KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
11. KEKACAUAN.


__ADS_3

Pertandingan terus di lanjutkan ,silih berganti para kultivator muda naik ke arena untuk mendapatkan jatah melaju ke babak selanjutnya. Setelah matahari mulai redup di ujung barat, terlihat wasit melangkah ke tengah arena untuk mengumumkan para peserta yang lolos ke babak selanjutnya dan akan siap berlaga pada ke esokan harinya.


Jumlah peserta yang lolos untuk besok hanya 24 orang, 16 dari murid sekte dan 8 orang dari kultivator bebas tanpa mewakili sekte apapun. Kesemuanya yang berhasil maju untuk laga besok adalah dari tingkat Raja 5 dan 7,dan termasuk wakil dari sekte Bunga Es serta Rajawali putih.


Ke esokan harinya, di tempat arena,terlihat penonton semakin ramai dan padat, mereka sangat antusias untuk melihat jagoan jagoan muda mereka bertanding dan tentunya dengan cara bertaruh untuk meningkatkan semangat juang para murid itu.


Di tengah arena sekarang, telah berdiri berdiri wakil dari sekte Embun Emas berhadapan dengan salah satu kultivator bebas.


Mereka masing-masing telah mengeluarkan aura yang menindas dan membuat para penonton sedikit bergidik merasakan hal tersebut.


''Turnamen di mulai...


Teriak wasit.


Kedua pemuda saling menghantam ke depan dengan tehnik masing-masing dan menciptakan tornado kecil di tengah arena. Siluet cahaya bertabrakan, tubuh keduanya terhempas.


Gao Ying dari Embun Emas melancarkan selarik sinar merah,sedangkan lawanya Yung wei kultivator bebas mendorong tinju nya menyambut sinar itu.


..Weeerrr...siiingg...


Suara desingan pukulan yang bertabrakan membuat tubuh dari murid Sekte Embun Emas terlihat mundur dengan sedikit limbung dengan wajah pucat. Dia dengan penuh amarah mencabut pedang dari punggungnya dan kembali menyerbu, terlihat bayangan pedang mengelilingi tubuhnya.


Namun Yung wei hanya menatap tenang sambil melompat ke udara.


''Tehnikmu kuat.,tapi sayang kau sangat lambat.,Seru Yung wei melesat ke arah Gao Ying hendak menyerbu bayangan pedang itu.

__ADS_1


Gao Ying buru buru melompat juga, tapi sudah terlambat, lengan nya berhasil di hantam dan membuat pedang di tangannya terjatuh kemudian dengan telak tendangan memutar Yung wei berhasil menghajar dada nya. Tubuh Gao Ying meluncur deras menghantam lantai arena dan langsung jatuh pingsan dengan sedikit darah menetes di sudut bibirnya. Yung wei pun menang mutlak hanya dengan 3 kali serangan.


Semua mata para tetua sekte membesar karena sungguh tidak di sangka, murid Embun Emas yang di ranah Raja tingkat 7, bisa takluk hanya dengan 3 kali serangan dari Raja tingkat 5. Yung wei benar-benar sangat mengerikan dan patut untuk di perhitungkan.


Setelah arena di bersihkan, yang naik kini adalah murid dari sekte Rajawali putih berhadapan dengan murid dari Bunga Es. Para penonton yang mengetahui bahwa kedua sekte ini telah saling membenci sejak dahulu kala, berteriak dan bersorak sorai membuat sekeliling arena sedikit bergetar. Bahkan Kaisar Li Bao yang duduk di atas kursi utama sedikit tersenyum tertawa melihat ke dua sekte tersebut. Bagaimana tidak merasa geli, perseteruan mereka berlatar dari para tetua. Dahulu salah satu Patriak dari sekte Bunga Es yang bernama Bing Cia, sangat mencintai Patriak dari sekte Rajawali putih. Cinta nya pun di sambut dengan baik,namun akhirnya Bing Cia sangat membenci Wang Cao setelah melihat pujaan hatinya menggandeng wanita anak dari walikota. Perasaan cinta nya pun berubah menjadi benci yang sangat besar. Dengan penuh persiapan, Bing cia mengajak ke lima saudarinya untuk melabrak Wang Cao di dalam sektenya. Meski tidak ada yang kehilangan nyawa,tapi sebagian besar,properti atau bangunan Rajawali putih hancur berantakan karena ulah Bing cia dan ke lima rekan nya. Akhirnya sampai pada hari ini,di setiap kubu mereka bertemu, pasti ada sedikit keributan. Begitulah awal mula perseteruan mereka. Sungguh konyol.


''Hari ini aku akan membuat sekte Bunga Es menangis minta ampun padaku.., Kata murid Rajawali putih yang akan bertarung.


''Puuiih..,jangan sombong dulu kau brewok, tehnik ku ini di ciptakan khusus untuk membantai para murid sekte Rajawali putih.., Balas Nang cia dengan senyuman termanis yang membuat seluruh penonton uuh..ahh.


