurut berita yang aku dengar bahwa sekte terkuat disini adalah sekte Naga Iblis. Sekte itu adalah sekte yang tidak berani diusik sekte manapun bahkan kerajaan Tang tidak sedikitpun berani mengusiknya.
" Lalu bagaimana mungkin kerajaan song bisa menggerakan mereka jika terjadi perang melawan kita" tanya Zou Kim.
" Justru itu Zou Muda, Putri Raja Song Lam yang bernama Song Mui lebih dari setahun lalu telah menikah dengan pewaris Sekte Naga Iblis. Pelindung Sekte Naga Iblis adalah dua bersaudara bernama Sun Ko dan Sun Jing. Adapun Patriaknya adalah anak Sun Ko bernama Sun Kuan berusia sekitaran 50 tahun. Sedangkan ahli warisnya yang merupakan huma atau menantu raja song adalah Sun Lee" terang Cang Guang mengakhiri ceritanya.
Zou Kim terlihat mengerutkan dahi sambil memikirkan apa langkah yang akan mereka tempuh selanjutnya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan sekte lainnya" kembali Zou Kim bertanya kepada Cang Guang,"
"Sekte lainnya seperti sekte Sergawi dan Sekte Awan Kegelapan, memang benar hanya memiliki masing masing satu orang pelindung yang setara dengan kita" jawab Cang Guang agak meragukan kemampuan Zou Kim.
"Hehehe...Cang Tua..berhentilah meragukan ku, lihat saja nanti aku pasti akan membuat mu percaya, jangan karena melihatku seperti ini, sebab sampai besok aku pasti bisa memulihkan kekuatan ku"
"Baiklah jika memang seperti itu, aku berencana untuk menyelidi sekte terkuat di benua ini terlebih dahulu. bagaimana menurutmu saudara ku" tanya Cang Guang.
" Aku menurut saja akan kehendakmu Cang Tua, mau terjun ke lautan apipun aku tetap akan mendampingi mu" tegas Zou Kim.
Cang Guang terkesima sekaligus terharu mendengar kesungguhan Zou Kim yang sebenarnya masih lebih layak menjadi cucunya.
" Cang Tua, aku jadi penasaran dengan mereka yang terkuat di dua sekte lainnya" tanya Zou Kim.
" Hemmm kalau begitu kapan kita akan memulai rencana kita untuk menyelidiki Sekte Naga Iblis"
" Aku rasa kentongan pertama malam ini kita sudah boleh bergerak, kita akan menuju kearah selatan,"
Cang Guang mengeluarkan makanan hangat yang tadi ia beli dikota dari dalam cincin penyimpanannya. Mereka berdua langsung makan bersama sambil terus mengobrol tentang hal lainnya.
Setelah hari mulai gelap, Cang Guang bersama Zou Kim mulai meninggalkan gunung dengan perlahan lahan terbang menuju arah selatan. Mereka berdua turun di sebuah pedesaan kecil untuk sekedar mencari arak disebuah kedai kecil.
Desa itu hanya terdiri dari 20 puluhan rumah rumah kecil, kelihatan masyarakatnya adalah para pemburu. Desa itu memiliki jarak sekitar 30 li dari Sekte Naga Iblis. Pada saat kentongan pertama, mereka beranjak meninggalkan desa tersebut dilepas dengan tatapan heran para pemilik kedai yang tidak menduga tamunya akan melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Setelah berada jauh diluar desa, mereka melanjutkan perjalanan udara dan turun kembali setelah mereka melihat sebuah Gerbang besar sekte yang berwarna hitam dengan ukiran naga yang memiliki tanduk bercabang dua.
" Hemm sebuah sekte yang sangat besar," gumam Cang Guang
"Apa tindakan kita selanjutnya, apakah Cang Tua akan mengirimkan pesan suara untuk mengundang mereka keluar" tanya Zou Kim.
" Benar Zou Muda, tetapi kita harus menunggu sampai kentongan kedua baru mengirimkan tantangan kepada mereka," jawab Cang Guang.
" Kenapa begitu lama, apakah kau khawatir mereka akan mengajak orang orangnya,"
" Aku sama sekali tidak mengkhawatirkan itu, sebab dengan kekuatan yang mereka miliki, sudah wajar jika harus arogan dan merasa penasaran dengan orang yang berani mengirimkan tantangan. Aku mengulur waktu, semata mata agar kita bisa memulihkan kekuatan dan mempersiapkan diri terlibih dahulu" Jawab Cang Guang dengan serius.
Mereka berdua memilih tempat duduk diatas pohon besar dan mulai berkultivasi sambil menunggu kentongan kedua berbunyi. Mereka memulihkan energi masing masing dengan teknik khusus yang bertujuan agar kehadiran mereka tidak bisa di deteksi.
Tungggg..kentongan kedua yang mereka tunggu telah berbunyi. dengan ilmu pengirim suara yang ia miliki, Cang Guang memulai tantangannya kepada dua pelindung Sekte Naga Iblis.
" Sun Ko, Sun Jing aku ingin melihat seberapa kuat kalian yang begitu arogan didalam sekte kalian, Jika kalian benar benar kuat, keluar dan temukan keberadaan ku" tegas Cang Guang.
Setelah itu, ia bersama Zou Kim ia langsung terbang menjauh sampai pada jarak 50an Li baru mereka turun dan berhenti di sebuah lembah antara dua pegunungan. Lembah itu memiliki luas sekitaran beberapa puluh hektar sehingga dengan mudah mereka memilih menempatkan diri ditengah tengah lembah.
Cang Guang sengaja melepas sebagian kekuatannya agar memudahkan bagi Sun Ko dan Sun Jiang melacak keberadaannya.
Belum ada setengah pembakaran Hio, terlihat tiga orang terbang memasuki lembah tersebut. Yang paling tua mengenakan pakaian Hitam dengan sulaman naga berwarna emas didadanya, sedangkan yang ke dua berpakaian putih dengan sulaman naga merah dan yang berusia 50an mengenakan pakaian putih dengan sulaman naga hitam.
__ADS_1
" Aku Sun Ko bersama adik ku Sun Jiang dan patriak kami sebaga saksi sengaja datang untuk melihat tampang Iblis mana yang berani mengirimkan tantangan kepada kami" terdengar suara Sun Ko merendahkan calon lawannya.