
Pada hari ke delapan setelah jamuan makan siang, Zou Kim mendatangi kediaman gurunya. " Guru didalam ya.? iya anak Kim masuklah..ucap gurunya. "Guru.. perjalanan nanti kita jalan kaki saja ya, aku berharap dapat menikmati semua panorama indah sepanjang perjalanan." tenanglah nanti akan guru asulkan demikian kepada ayah mu. Lalu...apakah kamu sudah persiapkan bekal apa aja yang akan kamu bawah.? "belum guru"..ya sudah itu besok saja, sekarang kamu ikut guru keruang kultivasi guru, guru akan menyerahkan sesuatu kepada mu.
Sepasang guru dan murid itu beranjak keruang kultivasi, setibanya ditempat, " ini kenakanlah cincin ini di jari mu,l", "ini cincin perak yang bagus guru.! "teteskanlah sedikit dara mu, maka cincin itu akan menjadi cicin yang dapat kamu kendalikan semau mu" kata Nan Hui kepada muridnya. " loh..memangnya cincin apaan ini guru, pakai darah segala". "sudah jangan banyak tanya, kamu coba saja dulu. akhirnya Zou Kim memenuhi permintaan gurunya. ia menggigit ujung jari telunjuknya dan meneteskan pada cincin di jari manis tangan kirinya.
Zou Kim terpana, ia bisa melihat sebuah ruang hampa yang memiliki luas kurang lebih sebesar rumahnya. " guru apa gunanya sih cincin ini.? "Cicin itu, untuk menyimpan segala kebutuhan mu, dan memudahkan mu membawa barang sebesar rumah pun asal kamu menggerakan fikiran mu maka semuanya akan masuk dan keluar. Ini cobalah, terlihat Nan Hui melambai dan dari hadapannya tiba tiba muncul sebuah pedang berwarna keperakan yang di gagangnya bertuliskan "SHI JIAN" (Pedang Pengetahuan). "Guru...iii..ini..bagaimana bisa, dannnn Pedang ini,..? " itu buatmu sebagai hadiah khusus dari gurumu anak Kim.." taaapp..taapi guru.." sudahlah kamu coba soja". " Terimakasih guru, ucap zou kim sambil bersujud dihadapan gurunya, jangan banyak adat, Nan Hui tidak membiarkan muridnya berlebihan.
__ADS_1
Akhirnya Zou Kim mulai mencoba penguasaan cincin ruangnya sesuai permintaan gurunya. "wah ini benar benar hebat guru" Nan Hui tersenyum melibat tingkah muridnya. " sekarang kamu keluarkan lagi pedangnya dan kamu coba saja dulu". baik guru". Zou Kim coba memainkan ilmu pedang yang terdapat dalam kitab yang bernama " Teknik Pedang Dewa Murka" jurus ini hanya terdri dari 11 jurus dengan begitu banyak perubahan. Semua gerakan yang ia peragakan membuat gurunya tersenyum puas.
Pusaran angin yang dilepaskan dari jurus pedang itu begitu mengerikan, seketika" hentikan anak Kim, kamu bisa merusak halaman berikut rumah ini" Zou Kim langsung menghentikan permainan pedangnya. "ada apa guru, kenapa tiba tiba menghentikan aku.?" tidakkah kamu melihat halaman ini nyaris porak poranda akibat pusaran angin yang dihasilkan jurus pedang mu". Zou Kim bengong melihat dampak jurusnya. "eh maafkan aku guru, terlalu keasikan" Hemmm...sudahlah sebaiknya kami memulihkan energi yang telah terbuang tadi" Iya guru, Aku pamit ya..pergilah jawab Nan Hui.
Dua hari kemudian sebelum matahari terbit, terlihat rombongan Berdiri didepan gerbang Klan Zou, rombongan itu adalah Ketua Klan dan para tetua, ikut hadir juga Nyonya klan Yang Yin..dan putrinya Zou Ye. "Berangkatlah Saudara saudara ku, tugas berat menanti kalian, dan kembalilah kemari tanpa kekurangan apapun, ujar ketua klan. "Kim Er, kamu jangan merepotkan guru dan Empek Xi mu ya" iya bu, jawab Zou Kim, sementara adiknya merengek kepingin ikut. Akhirnya rombongan yang terdiri dari empat orang itu mulai melangkahkan kaki meninggalkan Klan Zou.
__ADS_1
Keesokan harinya mereka kembali melakukan perjalanan, dan sampai hari ke tiga perjalan itu benar benar mereka nikmati dengan indahnya panorama alam disekitar mereka. pada hari ke empat, tepatnya sore hari, mereka memasuki salah satu kota di wilayah pinggiran Klan Yang. Kota Itu dikenal dengan nama "Kota JIXIAN" didepan gerbang kota Zou Xi menunjukak tanda pengenalnya. kemudian penjaga gerbang membukakan gerbang. Rombongan Zou Xi langsung melangkahkan kaki kedalam kota Jixian.
kota Jixian terbilang kota yang tidak begitu ramai, setiap kota di benua timur selain pusat kerajaan Dong dan pusat Klan, terdapat pemerintahan kecil yang dikapalai seorang walikota. denikian pula dengan kota Jixian. Rombongan Zou Xi terus melangkahkan kaki, karena sebelumnya mereka bersepakat mencari penginapan. Mereka masuk ke penginapan dengan merek dagang "Teratai Mimpi". setelah memesan kamar mereka membesihkan diri, makan malam dan masing masing beristirahat dikamarnya. Hari itu juga tidak ada hal menarik yang mereka temukan karena mereka juga fokus terhadap perjalanannya.
Setelah membayar sisa ongkos penginapan serta sarapan, rombongan Zou Xi kembali melanjutkan perjalanannya. sampai pada menjelang tengah hari di jalanan yang di apit oleh dua bukit kecil tiba tiba mereka sudah dihadang oleh 12 orang dengan senjata lengkap. "Melihat pakaian mereka, dari kabar yang beredar sepertinya mereka ini lah yang disebut Kelompok Hio Darah. Orang tertua dari kelompok tersebut sekitar 50 tahun mengangkat tangannya. " maafkan kami mengganggu perjalan saudara, kami sedang mencari bibit berbakat dari generasi muda untuk menjadi bagian klan kami, aku lihat dua pemuda yang bersma saudara sepertinya memiliki bakat yang baik untuk bergabung dengan kami" ucap pemimpin klompok itu. Zou Huang tampil kedepan," Maafkan kami, sebetulnya kami sedang diburu waktu untuk secepatnya tiba ditujuan kami, tidak ada alasan paman beserta rombongan menghadang kami" ucap Zou Huang dengan geram.
__ADS_1
Hai anak muda, Kamu siapa dan dari Klan apa, berani sembarangan mewakili orang yang lebih tua berbicara dengan ku.?! kamu harus sadar bahwa tidak ada yang boleh menolak dengan sekte Hio Darah". Tiba tiba Zou Xi menarik pedangnya dan berkata kepada rombongan Hio Darah " jadi kalian ya klompok yang banyak meresahkan itu, dari pada memperbanyak musuh lebih baik sekrang juga kita menguranginya" ujar Zou Xi sembil menoleh kearah Nan Hui dan Zou Kim dan Zou Huang.
Kurang ajar, ternyata kalian lebih memilih arak hukuman rupanya, Serang mereka perintah ketua kelompok kepada anak buahnya.. Hiyaaaa...teriak klompok Hio Darah. pertarungan pun pecah dan tidak dapat dihindari.