KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
KOTA FEI YUN DUNIA TENGAH


__ADS_3

Kepergian Zou Kim dari Benua Timur membuat Zou Kun, Zou Ye dan utamanya sebagai ibu, Yang Yin sangat merasa sedih dan berduka setiap waktunya, bahkan ia sampai jarang makan dan susah tidur. Untung saja Zou Kun dan Zou Ye selalu menasehati membujuk dan menghiburnya, sehingga tanpa terasa sudah genap satu tahun Zou Kim meninggalkan Dunia Bawah dan keadaannya masih tenang seperti semula. Kadang kadang dalam satu tahun ada dua sampai tiga kali Klan Zou dikunjungi pelindung Sekte Bintang Dewa bersama Patriaknya. Hubungan Dua Benua antara Sekte Bintang Dewa dan Klan Zou semakin baik.


Di sebuah lembah berkabut, seorang pemuda dengan pakain biru terlihat berdiri dengan bengong perpindahan melalui portal antar dunia membuat tubuhnya terasa sakit dan kebas. Ia kemudian duduk dan memulihkan kondisi tubuhnya. Berselang beberapa waktu kemudian, pemuda itu membuka matanya, ia merasakan sensasi yang nyaman di dalam sendi dan aliran darahnya.


"Ternyata tempat ini tersebar lumayan udara murni yang bisa membersihkan sumsum, serta sebagian sel dalam tubuh." gumam pemuda itu. Karena hari masih belum begitu siang, akhirnya pemuda itu terbang meninggalkan lembah tersebut setelah sebelumnya ia memberikan ciri khusus tempat ia pertama kali menginjakan kaki dilembah itu.


Diatas udara, pemuda itu mengedarkan pandangan dan persepsinya, ia melihat disekitarnya terdapat banyak pegunangan besar dan kecil. sedangkan pada jarak antara tiga puluhan li ia melihat benteng yang menyerupai sebuah kota. Ia memutuskan menuju ke kota itu untuk mencari penginapan sekaligus makan siang. Setelah jaraknya dengan kota hanya beberapa li, ia memilih lokasi yang sepi untuk turun dan melanjutkan perjalanannya.


Setibanya didepan benteng kota, ia akhirnya memilih jalan yang langsung menuju pintu gerbang. Ada belasan orang yang ia lihat sedang diperiksa ketat oleh pasukan berseragam yang menjaga benteng. Setelah datang cukup dekat, ia melihat gerbang besar yang bertuliskan Kota FEI YUN atau Awan Terbang. Tidak lama kemudian, akhirnya tibalah giliran pemuda itu untuk diperiksa.


"Tunjukan identitas mu, dan serahkan biaya daftar sebesar sepuluh koin perak," perintah prajurit tersebut.


"Ehh maafkan aku tuan, aku masih belum memiliki identitas," jawab pemuda itu.


"Kalau begitu kamu bisa langsung menuliskan nama dan umurmu dibagian pendaftaran, sedangkan biaya akan dikenakan dua kali lipat menjadi sua puluh koin perak" tegas si prajurit.


"Baik Tuan," pemuda itu kemudian menuju tempat daftar yang sudah ditunjuk oleh prajurit tadi.


"Permisi aku mau mendaftarkan diri tuan"


"Hemmm isi di buku ini nama dan umur mu, kemudian tuliskan pula tujuan mu memasuki kota Fei Yun" perintah prajurit yang kelihatan garang.


Tanpa adanya hambatan, pemuda itu menuliskan namanya dan terbaca Zou Kim, umur sembilan belas tahun, tujuan mencari pekerjaan. Prajurit itu kemudian memproses kartu identitas seperti sebuah plakat dan ia serahkan kepada pemuda yang bernama Zou Kim.

__ADS_1


Zou Kim melangkahkan kakinya memasuki kota Fei Yun dengan santai, ia melihat sebuah kota yang megah, meskipun masih lebih besar dari kota kerjaan Dong di dunianya, pada dasarnya tetap memiliki beberapa kesamaan, malahan dikota itu terdapat beberapa pengemis yang membawa mangkuk dan tongkat. Siang menjelang sore hari, kota itu terlihat semakin ramai, Zou Kim memutuskan untuk mencari sebuah penginapan yang ada di jantung kota Fei Yun.


