KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
58. BULAN PERAK.


__ADS_3

Nang feng berdiri di tengah jalan, matanya melirik ke putri Hong Ying di sebelahnya, sepertinya dia malas mengurusi para tetua dari sekte ini. Hong Ying pun mengerti akan itu, dengan cepat dia maju dan berdiri menantang seluruh orang yang ada di situ.



'' Hong Ying, dengan kekuatan mereka ini,ku rasa kamu bisa menjadikannya sebagai latihan mu..'' Bisik Nang Feng sambil mundur ke pinggir jalan.


Hong Ying pun tersenyum sambil menatap para tetua sekte Bulan Perak.


''Demi mempersingkat waktu, kalian maju lah bersamaan, aku sedikit terburu buru karena ada sesuatu hal..'' Hong Ying dengan ucapan menghina mengeluarkan aura membunuhnya .


Para tetua itu sangat marah, merasa sangat di remehkan oleh seorang gadis yang pantas untuk menjadi cucu mereka.


'' Karena kamu yang meminta, jangan salahkan kami jika bertindak kasar padamu..' ke empat tetua itu segera mengepung putri Hong Ying.


' Liuhang, jangan bunuh gadis itu, tangkap dia dan bawa hidup hidup..'' Seru Liurong dengan tatapan cabul.


Bersama ke empat rekannya, tetua itu mengeluarkan tehnik masing-masing, dengan tangan kosong, mereka akan meringkus Hong Ying .


Disertai cicitan angin,mereka melesat dengan kecepatan yang sulit di lihat mata biasa, Bayangan Siluet tangan hendak menyentuh gadis itu.


Hong Ying tersenyum sinis melihat gerakan lambat mereka dengan melompat ke udara, dia memutar badan sambil mengirimkan tendanganya..


''Menahan ombak...


Para tetua sungguh tidak menduga gerakan itu, bukannya menghindari, malah gadis itu balik memberi serangan. Dengan menarik tangannya, mereka juga melompat ke udara menghindari serangan Hong Ying.


'' Tinju Api..


Puluhan titik merah mengarah ke tubuh gadis itu, udara Tiba-tiba terasa panas menyengat..


'' Daammm...


Hong Ying malah menyambut dan menghantam balik pukulan tetua itu. Ke empat tetua bersalto ke belakang untuk mencari keseimbangan buat berdiri. Mereka baru sadar kalau gadis cantik di depannya ini merupakan lawan yang tangguh bagi mereka.


Putri Hong Ying pun sedikit meringis, akibat dari menahan pukulan tadi, Jemari tangannya sampai lengan terasa sakit berdenyut. Sepertinya dia terlalu meremehkan lawannya.


Sinar putih memancar dari tubuhnya, Hong Ying kini tidak akan main main lagi..


''Jari Berdarah...


Dengan tehnik itu, dia pun melesat menuju keempat tetua bulan perak, Bayangan tangannya menyilaukan mata dan menyerang titik penting mereka.

__ADS_1


Para tetua itu terkesiap melihat kecepatan Hong Ying, belum sempat mereka berdiri dengan baik, siluet jari raksasa telah mengancam Nyawanya.


Dengan panik mereka mencabut pedang untuk menangkis Serangan itu. Tapi jari itu terus melesat menuju ke wajah masing-masing tetua itu.


'' Buuumm.....


Bunga Api bercipratan di udara.., Pedang di tangan tetua itu langsung patah terkena Bayangan jari. Satu di antara keempatnya terjungkal dengan muntah darah, dengan lolongan kesakitan, tetua yang terkena pukulan Hong Ying melayang ambruk dan memuntahkan darah tanda dia terluka dalam cukup parah.


Para tetua saling berpandangan melihat rekannya terluka, Dengan sigap, mereka kembali siap untuk bertarung. Kali ini mereka benar-benar sadar, kalau gadis lawannya merupakan kultivator yang sangat tangguh.


''Melihat tahap kultivasi mu, sepertinya kita berada di tingkat yang sama, tapi kamu sangat kuat. Daritadi kami hanya ingin menangkapmu, tapi sekarang setelah melihat kekuatanmu, maka kami akan segera membunuhmu..'' Tetua itu menunjuk Hong Ying dengan mata memerah.


Hong Ying yang merasa jika lawannya tidak segan segan lagi, segera mengerahkan seluruh Qi dalam tubuhnya. Pedang pemberian Nang Feng yang berasal dari Ayah Qilling api, kini tergenggam memancarkan sinar putih menyilaukan.


Para tetua itu sedikit gentar melihat pedang di tangan gadis di depannya.


Udara terasa aneh, hawa panas dan dingin silih berganti saling menekan. Tatapan Hong Ying dan lawannya kini sangat mengerikan. Masing-masing menunjukkan sinar membunuhnya.


'' Tebasan Rembulan...


