KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA

KULTIVATOR AGUNG MAHA DEWA
RAJA YANG MU


__ADS_3

Pertarungan itu kelihatannya berat sebelah, itupun terlihat dari sisi jumlah 12 melawan 4. Akan tetapi dari tingkatan, ternyata 12 orang Hio Darah hanya berada pada tingkatan angin puncak dan yang menjadi ketua rombongan saja pada tingkat Langit Puncak. Hal itu tentunya tidak mampu berbuat banyak untuk membuat 4 orang Klan Zou berkeringat.


Kelihatan sipedang bisu menebaskan pedangnya, Wuzzz.. kepala 2 orang Hio darah langsung terlontar beberapa meter. hal itu wajar saja mengingat Zou Xi berada pada tingkatan Bintang Cahaya Awal. Kalau Dia mau, maka cukup dengan tangan terbuka ke 12 lawannya akan membutuhkan beberapa jurus saja untuk mengantarkannya ke gerbang barat. Tetapi dia memilih menggunakan pedang agar ke dua keponakannya bisa menambah pemahaman tentang pertarungan terbuka.


Melihat Gaya bertarung Paman dan Empeknya, kedua pemuda itu kelihatan juga bersiap mengakhiri lawannya, Glukkk..1 lawan Zou Hung tumbang setelah lehernya ditembus pedang. Nan Hui hanya melumpuhkan dan membuat 2 lawannya pingsan dan karena darah yang keluar dari mulut mereka menandakan kalau tenaga dalamnya sudah musnah. Belum 2 menit dari pihak Hio Darah sudah berkurang 5 orang, sebalinya pihak Zou belum tergores sedikitpun.


Sebaliknya Zou Kim terlihat kesusahan dalam menghadapi seorang lawannya, hal itu karena ia hanya berusaha mengimbangi kemampuan lawannya pada tingkatan angin tahap 2. Melihat kemampuan Zou Kim, Ketua kelompok Hio Darah berusaha mencari korban pertamanya dengan menghabisi Zou Kim. " Hiyaaaaa...ia melompat dan menggunakan gaya *Gunung Meninpa Kepala* salah satu jurus umum pada waktu itu, untuk membelah tubuh Zou Kim.

__ADS_1


"Awas adik Kim..." teriak Zou Hung dan terus meluncur cepat kearah Zuo Kim yang kebetulan sedang bertarung dengan tangan kosong. "Tanggg.. pedang ketua kelompok Hio Darah terbang sekaligus patah berhadapan dengan pedangnya Zou Hung. Tanpa membuang waktu dengan gaya tusukan kilat, ketua kelompok Hio Darah Binsa dengan memegang lehernya yang bersembur darah. Melihat ketua mereka tumbang, sisa enam lainnya berusaha melarikan diri terdengar Zou Xi berkata " biarkan saja, agar mereka bisa melapor kepada Patriaknya"


"Adik Kim, kamu harus hati hati, jangan seperti tadi, kewaspadaan itu hrus diutamakan." kata Zou Hung coba mempringatkan Zou Kim. " Maaf Kaka Hung, jadi merepotkan mu saja" jawab Zou Kim dengan wajah datarnya. "Sudahlah yang penting kalian tidak lecet sedikitpun" ucap Nan Hui. akhirnya rombongan itu melanjutkan perjalanannya.


*Kerjaan Dong*


Hari ke 8 tepatnya saat matahari hampir berada di puncaknya, Zou Xi dan Nan Hui berempat tiba di Depan Benteng besar kerajaan Dong. Tanpa adanya kesulitan mereka memasuki gerbang dan menunggu sekitaran setengah Hio kemudian di jemput oleh Menteri Perhubungan Kerajaan Dong, Yang Wan.

__ADS_1


Terlihat Seorang peria berumur 58 Tahun turun dari singgasananya dengan pakai berwarna emas muda di iringi 2 orang berpakaian seragam militer untuk menyambut tamunya "Selamat datang Saudara Xi, dan iniii...Maaf Yang Mulia, saya perkenalkan ini saudara Nan Hui, tetua kehormatan kami, ini adalah Zou Hung Selah keturunan elit dan putranya kaka Ho. Sedangkan yang itu, hamba rasa yang mulia sudah mengenalnya" ucap Zou Xi. apakahhh...ini Keponakan Kim.. ? Tanya Raja Dong. "Benar yang mulia, dengan saya sendiri" jawab Zou Kim dengan membungkuk dan bersoja. "Kim er jangan bertingkah berlebihan dihadapan empek mu sendiri" pinta raja dengan tersenyum.


"Saudara Xi dan semuanya silahkan duduk" pinta raja Yang Mu kepada tamu tamunya. "aku perkenalkan kepada kalian, yang berpakaian militer dengan ukiran angsa emas adalah Jendral Angsa Emas Yang Zin yang membawahi 500.000 prajurit. Sedangkan yang mengenakan pakaian zirah Naga Emas adalah Jendral Besar Naga Emas Yang Lei ia membawahi 700.000 dan 1 lagi kalian tentu sudah kenal Menteri Perhubungan Yang Wan" ungkap raja memperkenalkan orang orangnya.


Tak berapa lama setelah perkenalan dan basi basi, tibalah hidangan santap siang, raja kemudian menyilahkan semua tamunya untuk memulainya." Sialahkan Saudara Xi, Saudara Hui dan keponakan berdua. "baik yang mulia" jawab mereka serentak. Jamuan makan pun selesai, kepada Yang Wan, raja memerintahkan untuk menyediakan kamar terbaik untuk keempat tamunya. "mari saudara sekalian mengikuti saya" ajak menteri Wan.


Di Paviliun penerima tamu, terlihat hanya empat kamar yang terisi oleh Klan Zou, sedangkan Klan Yun dan Fei belum ada yang datang. Tak tahan akhirnya Zou Hung bertanya kepada Menteri Perhubungan, " Tuan Menteri Wan, dari kelan yang lain apakah tidak diundang.?". " Sebenarnya undangan itu telah kami kirimkan kepada ketiga Klan. seharusnya hari ini mereka juga tiba" jawab Yang Wan. Akhirnya menteri Wanpun undur diri.

__ADS_1


Setelah makan malam, masing masing kembali kekamrnya, Zou Kim sendiri memanfaatkan waktu tersebut untuk meningkatkan kultivasinya dengan semangat yang menggelora, Zou Kim melaksnakannya sampai matahari telah terbit. Tok..tok.tok. "Anak kim,, apakah kau sudah bangun" suara parau terdengar dari luar. "sudah guru..!!!" jawab Zou Kim bergegas mengakhiri kultivasi dan membuka pintu. " mari guru" ajaknya.


"Anak Kim, semalam guru memiliki firasat buruk tentang telatnya dua klan yang lain untuk menghadiri undangan yang sama, karena beberapa hari lalu, kita saja telah dihadang oleh rombongan Hio Darah. Guru Juga merasakan bahwa.. sepertinya kita tidak akan bisa bersama dalam waktu yang lama. "apa maksud guru" kata Zou Kim yang tidak biasa menyela omongan gurunya . " nanti kamu akan tau sendiri Anak Kim" kata gurunya. Jadi mulai sekarang setiap ada waktu dan kesempatan, jangan kesampingkahan pelatihan Qi mu dengan Teknik Nafas Dewa Agung. Yang aku tau dengan teknik itu dalam kurun 1 tahun saja seseorang bisa meningkatkan Qi murninya sampai 50an lingkaran. Terus bertambah kuat murid ku. " Baik Guru, semua pesan dan titah mu akan aku penuhi tanpa keraguan sedikitpun.


__ADS_2