Sebuah penginapan berlantai tiga dengan merek Pohon Emas terlihat begitu mewah, sehingga para pendatang banyak yang memilih singgah dan beristrahat ditempat itu. Demikian pula dengan Zou Kim. Ia menemui seorang pelayan yang kelihatan masih muda dan hampir seusia dengannya. Melihat seorang pemuda yang kelihatan lemah dan terpelajar mendatanginya, pelayan tersebut langsung menyapanya.


" Selamat sore Tuan Muda, apakah anda ingin menginap" tanyanya.


"Benar, tolong sediakan aku satu kamar dilantai paling atas,"


"Lantai bawah, lima koin perak, lantai kedua tujuh koin dan lantai atas sepuluh koin," terang sipelayan.


"Itu tidak masalah, sekalian pula sediakan aku seporsi makanan terbaik disini," pinta Zou Kim.


"Baik Tuan Muda, sekarang mari ikuti aku kekamar yang sudah disediakan buat Tuan Muda," ajak pelayan itu.


"Ini kamarnya Tuan Muda, selain makanan, jika ada hal lain yang Tuan Muda butuhkan tinggal sampaikan saja kepada ku," seru pelayan itu yang langsung berbalik kembali ke lantai bawah.


Zou Kim memilih untuk membersihkan badan sebelum makanan pesanannya tiba. Setelah mandi ia mengecek persediaan yang ada dalam cincin penyimpanan miliknya. Tak lama kemudia terdengar ketukan pintu sebanyak tiga kali.


"Tuan Muda, makanannya telah siap" seru si pelayan dari luar.


"Masuklah, pintunya tidak terkunci." pelayan tadi langsung masuk membawa nampan yang sudah berisi seporsi makanan dan arak pilihan.


"Terimakasih, eh apakah saudara masih sibuk," tanya Zou Kim.

__ADS_1


"Tidak juga Tuan Muda, setelah ini aku akan menunggu dibawah, siapa tau akan ada tamu yang lain" jawab si pelayan.


" Kalau begitu, aku meminta saudara untuk menemani ku makan, sekaligus ada beberapa keterangan yang ingin aku tanyakan" harap Zou Kim.


"Aku tidak berani Tuan Muda, jika Toukeku tahu, maka aku bisa dipecat," seru pelayan itu.


"Kamu jangan khawatir, nanti aku yang akan menanggung masalah itu, dan ini untuk kesediaan mu menemani dan menjawab pertanyaan ku," Zou Kim menyodorkan satu koin emas, yang pada masa itu setara dengan seratus koin perak.


Pelayan tadi kelihatan terkejut melihat nilai uang yang tamunya sodorkan.


" Tuan Muda iniiiii,"


"Sudahlah aku serius memberikannya padamu" jawab Zou Kim.


Akhirnya pelayan itu ikut duduk menemani Zou Kim makan. Tetapi tetap saja dia tidak berani makan dan hanya mau meminum sedikit arak saja.


"Tuan Muda, perkenalkan aku Gui Pang, tahun ini berumur dua puluh satu tauhun, kalau boleh tahu Tuan Muda ingin menanyakan apa kepada ku,"


"Aku Zou Kim lebih mudah dari mu dua tahun. Pertama yang ingin ku tanyakan adalah nama gunung yang berjarak sekitaran tiga puluhan li di arah barat kota ini," tanya Zou Kim.


"Tuan Muda Zou, kelihatannya kamu masih baru disini, sebab semua orang di Dunia Tengah ini pasti tahu, kalau gunung itu adalah gunung paling bersejarah dan disebut Wu Shi San. Jawab Gui Pang.


Zou Kim menganggukan kepalanya, ternyata benar bahwa saat ini ia telah berada di Dunia Tengah.

__ADS_1


...##########...


__ADS_2