KULTIVATOR GILA

KULTIVATOR GILA
59. WILAYAH TENGAH.


__ADS_3

Nang feng tiba di depan sebuah goa yang cukup besar. Perlahan dia menurunkan tubuh Hong Ying, dengan pelan di sandarkan nya pada dinding mulut goa itu. Kemudian memasukkan sebuah Pil warna merah ke dalam mulut putri itu. Dengan sekejap, dia mengalirkan Zent Qi untuk membantu penyerapan obat.


Nang feng kemudian membawa putri masuk ke dalam goa. Kemudian dia memeriksa seluruh kondisi luar tubuh gadis itu. Darah yang membuat pakain putih menjadi merah adalah lelehan darah segar dari luka dalamnya yang menetes dari sudut bibirnya. Nang feng memeriksa isi cincin penyimpanan Hong Ying, setelah mendapatkan pakain ganti yang dia cari, dengan cepat mengganti pakaian penuh darah itu. Jantungnya berdebar sangat hebat, melihat tubuh halus putih sempurna tergolek di depan mata. Sebagai lelaki normal, Nang feng di liputi perasaan yang sangat menegangkan. Seluruh otot otot tubuhnya terasa di aliri hawa panas dari dalam. Pandangan matanya seolah kabur menahan keinginan yang lain. Dengan cepat, dia mengganti pakaian itu.


Setelah beberapa lama, putri Hong Ying bergerak pelan membuka kelopak matanya, pandangannya terasa berputar mencoba mengingat situasi yang telah terjadi. Perlahan dia menggerakkan tangan dan kaki , setelah merasa agak baikan, dia bangun dari posisi terlentangnya. Kesadaran mulai terkumpul lagi, mengingat semua pertarunganya dengan Ketua sekte Bulan Perak itu. Tiba-tiba matanya mendelik, melihat seonggok kain putih bercampur merah tergeletak di sampingnya. Dengan mulut mengangah,dia menatap pakaian warna biru yang sekarang melekat di badannya.


Putri Hong Ying sadar,kalau baju sebelumnya telah di ganti oleh seseorang.., berarti......


Tanpa sadar dia terpekik, tangannya langsung memeriksa ke bagian bawah tubuhnya.


Nang feng yang tengah membersihkan beberapa ekor kelinci hasil buruan, segera masuk ,melihat Hong Ying telah siuman dan duduk sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya.


'' Hong Ying, kamu telah sadar rupanya, sekarang bagaimana perasaanmu..? apakah masih ada terasa sakit di dalam tubuh ?...


Hong Ying tidak segera menjawab, dia masih terdiam dengan menutupi wajahnya. Tapi dia sedikit mengintip di sela sela jarinya.


Nang feng mengerti demikian, dengan senyum, dia menggoda putri Hong Ying.


'' Iyya benar, saya yang mengganti baju mu, karena kotor penuh darah, dan saya melihat semuanya...


Putri Hong Ying makin menenggelamkan wajahnya, dia bergeser membelakangi Nang Feng berusaha menyembunyikan mukanya yang memerah seperti tomat matang. Perasaan penuh malu sangat tidak bisa dia tahan.


'' Saya tidak melakukan apapun, kecuali mengganti pakaianmu..'


Nang feng dengan perasaan tidak bersalah, membuat api untuk membakar beberapa ekor kelinci itu.


Putri Hong Ying semakin tertunduk tidak berdaya.


Setelah mereka menghabiskan makanan itu, Nang Feng mengembalikan cincin penyimpanan dan Pedang Hong Ying. Setelah itu dia menatapnya.

__ADS_1


''Sekarang duduklah dengan posisi kultivasi, saya akan memberi energi ku sedikit untuk mempercepat penyembuhanmu...'' Nang duduk bersila di belakang punggung Hong Ying. Setelah itu, dia menempelkan kedua telapak tangannya, dan mengalirkan sedikit tenaga Zent Qi nya.


Tidak lama kemudian, proses itu selesai, Wajah Hong Ying kini kembali segar seperti biasa, tidak terlihat pucat lagi. Aliran Qi dari Nang Feng, sangat nyaman terasa di dalam tubuhnya. Kembali wajahnya memerah.


'' Sekarang coba periksa Dantian dan Meridian mu, tapi jangan dulu mencoba mengeluarkan Qi, karena aliran Qi mu sempat kacau akibat luka dalam yang kamu dapat kemarin..'' Nang Feng keluar dari goa meninggalkan putri Hong Ying.


Di luar goa sendiri, Nang feng kembali melatih tehnik tehniknya. Satu persatu, mulai dari tehnik dasar,sampai ke yang tinggi, dia ulang berkali-kali. Semakin dia pahami,maka serangan dari tehnik itu makin bertambah juga. Pengendalian Pedang Dewa Gun Luo semakin bertambah. Kini Nang Feng bisa menyerang dan menangkis tanpa memegang pedang itu. Tapi dengan Zent Qi nya, pedang itu sudah memiliki niat tersendiri. Bahkan dengan jarak puluhan mil, Nang feng bisa menebaskan pedang itu sesuai arah targetnya, dan bisa menarik kembali sesuka hati.


Tehnik itu dia ulang terus, sampai telah menyatu dengan pikirannya.


Setelah 2 hari, Putri Hong Ying kini terlihat keluar dari dalam goa. Wajah cantiknya segera di sambut oleh Nang Feng. Matanya sangat berbinar binar dan dia tersenyum dengan manis sekali. Kecantikannya hanya bisa di sandingkan dengan Dewi Purnama.