Hong Ying dengan kecepatan yang tinggi, melesat ke depan di iringi tebasan pedang yang membuat udara membeku..


'' Duuaaarrrr....


Kilatan cahaya berhamburan ke angkasa, ke tiga tetua itu menangkis dengan senjata mereka masing-masing. Terlihat tubuh Hong Ying terdorong kebelakang dengan tetesan darah di sudut bibirnya. Nang feng terkejut melihat hal itu, belum sempat dia bergerak, Hong Ying kini telah berdiri kembali melayang di udara.


Sebaliknya, para tetua yang menahan serangan tadi, kini terlihat membungkuk sambil memegang dada masing-masing. Mata mereka terlihat membeliak menahan sakit. mereka merasa Qi dalam tubuhnya terasa kacau.


'' Huoeeekkk..., ke tiga nya memuntahkan darah kental ,luka yang mereka dapat akibat menahan serangan pedang Hong Ying sangat parah. Nampak mereka berlutut sambil berusaha mengatur nafas masing-masing.


Liurong melongo tidak percaya, seluruh tetua sektenya di kalahkan dengan mudah oleh seorang gadis belia. Dengan cepat dia melesat menghadang Hong Ying yang telah bersiap membunuh mereka.


'' Gadis muda, hari ini saya tidak akan melepasmu, akan ku cabik cabik tubuhmu buat makanan anjing..' Liurong dengan tangan berbentuk cakar menyerang dengan secepat kilat.


Hong Ying pun dengan gerakan lentur nya menghindari serangan itu. Dengan mengibaskan pedangnya, dia bersalto di udara.


Liurong kembali mengejarnya dengan sinar merah di kedua telapak tangan.


Pertarungan di udara sangat sengit, Hong Ying pun kini mengeluarkan seluruh kemampuannya. Melawan Liurong yang tahap Saint 5, membuat dia sedikit terdesak. Hong Ying hanya tahap Saint 3, tapi sejauh ini, dia mampu melawan Ketua dari sekte Bulan Perak itu.


Nang feng yang menyaksikan pertarungan itu merasa tegang. Karena sebelumnya, Hong Ying telah terluka oleh pertarungan awalnya dengan tetua tadi.

__ADS_1


'' Tarian dewi pedang...


'' Pukulan Naga bumi...


' Boomm...Blaaaaarrrr....


Silih berganti ledakan Qi terjadi, Arena di sekitar pertarungan itu telah porak poranda, rumah warga telah rata dengan tanah, para penonton menyingkir jauh jauh menghindari angin ledakan.


Para tetua yang terluka tadi, kini tengkurap pingsan tanpa ada yang bisa menolongnya.


Liurong semakin geram, Puluhan tehniknya tidak ada yang mampu membuat gadis itu terpukul mundur. Kecepatan Hong Ying sangat luar biasa, dan itu membuat Liurong sedikit khawatir.


Hong Ying berdiri dengan anggun, wajahnya yang cantik semakin berbinar di selimuti oleh Qi dari dalam tubuhnya. Bagai dewi kematian, dia menunjuk Liurong dengan ujung pedangnya.


'' Orang tua.., Sekarang aku yang akan menyerangmu, bersiaplah menjemput ajal..


Hong Ying memutar pedang itu , tubuhnya bersinar semakin terang, Tiba-tiba dia lenyap bersama deruan angin dingin..


Liurong terbelalak, ilmu gadis ini sangat tinggi, tehnik yang dia pakai semua merupakan tehnik kuno tingkat Surga.


Dengan berang, Liurong pun mengeluarkan tehnik pamungkasnya..


'' Cakar Roda maut...


'' Tebasan dewi iblis...


'' Daaaarrr...Booommm....


Ledakan membahana ke seantero desa, debu membumbung tinggi ke angkasa. Keheningan terjadi, diam bagai di tengah perkuburan.


Para kultivator lain yang mendengar ledakan itu kini berdatangan menyaksikan apa yang terjadi. Seluruh warga desa berkumpul dan bertanya tanya.


Setelah debu menghilang, semua mata terbelalak, Tubuh Liurong tergeletak di tanah dengan dada penuh luka sayatan pedang, dan terlihat isi perutnya keluar terburai. Ketua sekte Bulan Perak mati di tangan gadis muda.


Sementara itu, Putri Hong Ying sendiri kini berada di pelukan Nang Feng, dari bibirnya keluar darah menggumpal. Sebagian bajunya yang berwarna putih itu, kini berubah menjadi warna merah. Tapi Putri Hong Ying masih tersenyum ke arah Nang Feng.


'' Aku membunuhnya...'' Setelah itu, Hong Ying pun terkulai lemas di pelukan Nang Feng.


Secepat kilat, Nang feng meraih pedang Hong Ying, kemudian melesat menghilang membawa tubuh putri.


Semua orang hanya bisa takjub melihat pemandangan itu.

__ADS_1


__ADS_2