
Dua hari yang sangat melelahkan bagi Zou Kim..akhirnya ia memilih untuk tidur saat matahari mulai terbit meskipun dalamnya jurang tidak dapat disentuh matahari, tapi dengan kemampuannya ia menyadari bahwa di luar saat ini pajar sudah mulai terbit.
Hari ke 10, Zou Kim mencoba 10 butir Pil Dewa Naga Surgawi sekaligus..padahal ia menyadari bahwa hampir mustahil dengan bantuan Pil Buatannya akan membantunya menembus gerbang hidup mati dan menanjak ke tingkatan Dewa Sakti. Sampai 3 hari kemudian, tubuhnya dikelilingi oleh 9 cahaya samar dan bummmm...bruggghhhh...gua yang ia tempati ambruk dan menimpanya..tetapi seperti roh halus ia keluar dari reruntuhan itu tanpa luka sedikitpun..
" Ternyata aku merasa seolah berada pada puncak kemampuan dewa.." gumamnya seraya berpikir.
"Artinya Tingkat Dewa itu bukan tunggal rupanya...tetapi malah terbagi dua, yaitu Dewa awal dan Puncak"
" Hemmm aku merasa dengan kemampuan ku sekarang aku sudah cukup mampu memusnahkan sebuah sekte besar dengan kemampuan bertarung dewa awal dalam 3 pembakaran Hio saja..." aku harus segera membagi Pil ini kepada ayah dan lainnya.." gumamnya bersemangat.
Menjelang malam hari..ia terbang keluar gua dan langsung meninggalkan Puncak Langit meskipun belum 20 persen ia jelajahi demi untuk kembali ke Klannya. Dengam semngat dan kemampuannya yang baru, kurang sepembakaran Hio io telah tiba pada jarak 5 Li dari benteng Klan Zou. Ia memilih merubah identitasnya dengan mengenakan topeng dan pakaian samarannya.
Ia kemudian mulai mengedarkan persepsinya untuk melihat kondisi malam itu di beberapa Paviliun yang ia tuju. Paviliun Cemara, Paviluan 4 tetua Klan, Paviliun Srigala dan Paviliun obat. Paviliun Srigala sebagai target pertama ia berikan 10 butir. Dia tersenyum melihat perkembangan Pasukan srigala Zou Lam sekarang sudah bertambah dari 50 menjadi 120 orang. Ia Puas melihat persiapan ayahnya dan para tetua dalam belasan hari selama ia tinggalkan.
Seperti sebelumnya, ia melakukan pembagian 30 Pil dalam waktu setengah pembakaran hio. Semua penerima telah ia sematkan dengan surat yang memiliki gaya tulisan seolah orang yang baru pertama belajar menulis. Ia kembali keluar menjauh dari klannya.
" Huhhhh...selesai sudah..6 hari.lagi aku baru akan kembali ke Klan. Sebaiknya aku berkeliling melihat dan membantu kehidupan rakyat Benua Timur untuk mengisi waktu...Gumam Zou Kim..
Klan Zou pagi itu digegerkan oleh penemuan beberapa orang yang datang berturut turut melaporkan hal sama kepada Ketua Klan Zou.
" Ketua..kami menemukan sebuah Pil emas pagi ini diatas meja kami..Pil ini juga disertai dengan surat untuk menyuruh kita menyerapnya segera dan terus bertambah kuat.
__ADS_1
" Aku rasa hanya satu orang yang bisa melakukan itu..dia pasti si Pelindung Benua Timur.."
" Aku rasa ketua benar.!! Kata Zou Ren, sebab hanya orang tua itulah yang mampu melakukannya buat kita."
"Adik Ren mengatakan orang tua memangnya adik Ren cucunya..? Zou Li meledek Zou Ren.. Zou Ren jadi kelihatan malu.
" Tapiiiiii....Pelindung itu mustahil jika masih muda..sebab untuk mencapai tingkatan kita saja, kita sudah setua ini..kembali Zou Ren menjawab.
" Sudah...kita semua sekarang bubar dan selanjutnya penuhi permintaan pemberi Pil itu kepada kita..meskipun kita belum sempat berterimakasih kepadanya.