Setelah Hong Ying mereganggakan ototnya, dia pun mulai berlatih kembali, seluruh kemampuan fisik dan Qi nya dia keluarkan. Efek dari Zent Qi yang dia terima, sangat membuat dia tercengang.


Gerakannya semakin lincah, tubuhnya semakin lentur juga,bahkan penguasaan ilmu berpedangnya pun makin bertambah. Tidak sampai 10 tarikan nafas, hutan lebat di depan goa, kini berubah menjadi tanah lapang yang bersih.


Tubuh Hong Ying melesat dan melayang di udara. Di bungkus oleh sinar putih,cahaya pedangnya berkilauan memenuhi sampai ke dalam goa tempat mereka. Dengan tahap Saint tingkat 3, putri Hong Ying meledakkan bongkahan batu besar hanya dengan ujung pedangnya. Nang feng takjub melihat serangan jarak jauh dari gadis itu.


Hong Ying yang mengerti akan tindakan itu segera menghindar dan balik menyerang, pedangnya putih berkilat dia tebaskan untuk menangkis..


''Trriing...


Bunga api berpijar terang, Nang feng terlihat mental dan kehilangan keseimbangan..


'' Jangan remehkan aku kakak..'' Hong Ying dengan secepat kilat menukik mengincar punggung Nang Feng.


Pemuda itu terkesiap, dia sedikit menyesal menyerang hanya dengan Qi kecil tadi. Dengan refleks, Nang feng bersalto ke depan menghindari ancaman Hong Ying. Secepat kilat dia mengalirkan Qi alam 30 persen untuk meladeni adu tanding itu.


Putri Hong Ying meliuk di udara, dengan tehnik Bayangan Dewi Ratu, tubuhnya seolah menghilang. Kecepatan geraknya makin bertambah dan mencecar nang feng.

__ADS_1


Pemuda itupun tidak mau kalah, dengan Langkah langitnya, dia segera mengimbangi gerakan Hong Ying. Nang dari bawah,sementara dia dari atas..


'' Tiiinngg...Daarr...


Benturan pedang terjadi, tubuh Hong Ying terpental ke atas sejauh 30 tombak, sedangkan Nang Feng terhempas ke bawah. Dengan segera dia menggunakan pedangnya untuk menyanggah tubuh kalau tidak mau membentur tanah. Dia tidak menyangka kekuatan Hong Ying bisa menekankannya sejauh ini.


Dengan sekali lesatan, Nang feng menuju ke arah gadis itu, tangannya yang kokoh telah bersiap menangkap Hong Ying...


Tapi gadis itu tidak menyerah begitu saja, dengan tumit kakinya,dia menahan serangan, dan memutar tubuh berbalik menyerang.., Nang feng dengan kelabakan membuang badannya ke samping. Untung dia cepat bertindak, terlambat satu detik saja, niscaya bahu nya akan remuk terkena tendangan dari atas.


Pertarungan latihan itu terus berlanjut, Dengan cepat Nang Feng telah memahami kecepatan dan kekuatan dari Hong Ying.., hmm...


Setelah bertukar jurus puluhan jenis, dengan sekali sentakan, Nang feng mengarahkan tinju nya ke perut Hong Ying. Meski hanya Qi 20 persen, serangan itu membuat membuat gadis kelabakan, untuk menghindar tidak sempat lagi, dengan memejamkan mata, Hong Ying menangkis dengan tangan menyilang.


' Plaaaakk....


Tubuh keduanya mental melayang di udara, fluktuasi angin berputar tidak menentu, Hong Ying jatuh terduduk dengan wajah pucat dan tangannya sakit seolah terkena sengatan petir. Nang feng pun tak jauh beda, dia meringis kecut sambil menahan denyut di dadanya. Seluruh isi dalam terasa bergetar akibat benturan Qi tadi.


''Kita sudahi latihan ini, kecepatan mu meningkat dengan tajam, cuma kamu hanya perlu meningkatkan kekuatan fisik..' Nang Feng berbalik menuju ke dalam goa.


Putri Hong Ying hanya tersipu mendengar ucapan itu, selama ini memang dia jarang latihan olah tubuh di karenakan masih sibuk membenahi tata cara Alkhemist nya.


Keesokan paginya, mereka pun bergerak meninggalkan goa itu, Nang Feng bergerak denga perlahan saja, karena dia merasa tidak terburu buru.


''Kakak, tujuan kita selanjutnya kemana lagi..? Hong Ying mendekat.



'' Kita ke ibu kota kekaisaran, Cahaya Bulan, Saya ingin lihat kota itu yang terkenal dengan keindahannya..

__ADS_1


Memang, Ibukota Kekaisaran Cahaya Bulan sangat populer di kalangan kultivator,Kaisar Gu Fang sebagai Pemimpin disana sangat memperhatikan kesejahteraan semua sektor di wilayahnya, utamanya bagi mereka yang sangat membutuhkan Budidaya untuk kenaikan ranah kultivasi. Jadi tidak heran kalau ratusan kultivator silih berganti masuk ke wilayah itu. Gu Fang sendiri di kultivasi berada pada tingkat Saint 9, tapi telah beberapa tahun mengalami kemacetan untuk naik ke tahap 9 puncak. Dia sendiripun heran kenapa tiba-tiba macet seperti itu,karena berbagai sumberdaya telah dia pakai, tapi tetap tidak berhasil.


Gu Fang hanya bisa merahasiakan kondisinya itu.


__ADS_2