''Baiklah gadis kecil, maka bersiaplah untuk menangis.., Mata Da Cao mendelik dengan seram di tambah cambang yang tidak teratur membuat sedikit bergidik.


Tubuhnya dengan ringan melayang cepat ke arah gadis cantik Nang cia..


Nang cia pun mengeluarkan tehnik Payung Es, dimana seketika seluruh penonton diluar arena merasa kan dingin yang di luar nalar.


Da Cao merasakan seluruh tangannya kesemutan dan terlalu dingin akibat menghantam perisai payung Es itu. Sekejap dia pun merubah serangan dengan tendangan Vertikal dari bawah ke atas.


Nang cia pun hanya bergerak ke samping sambil memukul ke wajah Da Cao. Cepat cepat Da Cao menarik muka nya ketika merasakan hawa dingin seperti menggores kulit menerpa bagian depan.


Dengan sekali lompatan, Da Cao telah berada di belakang gadis itu. Dengan kekuatan penuh, dia menghajar punggung Nang cia. Tapi alangkah kagetnya, ketika merasa tangannya hanya menghantam setumpuk kapas, dan merasakan aliran qi dalam tubuhnya langsung kacau. Sekejap dia tersadar dan melompat jauh ke belakang, namun putri Nang cia tidak memberi kesempatan. Dengan sinar putih di tinjunya yang kecil,melesat lah dia kedepan dan tepat menghajar ke wajah Da Cao. Untung refleks Da Cao memiringkan mukanya..


..Plaakk..tak ...tak


Bunyi gigi yang terjatuh ke lantai terdengar nyaring. Wajah Da Cao selamat dari tinju itu, tapi sempat pukulan gadis itu menyerempet mulutnya. Alhasil dua buah gigi Da Cao tercabut dan berhamburan ke lantai arena.

__ADS_1


''Gadis ******..,akan kusiksa dirimu sampai mati..,Teriak Da Cao sambil mengeluarkan pedang warna hitam.


Ketika qi nya dia alirkan ke pedang hitam itu..,Aura gelap dan membunuh memenuhi seluruh kawasan pertandingan. Sinar hitam pekat kemudian menyebar mengepung tubuh Nang cia. Seluruh Tetua yang ada disitu serentak berdiri.


..Pedang kematian ...


''I.itu pedang tingkat Langit, pedang iblis yang bisa membuat pemakainya lupa diri dan membuat tenaga pemakainya berlipat dalam waktu sepuluh menit.


''Hentikan pemuda itu.., dia telah melanggar aturan turnamen yang di laksanakan oleh Kaisar. ''


Teriak tetua sekte Awan biru. 3 bayangan telah mendarat di tengah arena.


mereka adalah para tertua Awan biru yang bersiap untuk meringkus Da Cao.


''Anak muda., pedang mu mengeluarkan racun dan itu tidak di perbolehkan, sebaiknya kamu mengundurkan diri.., Bentak Tsu Liang dengan gusar.


Namun semua telah terlambat, Aura membunuh yang menguasai Da Cao membuat asap hitam menyebar ke seluruh arena, para tetua sekte segera mengeluarkan aura untuk menahan racun itu agar tidak keluar ke arah penonton. Da Cao sendiri yang telah di kuasai tehnik pedang kematian tidak bisa mengendalikan diri, letupan letupan kecil terdengar dan siap membunuh siapa saja yang ada di depannya.


Tsu Liang maju hendak menangkap tubuh pemuda itu, namun tidak berhasil, malah dia mendapat serangan balik. Tsu Liang sendiri di tingkat Kaisar 5,dengan mudahnya dia bisa melenyapkan tingkat Raja Da Cao. Tapi yang membuatnya tertahan karena pedang iblis di tangan lawanya. Pedang yang beracun dan tidak sembarang orang yang bisa menghadapinya.


Sementara Kaisar Li Bao, hanya tersenyum puas melihat kejadian itu, dia senang karena bisa melihat kekuatan para tetua sekte yang berada di wilayahnya. Kalau bukan karena kekacauan ini, maka para tetua tidak akan memunculkan dirinya dan memperlihatkan kekuatannya.


Nampak kini di arena para tetua berkumpul dari berbagai sekte, Mereka cepat cepat bertindak sebelum para murid mereka terkena racun.


Tubuh Da Cao pun terkepung beserta asap hitam pekat itu, Sementara aura membunuh dari para tetua telah mulai menekan asap itu. Mata Da Cao sendiri telah berubah menjadi warna merah darah dan menatap sekeliling lawanya.

__ADS_1


''Sekte Rajawali putih.., jangan anggap kami ringan tangan karena akan meringkus murid kalian ini.., Bentak tetua Awan biru sambil menendang ke arah pedang kematian.


Tapi Da Cao yang telah di kuasai oleh pedang itu berani meladeni dan menyambut tendangan tetua itu. Pertarungan sengit pun terjadi.


__ADS_2