
Hari yang di janjikan pun tiba. Pada Pagi hari sebelum terbitnya matahari, terlihat rombongan pejalan kaki berjumlah 26 orang berjalan terlebih dahulu. Kemudian pada saat matahari terbit rombongan ke dua juga menyusul dengan jumlah sama. Rombongan pertama adalah rombongan Klan Fei diantaranya Fei Chen, Fei Han tetua 1, Fei Rong Tetua 2, Fei Long, Fei Hwa dan 8 orang pilihan klan Fei. Sedangkan yang lainnya adalah dari Klan Zou, Zou Kun, Zou Xi, Zou Ren, Nan Hui, Zou Hung, Zou Kim bersama 7 orang pilihan klan Zou lainnya.
Rombongan ke dua adalah rombongan Klan Yang dan Klan Yun dari Klan Yang, dipimpin langsung Raja Dong, Yang Mu. kemudian diikuti oleh Jendral Yang Zin, Yang Lun tetua 1, Yang Bei, Yang Kai murid Tetua 1 dan 8 orang pilihan lainnya. Dari Klan Yun, Yun Gho, Yun Zhu tetua 1, Yun Da tetua 2, Yun An, Yun Wen dan beberapa orang pilihannya. Sedangkan 1000 pasukan angsa emas akan menyusul pada malam hari.
Perjalanan yang ditempuh rombongan ke empat klan memakan waktu sampai 5 hari. Pada hari ke empat mereka sampai di sebuah kota kecil sebelah utara Klan Yun. setelah memasuki kota kelompok ini sperti biasanya berpencar dalam regu sebanyak 5 orang dan ada 1 regu yang berjumlah 6 orang. Hal itu mereka lakukan agar kelompok ini tidak membuat gaduh dan meresahkan masyarakat. Raja Dong berpesan agar operasi ini tidak perlu diketahui rakyatnya..agar mereka tidak resah.
__ADS_1
Malam hari di sebuah penginapan dengan merek Bulan Kasih tepatnya pada kentongan pertama atau perkiraan Jam 1 malam, melasat sebuah bayangan menuju keluar kota. Tidak berapa lama menyusul bayangan lainnya dalam jarak yang cukup jauh. Bayangan pertama adalah Zou Kim, dengan ilmu ginkang atau ilmu pengenteng badan yang tinggi, dengan mudah ia melesat tanpa ada yang ketahui. Namun hal itu tidak dapat mengelabui pendengaran tajam gurunya yang kelihatan melesat pula menyusul muridnya.
Belum ada 1 hio terbakar habis, Zou Kim tiba di sebuah Kastil yang didalamnya masih ada suara perbincangan..ia melompat keatas sebuah pohon yg tidak jauh dari kastil itu kemudian mengintip kedalamnya. "Bagaimana laporan yang kita terima baru baru ini, apakah ada perkembangan.? tenya seorang pria yang berusia sekitar lebih setengah abad. " Kakak Fu, menurut keterangan Kun Song, ia melihat beberapa orang yang beriringan masuk 5 orang ke gerbang kota, belum ada setengah Hio menyusul rombongan berikutnya." Hemm...mereka baru tiba ya..,andai ketua tidak melarang kita, aku akan mengajak kalian menggempur mereka sekarang juga" jawab pria yang dipanggil kakak FU itu.
"Kakak Fu benar, mereka sungguh bernyali, hanya dengan 52 orang sungguh sangat naif untuk menyerang kita" Adik Fei kata pria itu, kirim orang mu untuk menyampaikan keatas bukit" tidak berapa lama terlihat seorang berpakaian merah dan abu abu keluar untuk beranhkat ke bukit pinus yang berjarak sekitar 2 Li atau 1 kilometer dari Kastil tersebut. Zou Kim keluar dari tempatnya dan membuntuti pria itu..pada pertengahan jalan pria berpakaian merah itu dihadang seorang pria yang mengenakan topeng dari kulit badak yang cukup tebal.
__ADS_1
'Hemmmm...rupanya kamu menguasai ilmu yang peningkatannya kalian peroleh dengan persembahan darah ya..apa nama ilmu mu itu..? tanya bayangan itu yang selanjutnya Zou Kim kenali suaranya yaitu gurunya sendiri. " atas hak apa saudara ingin mengetahuinya..jangan sombong karna bisa menahan pukulan ku sebab aku baru.mengerahkan 40% energi. sekrang mari kita mencobanya kembali" ajak pria Fei itu.
" Pukulan Darah...Tinju iblis memuntahkan darah...teriak pria itu sambil melayang menyerang Nan Hui. Nan Hui juga tidak tinggal diam, ia tak mau menyebut jurusnya..karena sengaja sebab muridnya tau semua jurus jurus yang dikuasai gurunya. Tinju dan telapak terus berdentum. adu kemampuan dan energi terus berlangsung..sampai beberapa waktu setelah pertukaran jurus ke 30 akhirnya Nan Hui terlihat mundur dan berkata " cukup main mainnya sekarang aku ingin bertanya pada mu siapa nama mu dan apa kedudukan mu di dalam Sekte ini.? " baik.., biar saudara tidak menyesal jika mati karena tinjuku, aku adalah Kun Fei tetua Ke 4 Sekte Hio Darah.
"Sekarang terimalah ini, Pukulan Darah, Hujan Darah menelan kegelapan...Kun Fei menyerang dengan ganas, ke 2 tangan sebatas sikunya semakin memerah..akhirnya Nan Hui merasa cukup untuk bermain main sehingga..Bummmm...Nan Hui menaikkan tingkatnya sampai mendekati maksimal, yang membuat Kun Fei melongo dan gentar. " Kenapa Saudara Kun Fei, apakah kepingin lari, coba kalau kau bisa aku akan melepasmu jika kamu mampu melakukannya. tantang Nan Hui.
__ADS_1
Kembali Nan Hui menyerang Kun Fei, akan tetapi karena sekarang selisih kekuatan cukup jauh, maka tidak sampai 11 jurus Kun Fei sudah bertekuk lutut dihadapan Nan Hui. " sekarang jawab semua pertanyaan ku pada dengan jujur, jika tidak, maka takkan ada pemakam bagi mu" ancam Nan Hui. Huhhh..Kun Fei mendengus " Kalian kira aku adalah manusia pengecut.!? sebaiknya lekaslah bunuh aku. jika tidak kalian akan menyesal karena untuk menghacurkan kalian tidak perlu Sekte Pusat di Benua Barat yang melakukannya.
Mendengar perkatan itu, Nan Hui langsung menghantam ubun ubun Kun Fei hingga tumbang dengan telinga, hidung dan mata berdarah. Rupanya pukulan Nan Hui yang bernama Tepukan Dewa efek nya merusak organ dalam targetnya. " anak Kim, kita kembali segara sebelum ketahuan, lagipula informasi yang guru inginkan sudah kita dapatkan". Zou Kim mengangguk dan dengan kecepatan penuh mereka kembali ke penginapan Merak Bulan.