Sisa waktu menuju kedatangan musuh masih ada 14 hari lagi..jadi mari persiapkan diri kita sebaik baiknya. Zou Kun berkata dengan semangat..
Zou Kim melakukan perjalanan menuju wilayah Klan Fei pada malam itu juga. setelah tiba, ia memilih menginap disebuah pohon yang cukup besar dan lebat. Pagi yang cerah terlihat banyak terlihat orang berlalu lalang. Zou Kim memilih untuk mencari tempat sarapan yang banyak berjejer dipinggiran jalan. Ia memesan 3 buah Bakpao yang masih kelihatan hangat. Setelah itu ia terus berjalan sambil melihat keramaian yang ada disalah satu kota Klan Fei. Kota Fei Ou. Hari itu sampai menjelang sore tidak ada hal menarik yang bisa ia lakukan. Kecuali ia sempat mendengar bahwa anak Gadis tuan kota bernama Fei Hong dan 5 orang pengawalnya ditahan oleh orang tak dikenal dan tiba tiba jejaknya hilang. Akhirnya Zou Kim memilih hotel dan berencana besok akan melanjutkan perjalanan darat kembali ke Klannya karena masalah menyelidiki hilangnya anak Tuan Kota..mungkin akan butuh waktu lama untuk membawanya kembali ke Klan.
Malam sekitar kentongan kedua, ia mendengar suara baju yang tersampok angin, hingga ia coba menajamkan persepsinya keluar hotel. Ia bisa melihat kalau di luar tengah bergerak ke arah selatan 8 bayangan orang berpakaian Hitam. Jiwa muda yang penuh rasa tanya mendorongnya untuk berganti kostum, membuka jendela dan menguntit kedelapan bayangan tadi yang ternyata menuju hutan yg sangat lebat.
Mereka berdelapan terdiri dari 6 orang tingkat Langit ke 5, 1 orang Bintang Awal dan dan 1 orang Bintang Mahir.
" Apa yang ingin mereka lakukan ditengah hutan malam begini.." gumam Zou Kim yang sama sekali tidak diketahui kehadirannya oleh kedelapan orang itu."
"Delapan orang itu menuju sebuah rumah yang tanpa penerangan ditengah tengah hutan.
__ADS_1
"Kakak Mo..apa yang harus kita lakukan terhadap tawanan.? kata salah seorang dari mereka.
"Kita harus bersabar menunggu sampai Si Tuan Kota itu mengantar tebusannya."
" Baik jawab pria yang bertanya tadi.
Melihat pakaian mereka, Zou Kim bisa langsung mengenal bahwa mereka adalah bekas orangnya Hio Darah.
Hemmm masih ada sisa rupanya...gumam Zou Kim.
A Huan..nyalakan lampu dan priksa ke enam tawanan. " Baik Kakak Mo jawabnya kepada Xing Mo.
Xing Mo menatap keluar hutan menunggu utusan tuan kota mengantar tebusannya. Tidak berapa lama Lampu menyala, tetapi A Huan tak kunjung keluar..karena penasaran Xing Mo melihatnya..alangkah kagetnya ia melihat seorang yang belum sempat melakukan sujud minta ampun sudah terlbh dulu membuatnya terlempar dan muntah darah serta kehilangan kemampuan. 6 orang lainnya juga tidak dapat berbuat banyak terhadap Zou Kim yang dengan sekejap mata telah menghapus kemampuan bela diri mereka.
"Terimakasih Tuan Penolong ucap Fei Hong dngan 5 pengawal yang merangkap tangan.." Boleh aku tahu nama Tu.....belum selsai bertanya bayangan didepan kelimanya telah menghilang tanpa suara.
Ditempat berbeda, pada saat matahari tenggelam, terlihat 20 orang mendarat di pelabuhan Kota Yun Thou, diantaranya terlihat seorang pria 70an tahun yang mengenakan Jubah Biru bergambar 1 pedang.
"Apakah ketua mau melanjutkan perjalanan atau menginap disini dulu malam ini.? tanya peria yang dipanggil saudara Ho.
'Terserah Saudara Ho saja..." jawab pria yang bukan lain adalah Patriak Sekte Gunung Pedang " Yu Ming bersama tetua Han Ho dan 18 kutivator hebat mereka.
__ADS_1